Kembali nya Dave Allen ke atas ring tidak menyisakan ruang untuk drama panjang, di hadapan publik Nottingham petinju kelas berat asal Doncaster itu menuntaskan tugas nya dengan brutal dan efisien menghentikan Karim Berredjem yang berasal dari prancis.
Waktu resmi pertarungan hanya 57 detik, Kurang dari satu menit yang cukup membuat penonton di dalam arena bersorak sekaligus berdecak kagum.
Laga ini menjadi penampilan pertama Allen setelah kekalahan dari Arslanbek Makhmudov pada akhir 2025.
Baca juga:
Kekalahan tersebut sempat menimbulkan tanda tanya mengenai arah karir nya pakah dia masih punya ambisi untuk bersaing atau bertahan sebagai petinju penghibur di divisi kelas berat Inggris.
Ternyata petinju berjuluk white rhino ini menjawab nya di ring.
Sejak detik pertama Allen tidak memperlihatkan pendekatan hati hati yang biasa nya menyertai laga comeback, tidak ada ronde penjajakan dia langsung mengambil alih inisiatif dengan melangkah maju agresif.
Overhand kanan di lepaskan keras mengguncang Karim Berredjem membuat jatuh di tepi tali ring, dia segera bangkit walaupun wajah nya terlihat sedikit bingung dan sempat menoleh ke arah tim nya.
Baca juga:
Setelah itu duel lanjutkan, Allen tidak memberi kesempatan lawan nya memulihkan diri, dia maju dan melepaskan rangkaian pukulan dengan kedua tangan.
Pukulan kiri ke tubuh memaksa Berredjem menurunkan guard, sebuah hook kanan keras menyusul lalu uppercut kanan yang tajam menjadi pukulan pamungkas yang mengakhiri perlawanan.
Berredjem roboh tidak ada hitungan panjang wasit segera mengakhiri pertarungan, sekilas terlihat tim dari karim melempar handuk putih.
Baca juga:
Rekor Allen kini menjadi 25x kemenangan, 8x kalah, 2x imbang dengan 20 kemenangan KO/KO, sementara petinju Prancis itu harus menerima kenyataan dengan catatan 12-11.
Memang secara kualitas lawan laga ini tidak di rancang sebagai ujian berat namun di situlah letak tujuan nya, setelah kalah dari Makhmudov Allen membutuhkan kemenangan yang meyakinkan untuk mengembalikan rasa percaya diri dan momentum nya.
Dia sendiri mengakui bahwa secara level merasa berada satu atau dua tingkat di atas lawan nya malam ini tetapi sebagai laga comeback yang terpenting bukanlah kualitas oposisi tapi cara dia menyelesaikan tugas.
Baca juga:
Allen memilih untuk tidak membiarkan pertarungan berkembang menjadi resiko yang tidak perlu, begitu peluang muncul dia menutup nya dengan cepat.
Selama ini Allen membangun reputasi bukan hanya sebagai petinju tetapi juga sebagai figur yang dekat dengan penggemar.
Dia jujur dalam wawancara terbuka soal kekurangan dan tidak berpura pura menjadi sosok yang lebih besar dari diri nya sendiri.
Baca juga:
Kemenangan 57 detik ini sejalan dengan identitas tersebut, dia ingin tampil menghibur juga memberikan sesuatu yang langsung terasa.
Namun di balik sisi hiburan itu tetap ada ambisi kompetitif, divisi kelas berat Inggris sedang ramai dengan nama nama yang berlomba masuk radar perebutan gelar domestik maupun Eropa.
Allen mungkin bukan favorit utama tetapi pengalaman dan daya tahan membuat nya tetap akan di perhitungkan.
Baca juga:
Menurut panadangan penulis, satu kemenangan atas lawan dengan rekor negatif tidak otomatis mengembalikan nya ke antrean perebutan gelar besar namun dia telah melakukan apa yang harus di lakukan menang cepat tanpa cidera.
Manajemen nya kini memiliki ruang untuk menyusun langkah berikut nya.
Bisa jadi dia akan menghadapi lawan dengan peringkat lebih tinggi untuk menguji kembali daya saing nya atau tetap mengambil pendekatan bertahap membangun kembali sebelum memasuki laga yang lebih besar.
Baca juga:
#Daveallen #kelasberat










Pingback: Danny Garcia Sang juara dunia 2 divisi dari Philadelphia
Pingback: 6 Tahun Menunggu, Garcia Resmi Juara WBC Rampas Dari Barrios
Pingback: Selamat Dari Ujian Berat Hiraoka, Russell Tetap Juara WBA
Pingback: Hasil lengkap tinju hari ini 21 september 2025