Muamer hukic atau yang di kenal Marco Huck sempat lama menghilang dari percakapan tinju kelas dunia, bukan karena dia di lupakan tapi karena waktu memang tidak pernah menunggu siapa pun bahkan untuk petinju yang pernah berdiri lama di puncak kelas cruiserweight.
Kini pada 14 Februari 2026 Huck memutuskan kembali mencoba menulis ulang jalan nya yang banyak orang anggap sudah tamat.
Pertarungan comeback ini akan di gelar di Halle/Westphalia lokasi yang sarat memori bagi Huck, di sanalah dia pernah merasakan sorak sorai kemenangan besar ketika nama Captain Huck identik dengan dominasi dan daya tahan.
Baca juga:
Kembali ke tempat yang sama ini langkah emosional, jika harus memulai ulang dia ingin melakukan nya di tanah yang pernah mengangkat nya.
Huck tidak memilih laga delapan ronde tanpa resiko atau lawan tanpa gelar, dia akan bertarung selama 10 ronde melawan Vaclav Pejsar juara bertahan kelas cruiserweight dari Ceko.
Pejsar bukan nama besar di panggung global Tapi dia adalah petinju aktif, lebih muda dan terbiasa bertarung dengan full power, ini yang sering kali merepotkan petinju veteran.
Dari bisnis dan strategi ini langkah yang pas, Huck tidak ingin comeback yang terlalu mudah hingga di anggap pamer nostalgia, tapi juga tidak nekat meloncat langsung ke level elite, Ini ujian apakah tubuh nya masih bisa merespons tekanan nyata, bukan hanya latihan gym atau sesi sparring tertutup.
Huck sendiri tidak menjual laga ini sebagai one last dance, dari pernyataan dan arah manajemen nya jelas bahwa pertarungan Februari ini hanyalah pintu masuk target nya lebih besar dan lebih berbahaya.
Dia secara terbuka menyatakan bahwa comeback ini adalah awal dari misi olahraga baru, bahasa yang dia gunakan bukan bahasa petinju yang ingin pensiun dengan satu kemenangan manis, dia bicara tentang perebutan gelar dunia dan kembali di level tertinggi.
Secara mental, Huck selalu menjadi petarung yang keras itulah yang membuat nya bertahan lama sebagai juara.
Tapi sifat yang sama juga bisa menjadi mala petaka, tinju cruiserweight hari ini bukan lagi seperti era kejayaan nya, ukuran tubuh makin besar dan kedalaman talenta jauh lebih merata.
Banyak yang kembali dengan niat baik hanya untuk menyadari bahwa refleks yang hilang sudah cukup untuk mengubah laga, Huck harus membuktikan bahwa dia bukan legenda yang mencoba menghidupkan ulang masa lalu.
Namun ada yang tak boleh di remehkan yaitu pengalaman, Huck telah menghadapi tekanan besar, laga panjang dan situasi paling berat di ring.
jika ada satu tipe petinju veteran yang masih bisa mengejutkan itu adalah mereka yang tahu cara bertahan, mengatur tempo dan membaca momen dan Huck termasuk dalam kategori itu.
Pertarungan melawan Pejsar akan menjadi indikator, bukan soal menang atau kalah semata tapi bagaimana Huck menang.
Dari pengamatan penulis comeback Huck menarik, tinju selalu hidup dari cerita dan kisah veteran yang menolak menyerah selalu punya tempat.
Namun sebagai pengamat, resiko terbesar bukan kekalahan melainkan kerusakan reputasi. Jika comeback ini berjalan setengah setengah atau terlihat di paksakan maka legenda Huck justru bisa tercoreng oleh satu malam yang tak perlu.
Jika dia berhasil cerita ini bisa berubah menjadi salah satu comeback paling tak terduga.
Jika tidak minimal Huck akan di kenang sebagai petarung yang tidak pernah takut mencoba bahkan ketika dunia sudah menganggap nya selesai.
#Marcohuck #Beritatinju









