Ada pertarungan yang di menangkan oleh kekuatan , ada juga yang di menangkan oleh pengalaman, inilah yang terjadi ketika Jose Rayo Valenzuela kembali naik ring menghadapi Diego Torres di gelaran Zuffa Boxing di Apex.
Torres datang membawa ambisi bahkan obsesi untuk mencetak KO ke 20 dalam karir nya. Valenzuela membawa sesuatu yang lebih berbahaya ketenangan seorang mantan juara dunia.
Torres langsung menerobos sejak belbunyi ronde pertama, tidak ada penjajakan panjang. dua tangan di lepaskan mencoba menekan Valenzuela mundur dan memaksa nya bertarung jarak dekat.
Valenzuela yang baru kembali setelah hampir setahun absen dan kehilangan sabuk WBA 140 pon dari Gary Antuanne Russell, tanpak tidak tergesa gesa.
Baca juga:
di sinilah sekilas terlihat Torres memukul dengan niat menghabisi sementara valenzuela memukul dengan tujuan mencetak poin.
Ronde ke 2 dan ke 3 berjalan keras. Torres berhasil mendaratkan beberapa pukulan terutama ke area leher dan kepala. Valenzuela memang membalas tapi belum sepenuh nya mengendalikan pertarungan.
Puncaknya terjadi di ronde ke 4, tangan kiri Torres membuka luka di dekat mata kanan Valenzuela, darah mengalir wajah sang mantan juara berubah.
Dia tidak terpancing emosi memperketat pertahanan, memperpendek kombinasi dan mulai memanfaatkan peluang yang muncul setiap kali Torres menyerang terlalu bernafsu.
Ronde ke 5 valenzuela mulai merangkai kombinasi tiga pukulan dengan presisi.
Jab untuk membuka jalan hook kiri untuk mengunci skor.
Torres tetap maju mencoba mengakhiri laga dengan satu pukulan keras. dia bahkan sempat menggoyang Valenzuela di ronde ke 6. Tapi sekali lagi agresivitas berlebihan justru menjadi bumerang.
Dalam pengamatan saya Torres terlalu fokus mencari momen KO, sampai lupa bahwa laga ini di nilai ronde demi ronde. Setiap kali dia menyerang tanpa setup yang baik Valenzuela mencuri poin lewat counter dan pergerakan.
Torres tidak bertarung sendirian di sudut nya ada sosok legendaris Marco Antonio Barrera.
Sorakan dan instruksi terus datang, memintanya menambah tekanan dan tidak meladeni duel tinju jarak jauh.
Torres mendengar itu tapi menghadapi petinju yang paham cara menghilang seperti Valenzuela tekanan tanpa perhitungan hanya menguras tenaga.
Masuk ronde 8 hingga 10 pertarungan sudah jelas, torres masih berbahaya tapi semakin sulit untuk menyerang valenzuela.
Di ronde terakhir, Valenzuela tetap bergerak maju dengan cerdas, tidak ada upaya menghabisi secara brutal tapi cukup untuk memastikan kemenangan mutlak.
Sorakan “Rayo! Rayo!” menutup pertarungan seolah penonton tahu siapa yang menguasai ring malam itu skor 99-91 di tiga kartu juri.
Ini adalah kemenangan yang tidak lahir dari dominasi satu arah melainkan dari konsistensi dan kedewasaan.
ini kekalahan yang menyakitkan bagi torres tapi bukan memalukan. dia kalah dari petinju yang pernah duduk di singgasana yang sudah merasakan tekanan laga besar dan tahu cara bertahan saat segala nya tidak berjalan sempurna.
#josevalenzuela #Diegotorres #Tinjuhariini










Pingback: Gvozdyk kalah KO Dramatis, Bohachuk Menang Tipis
Pingback: Hennessy Menang, Tapi Belum Terlihat Siap Naik Level