Suasana di rainton meadows panas sejak awal, arena penuh fans lokal berdiri dan semua tahu duel akan menentukan siapa yang layak melangkah ke perebutan sabuk dunia WBA kelas welter.
Dua karakter berbeda berhadapan, Parra yang keras dari Meksiko dan McCormack si elegan dari Sunderland.
McCormac berusia 30 tahun bisa dibilang salah satu prospek paling menjanjikan di Inggris.
Baca juga: Eduardo nunez menang atas christoper diaz
Banyak orang sudah mengikuti perjalanan nya sejak masih amatir dia bukan cuma jago tapi punya gaya cepat, tajam dan tenang di bawah serangan.
Kalau di ingat lagi perjalanan amatir nya gendeng tenan, emas di Commonwealth Games 2018, emas di European Games 2019 bahkan sempat nyaris jadi juara Olimpiade Tokyo 2020 cuma berhasil membawa medali perak tapi buat banyak orang itu bukti kalau McCormack memang beda level.
Begitu dia memutuskan jadi profesional pada 2022. ekspektasi langsung tinggi. Debutnya bahkan kayak teaser film aksi. body shot di ronde pertama. lawannya tumbang seketika.
Dalam beberapa tahun rekor nya tanpa noda dan cara bertarung nya makin sempurna dia tidak hanya pemukul liar tapi cerdas penuh perhitungan.
Di sisi lain Miguel Parra datang sebagai petarung Meksiko yang membawa semangat khas negara nya, Usia 32 tahun sedikit lebih tua tapi keras nya ring sudah jadi makanan sehari hari.
Parra bukan nama besar tapi dia selalu tampil ngotot, dari 30 lebih pertarungan nya kita bisa lihat karakter yang pantang menyerah.
Baca juga:
Dia memulai karier pro nya pada 2013 dengan hasil imbang dan meski sempat kalah di laga ke-10 tapi dia belajar banyak.
Dari kekalahan itulah Parra mulai lebih disiplin memperbaiki timing dan pertahanan. meskipun gaya nya tetap sama maju, pukul, dan bertahan hanya kalau terpaksa.
Malam itu di Inggris atmosfer langsung mendidih McCormack mendapat dukungan luar biasa dari publik tuan rumah tapi Parra tidak terlihat gugup sama sekali dia menatap tajam siap perang.
Baca juga:
Di ronde awal duel berlangsung ketat, McCormack menggunakan jab cepat nya untuk mengontrol serangan sementara Parra beberapa kali berhasil masuk dan menghantam tubuh lawan dengan hook keras.
Salah satu momen terbaik di ronde kedua ketika Parra mendaratkan kombinasi di kepala McCormack membuat arena sejenak hening sebelum akhir nya riuh oleh teriakan fans.
Tapi McCormack tetap tenang tidak terpancing tetap pada rencana dia tahu Parra berbahaya justru saat di biarkan masuk terlalu dekat.
Masuk ke ronde ke 5 McCormack mulai menunjukkan siapa diri nya, Gerak kaki nya lincah kombinasi jab cross nya makin efektif Tapi Parra bukan orang yang gampang di kendalikan dia terus aktif bergerak.
Duel makin panas di ronde 6 ketika wasit memotong satu poin dari McCormack karena low blow.
Penonton bersorak keras beberapa bahkan tidak setuju dengan keputusan itu tapi McCormack tidak membuang energi untuk protes.
Dia tahu di tinju kehilangan satu poin bisa jadi bumerang kalau mental ikut turun jadi dia memilih menyalurkan itu ke pukulan.
Mulai ronde tujuh ke atas McCormack seperti menemukan mode petarung sejati nya, Tempo di tingkatkan dan tekanan terhadap Parra makin terasa.
Sementara Parra masih mencoba menyerang walaupun pukulannya mulai melambat, McCormack membaca setiap gerakan memilih momen lalu melepaskan kombinasi cepat yang bikin Parra beberapa kali terhuyung.
Di ronde 9 akhir nya puncak datang, McCormack menghantam Parra bertubi tubi membuat nya tersudut di tali ring.
Wasit sempat mendekat tapi Parra masih berdiri meski tangan nya turun, namun dari sudut ring tim Parra akhir nya melambaikan tangan tanda menyerah demi keselamatan sang petarung.
Wasit langsung menghentikan pertarungan McCormack menang lewat RTD.
Arena pecah fans Inggris berdiri dan bertepuk tangan keras seolah baru menyaksikan babak baru dalam karir calon bintang besar.
kemenangan ini seperti pernyataan kalau dia memang salah satu prospek elit Inggris yang siap menuju panggung besar.
Di usia 30 tahun dengan rekor tak terkalahkan dan performa meyakinkan di laga eliminator dia makin dekat dengan impian sabuk juara dunia WBA.
Inggris sendiri memang gudang nya petinju hebat, dulu ada Ricky Hatton, Amir Khan, hingga Kell Brook. Sekarang mungkin waktu nya nama McCormack naik ke jajaran itu.
meski sempat di potong poin karena low blow McCormack tidak kehilangan fokus Justru momen itu jadi ujian mental nya.
Dia membuktikan diri bisa tetap kalem dan profesional di bawah tekanan besar.
Banyak pengamat bilang kemenangan ini bakal jadi bekal mental penting kalau nanti dia naik ke level juara dunia.
Sementara buat Parra hasil ini jelas berat, Kekalahan lewat RTD bukan hal yang mudah di terima apalagi di laga eliminator yang menentukan.
Usia nya sudah 32 tahun dan kesempatan menuju sabuk dunia mungkin tidak banyak tersisa.
Tapi kalau kita lihat gaya bertarung nya malam itu masih ada sesuatu yang bisa di hargai keberanian dan hati besar khas Meksiko.
Parra mungkin kalah tapi dia tidak menyerah tanpa perlawanan dia berdiri di bawah tekanan ribuan fans lawan menahan pukulan keras dan tetap berusaha bangkit sampai sudut nya yang memutuskan cukup sudah.
Kekalahan ini tentu bikin ranking nya merosot tapi bukan berarti karir nya habis.
Banyak petinju Meksiko yang bangkit lebih dari sekali Parra masih punya peluang jika mau mengevaluasi cara bertarung nya.
Dia perlu lebih pintar menghadapi lawan yang teknis seperti McCormack bukan cuma maju terus tapi tahu kapan menahan dan membaca momentum.
Sebagai penonton saya pribadi merasa McCormack mulai menunjukkan kualitas juara dunia, dia punya keseimbangan antara teknik otak dan nyali, itu yang sering hilang di petinju muda zaman sekarang, cara dia menjaga fokus meski ada tekanan besar di kandang sendiri patut di acungi jempol.
Pertarungan Pat McCormack vs Miguel Parra ini mungkin bukan laga terbesar tahun ini tapi punya cerita yang dalam.
Tentang seorang calon bintang Inggris yang terus menanjak dan seorang petarung Meksiko yang berjuang keras sampai akhir.
#PatMcCormack #MiguelParra









