Sabuk Kosong, Janji Di hentikan: Kekacauan WBO di Balik Gagal nya Sheeraz vs Pacheco

sheeraz vs pacheco bata

World Boxing Organization (WBO) secara tiba tiba menghentikan proses purse bid atau lelang antara Hamzah Sheeraz dan Diego Pacheco, sebuah keputusan yang bukan hanya mematikan satu pertarungan, tetapi juga menambah daftar panjang kebingungan di divisi ini.

Tidak ada angka penawaran hanya satu kalimat singkat dari Presiden WBO Gustavo Olivieri yang berbunyi proses telah di hentikan, berlaku segera.

Mari kita telusuri kenapa ini terjadi, purse bid Sheeraz vs Pacheco resmi mati. Sabuk WBO super middleweight masih kosong.

Tidak ada jadwal baru atau perintah pengganti bahkan tidak ada kepastian apakah negosiasi privat masih di perbolehkan.

Bagi publik awam ini mungkin terlihat seperti penundaan biasa. Namun bagi mereka yang mengikuti politik badan tinju, ini adalah tanda yang lebih dalam, WBO tanpak nya memilih mundur tanpa ingin terikat komitmen apa pun.

Biasa nya jika sebuah badan tinju masih berharap sebuah duel bisa di selamatkan, mereka akan menyertakan frasa normatif seperti para pihak masih dapat melanjutkan negosiasi tapi Kali ini tidak.

Awal nya situasi terlihat biasa saja, terence Crawford memutuskan pensiun dan mengosongkan sabuk WBO.

Jalur terbuka, WBO kemudian memerintahkan Hamzah Sheeraz dan Diego Pacheco untuk bernegosiasi memperebutkan gelar yang lowong.

Ini duel yang di tunggu para fans, Sheeraz petinju yang sedang naik daun dengan fisik besar dan finishing kuat menghadapi Pacheco prospek elite dengan dukungan promosi solid.

Namun sejak awal proses ini seperti tidak stabil. Jadwal purse bid sudah lebih dari sekali di undur.

Tidak ada urgensi yang nyata, Seolah olah pertarungan ini hanya hidup di dokumen bukan dalam prioritas organisasi.

Ketika akhir nya publik menunggu sidang lelang dana di gelar WBO justru mematikan proses itu sepenuh nya.

Jika ada satu pihak yang paling di rugikan oleh kekacauan ini, itu adalah Hamzah Sheeraz. Bukan karena dia kalah di ring justru karena dia terlalu patuh pada sistem.

Beberapa bulan terakhir, Sheeraz hidup di dalam ketidakpastian struktural. dia sempat berada di jalur WBC sebelum organisasi itu memutuskan menaikkan Christian Mbilli dari juara interim menjadi juara penuh.

Keputusan tersebut otomatis membatalkan duel yang sebelum nya telah di perintahkan menutup pintu yang sudah setengah terbuka.

Ketika opsi WBC gagal, WBO tanpak seperti jalan alternatif demi mematuhi perintah badan tinju, Sheeraz bahkan menolak undangan IBF untuk bernegosiasi memperebutkan sabuk kosong melawan Osleys Iglesias. Alasan nya dia masih terikat kewajiban WBC dan WBO.

Kini Kewajiban tersebut telah lenyap. Jalur WBC tertutup. Jalur WBO di hentikan dan kesempatan IBF yang dulu ada sudah terlewat.

Diego Pacheco kehilangan sesuatu yang lebih menyakitkan, kesempatan tanpa kesalahan.

Dia tidak kalah atau mundur apalagi gagal memenuhi syarat. Namun kesempatan perebutan gelar itu tetap lenyap begitu saja. Ini adalah bentuk kekejaman khas dunia badan tinju, ketika kerja keras di gym dan kesiapan di ring tidak berarti apa apa jika dokumen administratif hancur.

Kamp pelatihan menghabiskan uang, Jadwal di sesuaikan, pada akhir nya yang tersisa hanya jeda panjang tanpa kepastian.

Menurut pengamatan saya, keputusan WBO ini bukan soal batal nya satu purse bid. Ini adalah masalah yang lebih besar, absen nya akuntabilitas dalam pengelolaan sabuk kosong.

Jika seorang petarung mundur tanpa alasan, dia akan dicap takut, tidak profesional atau tidak layak. Tapi ketika badan tinju melakukan nya, publik hanya di minta menunggu.

Padahal sabuk bukan milik organisasi. Sabuk ada karena petinju. Ketika sebuah badan tinju gagal memberikan kejelasan yang d ipertaruhkan bukan hanya satu duel tapi kredibilitas sistem itu sendiri.

WBO menyebut akan ada komunikasi lanjutan pada waktu nya. Dalam bahasa tinju, kalimat ini adalah ruang hampa. bisa berarti pengumuman minggu depan atau bisa tidak sama sekali.

Kelas menengah super yang seharus nya sedang panas dengan banyak nama elite justru kembali moloor di level administratif.

sabuk kosong sering kali lebih sulit di perebutkan dari pada sabuk yang aktif. Tidak ada juara yang bisa di tekan atau kewajiban mempertahankan gelar, yang ada hanya politik, prioritas promotor dan kalkulasi bisnis badan tinju.

Kasus Sheeraz vs Pacheco adalah contoh telanjang bagaimana sistem ini bisa macet tanpa satu pun pukulan di lepaskan.

Hari ini, yang tersisa hanyalah fakta bahwa rencana pertarungan ini kalah bukan di ring tapi di meja rapat.

#Hamzahsheeraz #Diegopacheco

2 komentar untuk “Sabuk Kosong, Janji Di hentikan: Kekacauan WBO di Balik Gagal nya Sheeraz vs Pacheco”

  1. Pingback: Duel Usia dan Harga Diri: Wilder vs Chisora di London

  2. Pingback: Bryan Flores Menang, Jalur Menuju Puncak Masih Berliku

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top