Menang TKO Melawan Martin, Efe Ajagba tantang Seluruh Divisi

Efe ajagba menang TKO melawan Martin

Di atas ring kecil di Apex Las Vegas Efe Ajagba membangun kembali tentang diri nya, dari petinju yang sering terlewatkan menjadi ancaman ke seluruh divisi.

ketika mantan juara dunia Charles Martin roboh untuk kedua kali nya sebelum di hentikan di ronde ke 4, Ajagba tidak hanya menang dia bicara lantang..

“Saya membuat divisi heavyweight siaga.”

Kata itu keras hampir terdengar seperti tantangan terbuka.

Tapi mari kita bedah pelan pelan, apakah satu kemenangan atas Martin cukup untuk membuat elite heavyweight betul betul menoleh?

Kalau hanya melihat highlight Ajagba tanpak mengerikan, pukulan kanan keras dan dua knockdown dengan finishing tegas, namun pertarungan itu tidak berjalan satu arah sejak awal.

Di ronde ke 2 Martin justru menemukan ritme nya, southpaw itu beberapa kali mendaratkan pukulan telak membuat pergerakan membuat Ajagba terlihat sedikit kaku bahkan klemar klemer.

Tambahan berat badan itu membantu power ajagba di awal laga tapi terlihat seperti mesin besar yang masih butuh pemanasan.

Dia tidak sefluid dulu kaki nya sedikit berat, melawan Martin ini masih bisa di toleransi, tapi melawan kelas elite jelas ini sangat berbahaya.

Perlu di pahami juga Martin bukan lagi versi terbaik nya, dia memang mantan juara dunia tapi gelar itu datang dan pergi cepat saat dia di hentikan oleh Anthony Joshua pada 2016.

Sejak itu dia lebih sering berada di pinggir seperti penanting bola, dia masih tangguh punya tangan kiri berbahaya tapi bukan lagi petarung yang di takuti di papan atas.

Jadi ketika Ajagba meng KO Martin itu solid dan bagus tanda selangkah lebih maju.

Tapi itu belum bukti bahwa dia siap mengguncang puncak divisi.

Masalah Ajagba Selama ini juga tak kalah menyedihkan, dia sebenar nya sudah lama ada di radar, punya rekor bagus dan power juga punya latar belakang Olimpiade.

Namun entah bagaimana nama nya selalu berada di pinggiran percakapan, ketika orang membahas heavyweight hari ini yang muncul adalah Oleksandr Usyk, Tyson Fury dan Joshua.

Lalu generasi berikut nya seperti agit kabayel, wardley, dubois dan nama Ajagba jarang masuk daftar itu.

mungkin itulah yang membuat nya bosan sampai bergabung ke Zuffa, seperti yang dia katakan saat wawancara.

“Saya peringkat 10 besar, tapi tak ada yang menyebut nama saya.”

Pernyataan ini sangat jujur, di kelas berat kadang yang paling berbahaya bukan yang paling kuat tapi yang paling tidak di perhatikan seperti yang dia alami.

Apakah Divisi Harus On Notice?

Mari kita apa ada nya, apakah kemenangan atas Martin membuat Usyk gelisah??? Tidak.

Apakah Fury tiba tiba menyusun strategi khusus untuk Ajagba? Juga tidak.

Apakah promotor dan manajer heavyweight lain mulai berpikir dua kali untuk menempatkan klin mereka melawan nya?? ini masih mungkin, karena Ajagba sekarang tidak hanya puncher dia mulai terlihat lebih tenang saat menyerang.

Masalah Ajagba sekaramg bukan kemampuan tapi momentum.

Dalam dua tahun terakhir aktivitas nya tidak terlalu padat dia seperti berhenti di tengah jalan beberapa kali.

Heavyweight adalah divisi yang bergerak cepat tapi lambat dalam rotasi gelar, menurut saya itu ancaman terbesar bagi Ajagba bukan lawan di ring.

Jika dia ingin membuat divisi siaga penuh dia butuh dua atau tiga kemenangan besar beruntun bukan hanya satu KO bagus.

Gaya Bertarung nya cukup bagus tapi melawan seperti Usyk yang punya footwork luar biasa apakah Ajagba bisa memotong ring, melawan Fury yang tinggi dan licin apakah dia cukup fleksibel? saya belum yakin.

Dia punya fondasi tapi belum teruji di level tertinggi secara konsisten.

itulah kenapa kemenangan atas Martin penting bukan sebagai klimaks tapi sebagai awal pembuktian.

Apa dampak nya ke kelas berat?

Divisi ini sekarang lagi pergeseran, Usyk mendekati akhir karir, Fury juga tidak muda lagi dan Joshua mencoba bangkit, Generasi baru belum terbukti solid.

Arti nya ada ruang kosong yang akan terbuka, ajagba mencoba memposisikan diri disitu.

Jika dia bisa terus menang dan menjaga performa KO seperti ini, dia bisa menjadi opsi eliminator atau bahkan mandatory dalam waktu relatif cepat.

Apalagi dengan promosi yang tepat, di sinilah menurut saya pertandingan ini lebih signifikan dari pada headline KO, dia tidak mengguncang divisi tapi mengetuk pintu.

Saya suka performa dan keberanian ajagba saat bicara lantang, kelas berat butuh karakter seperti itu.

Tapi saya belum sepenuh nya yakin divisi harus takut.

Dia masih perlu satu kemenangan atas nama yang berada di puncak peringkat seseorang yang lagi naik bukan turun.

Jika dia bisa melakukan itu maka kata on notice akan terdengar jauh lebih berat.

#Efajagba #Charlesmartin #Kelasberat

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top