Legenda delapan divisi manny pacquiao memang belum mengumumkan kepastian comeback. Namun jika Pacquiao kembali ke ring pada musim semi ini, Rolly Romero adalah kandidat lawan yang nyaris tak punya pesaing nyata.
Situasi ini bukan lahir dari sensasi atau rumor kosong. Ini hasil dari penyaringan keras berbasis waktu dan kelayakan.
Dari tiga nama yang sempat di pertimbangkan dua gugur bukan karena kurang besar tapi karena terlalu rumit untuk di wujudkan.
Baca juga:
Pacquiao tidak pernah menempatkan diri nya sebagai figur nostalgia murahan. Sejak pensiun usai kalah angka dari Yordenis Ugas pada 2021, jika dia harus kembali wajib ada makna bukan eksibisi atau duel lucu lucu an demi uang.
Itulah kenapa rencana comeback yang di bidik April atau Mei 2026 memiliki parameter ketat. Waktu sempit. Risiko harus minimal. Lawan harus aktif dan bersedia.
Pada awal Januari, pembahasan internal tim Pacquiao masih mengerucut pada tiga nama yaitu Floyd Mayweather, Gervonta Davis dan Rolly Romero. Mayweather dan Davis jelas lebih seksi karena nama mereka menjual.
Tetapi Mayweather kembali di kaitkan dengan rencana laga eksibisi melawan Mike Tyson di Afrika yang kabar nya di proyeksikan berlangsung pada Maret.
Walau status laga itu sendiri kini di ragukan, berita tersebut sudah cukup menciptakan konflik jadwal dan kepentingan promosi.
Lebih dari itu, mengulang rivalitas Pacquiao Mayweather bukan perkara mudah. Duel mereka sudah terjadi satu dekade lalu. Tanpa konsep besar laga ulang hanya akan seperti sebagai pengulangan yang terlambat bukan peristiwa penting.
Sementara itu, Gervonta Davis menghadapi masalah yang jauh lebih serius karena hukum, membuat peluang duel musim semi praktis mati sebelum berkembang.
Dua nama besar itu pun perlahan keluar dari jalur.
Berbeda dengan dua kandidat lain nya, Romero datang tanpa beban eksternal. dia aktif bebas dari drama hukum maupun konflik promosi besar.
Romero adalah pemegang gelar dunia WBA kelas welter. Bagi Pacquiao menghadapi juara aktif memberi legitimasi pada comeback sekaligus menjauhkan kesan pameran atau eksibisi terselubung.
Usia Pacquiao bukan rahasia. Di usia 47 tahun, setiap langkah harus di perhitungkan dengan presisi. Inilah alasan utama mengapa kendali menjadi kata kunci dalam semua rencana comeback.
Laga melawan Romero menawarkan struktur yang lebih bisa di kendalikan. Dari jadwal, persiapan, hingga resiko di luar ring, semua nya relatif aman.
Pacquiao tidak mencari duel brutal tanpa arah. dia mencari pertarungan dengan lawan yang masih aktif namun tidak membawa kekacauan tambahan.
Ini penting di catat ya rekan rekan pembaca semua, Romero belum di pilih secara resmi. Tidak ada kontrak atau pengumuman. Namun proses yang terjadi lebih menyerupai eliminasi alamiah dari pada pemilihan emosional.
Jika duel ini terwujud Pacquiao ingin membuktikan bahwa diri nya belum game over.
Melawan juara aktif jauh lebih berisiko dari pada eksibisi namun juga jauh lebih bermakna bagi warisan.
Sedangkan untuk Romero ini adalah panggung emas. Menghadapi legenda hidup seperti Pacquiao akan mengangkat nama nya ke level global apa pun hasil nya.
Kemenangan akan menjadi cap permanen dalam karir nya. Kekalahan pun masih bisa dijual sebagai pengalaman melawan salah satu petinju terbesar sepanjang masa.
Pacquiao memang belum berbicara di depan publik. Namun arah pergerakan di balik layar sudah ada lampu hijau.
Jika musim semi menjadi momen comeback dan jika prinsip kendali tetap di jaga, maka Rolly Romero adalah nama yang paling pas untuk berdiri di seberang ring.
#Mannypacquiao #Rolandoromero










Pingback: Jermell Charlo Pertimbangkan Kembali ke 147 Setelah Absen
Pingback: WBC Batalkan Mbilli vs Sheeraz, Arah Gelar Mengerucut