Canelo alvarez merusak rekor 11 petinju tak terkalahkan

Canelo alvarez merusak rekor petinju tak terkalahkan

Ngomongin petinju yang bisa membuat lawan nya kehilangan kemampuan nya nama Saul Canelo alvarez hampir selalu muncul di urutan teratas.

Sejak lama Canelo seperti mimpi buruk bagi siapa pun yang datang dengan status tak terkalahkan.

Satu demi satu petinju yang merasa kebal justru berakhir di hadapan tangan nya seolah jadi bukti bahwa di tinju angka nol di kolom kekalahan itu cuma sementara.

Baca juga: Apakah Sebastian fundora mampu pertahankan gelanya atas keith thurman?

Saya pribadi melihat Canelo seperti ombak besar yang terus menghantam karang tanpa henti Entah di Las Vegas yang penuh lampu atau di stadion terbuka atau di tanah kelahiran nya Meksiko.

Aura nya tetap sama berbahaya, Rambut nya yang kemerahan seolah jadi makna panas nya ambisi.

Dia bukan hanya juara dunia empat divisi tapi juga wajah dari keras nya jalan hidup di Guadalajara, tempat di mana anak anak belajar bertarung sebelum sempat bermimpi besar.

setiap kali Canelo naik ring bukan cuma kemenangan yang di cari dia ingin membuktikan siapa sebenar nya yang pantas di sebut terbaik, Setiap petinju muda yang datang dengan rekor sempurna dengan ketegasan berlebihan hampir selalu berakhir dengan kenyataan angka nol mereka lenyap begitu saja.

Kalau dilihat lebih dalam fenomena ini bukan hanya soal statistik atau rekor tapi dominasi yang nyata.

Canelo menjadikan karir nya seperti ujian akhir bagi para calon bintang semacam saringan keras yang menentukan siapa yang layak di sebut elit.

Dalam olahraga sekeras tinju kesempurnaan bukanlah sesuatu yang abadi, Canelo dengan gaya bertarung nya yang penuh perhitungan dan kejam di saat bersamaan seolah datang hanya untuk mengingatkan itu semua.

berikut ini daftar petinju yang datang dengan status tak terkalahkan namun akhir nya tumbang di tangan Canelo alvarez satu per satu.

mereka pernah merasakan betapa berat nya menghadapi Si Tembaga dari Guadalajara.

1. Canelo vs Gabriel martinez.

Pertemuan Canelo Alvarez dengan Gabriel Martinez pada 18 April 2008 mungkin terlihat seperti duel kecil, tapi bagi mereka yang mengikuti karir Canelo sejak awal inilah titik pertama di mana orang mulai sadar bahwa bocah berambut ini bukan petinju yang bisa di remehkan.

Martinez datang membawa nama besar di level lokal rekor nya waktu itu 17 kali menang satu hasil imbang sembilan di antara nya berakhir KO.

dia di anggap prospek berbahaya petinju yang siap menembus papan atas Meksiko.

Karena itu ketika di umumkan bahwa lawan nya adalah remaja 17 tahun bernama Saul alvarez banyak yang mengira ini akan jadi duel yang timpang.

Tapi Canelo seperti yang kemudian sering dia buktikan sepanjang karir nya tidak pernah tunduk pada ekspektasi.

Saya masih ingat cuplikan rekaman laga itu, Canelo tanpak begitu sabar seperti petinju yang sudah lama berkeliling ring profesional. Tiap kali Martinez mencoba menyerang anak muda itu menunduk sedikit menggeser langkah lalu membalas dengan pukulan keras ke arah perut.

Beberapa penonton bahkan berdiri karena tidak menyangka bocah berusia belasan tahun itu bisa tampil seberani itu.

Puncak nya duel ini terjadi pada ronde ke-11. Martinez sudah hampir tak sanggup berdiri stabil, setiap kali Canelo masuk dengan kombinasi dia terpaksa mundur atau menunduk tanpa balasan berarti.

Pelatih nya pun akhir nya mengambil keputusan bijak menghentikan pertarungan. Sudut Martinez mengangkat handuk menandakan menyerah demi keselamatan petinju nya.

Canelo di nyatakan menang lewat RTD (Referee Technical Decision).

Dari pertarungan inilah perjalanan panjang seorang legenda di mulai, banyak media mulai membicarakan Anak ini bakal jadi juara dunia. ternyata mereka tidak salah.

2. Canelo vs Euri gonzalez.

Setelah menumbangkan Gabriel Martinez pada 2008, alvarez mulai bergaung di Meksiko, dia tidak lagi di anggap prospek belaka tapi sudah jadi fenomena lokal.

Namun ujian berikut nya datang cepat Pada 21 Februari 2009, Canelo di pertemukan dengan petinju asal Republik Dominika Euri González yang datang membawa rekor sempurna 17 kali menang dan 12 di antara nya lewat KO.

Kala itu para analisis bekata Gonzalez adalah ancaman nyata, dia tinggi punya tangan cepatdengan pukulan keras.

Sebalik nya Canelo baru berusia 18 tahun Terlalu muda kata sebagian orang.

Ronde ke 11 menjadi klimaks dule ini, Canelo masuk dengan langkah cepat memojokkan González di sudut ring, dari sana dia melepaskan serangan beruntun hook kiri ke rusuk, uppercut kanan ke dagu dan straight keras ke arah wajah.

González mencoba bertahan tapi tubuh nya sudah kehilangan respons, serangan demi serangan datang seperti angin topan tanpa jeda wasit akhir nya melangkah masuk dan menghentikan pertarungan.

TKO di ronde 11 rekor sempurna Euri González lenyap seketika, di seberang ring seorang anak muda berusia 18 tahun berdiri dengan tangan terangkat.

Wajah nya tenang tapi mata nya berbinar seperti tahu bahwa ini baru permulaan dari sesuatu yang lebih besar.

Kemenangan atas González tidak hanya menambah satu angka di catatan karir nya tapi juga mempertegas canelo Alvarez bukan lagi bakat muda tapi mimpi buruk bagi siapa pun yang masih berani membawa label tak terkalahkan ke atas ring.

3. Canelo vs austin trout.

Memasuki tahun 2013 canelo sudah tak bisa lagi di sebut fenomena muda.

Di usia 22 tahun dia telah menguasai sabuk WBC super welter dan menumbangkan lawan yang jauh lebih tua serta berpengalaman.

Tapi bagi seorang petinju ambisius seperti Canelo sabuk tunggal belum cukup dia ingin di akui sebagai juara sejati di divisi nya.

Kemudian 20 April 2013 di Alamodome San Antonio Texas lawan di depan nya adalah Austin Trout juara WBA super welter. Trout baru saja menaklukkan Miguel Cotto salah satu legenda terbesar Puerto Riko dalam laga yang mengubah karir nya.

Kemenangan atas Cotto membuat Trout di yakini banyak orang sebagai teknisi cerdas yang siap mempermalukan bintang muda Meksiko itu.

Austin Trout dengan postur lebih tinggi dan gaya southpaw yang licin dia yakin bisa mematahkan irama permainan Canelo.

Banyak pengamat bahkan menganggap gaya Trout berbasis jarak kecepatan dan jab panjang adalah formula sempurna untuk mengalahkan sang bintang Meksiko.

Tapi seperti yang sering terjadi dalam karir Canelo apa yang tanpak jelas jarang berakhir sesuai harapan.

Ronde demi ronde berjalan dengan ketegangan yang nyaris konstan.

Setiap kali Trout mendaratkan jab Canelo membalas dengan kombinasi hook kiri ke tubuh dan uppercut cepat dari jarak dekat.

Sebuah straight kanan meluncur lurus seperti kilat menghantam tepat di rahang Trout, untuk pertama kali dalam karir nya sang juara WBA jatuh ke kanvas.

Sorak penonton pecah sebagian tidak percaya bahwa petinju sekuat Trout bisa di jatuhkan, Trout bangkit tapi ekspresi nya berubah dia tak lagi setenang sebelum nya.

Ketika bel terakhir berbunyi kedua nya berpelukan sama sama sadar baru melewati ujian berat.

Namun ketika pengumuman skor di bacakan jelas siapa yang keluar sebagai pemenang
Canelo Alvarez menang unanimous decision secara resmi menyatukan dua sabuk dunia WBC dan WBA super welter.

Bagi banyak penggemar kemenangan atas Trout menjadi tonggak penting bukan hanya karena sabuk unifikasi tetapi karena di situlah dunia melihat kematangan baru dari Canelo.

4. Canelo vs liam smith.

17 September 2016 langit malam Texas berubah jadi lautan cahaya di AT&T Stadium rumah megah milik Dallas Cowboys, Lebih dari 50 ribu pasang mata menatap ring tinju tempat Canelo akan berhadapan dengan juara dunia tak terkalahkan asal Inggris Liam Beefy Smith.

bagi Liam Smith. ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa seorang juara dari Liverpool bisa menaklukkan lambang Meksiko yang tengah berada di puncak popularitas nya.

Namun Smith sadar betul bahwa dia sedang berada di wilayah musuh, suara gemuruh penonton di stadion raksasa itu nyaris menenggelamkan lagu kebangsaan nya.

Ribuan pendukung Meksiko meneriakkan nama Canelo menciptakan atmosfer yang menekan, tapi Smith tetap tenang dia tahu untuk mempertahankan sabuk dunia satu satu nya cara adalah menatap mata lawan dan tidak gentar.

Momen paling dramatis di mulai dari sini, di putaran ke 7 tempo meningkat drastis Canelo yang sejak awal sabar kini mulai menggempur tanpa ampun.

Dalam sebuah pertukaran di tengah ring dia melepaskan hook kiri telak ke rusuk kanan Smith pukulan ini yang membuat sang juara Inggris langsung jatuh tersungkur.

Smith bangkit dengan nafas tersengal berusaha tersenyum menutupi rasa sakit.

Tapi wajah nya menunjukkan sesuatu yang lebih dalam dia tahu tubuh nya mulai melemah.

Ronde ke 8 menjadi ulangan, Canelo memburu target yang sama tubuh bagian kanan dan hasil nya Smith kembali terjatuh.

Ketika ronde ke 9 di mulai canelo sudah tahu kelemahan smith dia menekan tanpa memberi ruang, Sebuah kombinasi hook kiri dan uppercut menghantam tubuh Smith.

Kemudian satu lagi body shot telak masuk ke arah perut Smith terkapar di kanvas, kali ini tanpa daya, wasit mulai menghitung tapi tak ada jawaban pertarungan selesai di ronde ke-9 dengan hasil KO brutal !!!!

Tiga kali knockdown semua nya dari pukulan ke tubuh menjadi bukti betapa mematikan nya gaya Canelo dia tidak hanya petarung kuat tapi sang penghancur.

Setiap ronde dia membangun tekanan dan di arahkan dengan tujuan jelas sampai akhir nya tubuh lawan tak sanggup menahan beban rasa sakit.

Liam Smith sempat berkata seusai laga.

“Saya tidak pernah merasakan pukulan ke tubuh sekuat itu dalam hidup saya.”

5. Canelo vs Golovkin 2.

Rematch antara Canelo vs GGG pada 15 September 2018 di T-Mobile Arena bukan hanya duel ulang biasa.

Malam itu dunia menyaksikan dua sosok yang mewakili dua generasi dua karakter dan dua gaya bertarung yang saling berlawanan dan semua dendam yang belum tuntas dari pertemuan pertama akhir nya pecah di tempat ini.

Setahun sebelum nya tepat pada 16 September 2017 kedua nya sudah saling menghantam selama 12 ronde penuh.

Tapi hasil akhir nya menimbulkan kontroversi besar.

Banyak penggemar yakin Golovkin pantas menang, dia mendominasi dengan jab.\ terus menekan dan tanpak lebih liar tapi juri memberi hasil imbang (draw).

Dan sejak malam itu bayangan ketidakadilan terus menghantui.

Maka ketika rematch di umumkan seluruh dunia menatap, inilah saat nya menentukan siapa yang lebih hebat.

Setiap ronde seperti film laga yang berjalan tanpa jeda, Golovkin dengan jab keras khas nya mmencoba membuka pertahanan Canelo, Tapi kali ini Alvarez membaca ruang dengan sangat baik dia menepis jab dengan bahu lalu membalas dengan hook kiri ke tubuh dan uppercut cepat.

GGG masih mendominasi volume pukulan tapi Canelo unggul dalam kualitas serangan Setiap pukulan terdengar sampai barisan penonton belakang.

di ronde tengah Canelo beberapa kali memaksa Golovkin mundur sesuatu yang hampir tidak pernah terjadi sebelum nya.

Namun Golovkin tetap berbahaya meski wajah nya mulai memerah karena serangan dia terus maju dengan kombinasi.

Pada ronde ke 10 GGG sempat membalikkan momentum membuat Canelo bertahan di tali ring selama beberapa detik, Tapi Alvarez tidak panik dia kembali maju membalas dengan tiga pukulan yang memukau.

Saat ronde ke-12 berbunyi kedua petinju sudah sama sama lelah namun tak satu pun ingin menyerah, mereka saling berpelukan sebentar sebelum bel lalu langsung bertukar pukulan lagi Tak ada langkah mundur hanya keberanian dan gengsi.

Ketika bel penutup berbunyi penonton berdiri memberikan tepuk tangan panjang.

Mereka tahu baru saja menyaksikan salah satu duel klasik terbaik dalam sejarah modern.

Setelah 12 ronde yang nyaris sempurna dalam ketegangan hasil pun di umumkan.

115–113 untuk Canelo alvarez.

115–113 untuk Canelo alvarez.

114–114 imbang.

Canelo menang majority decision
Dia merebut sabuk WBA Super dan WBC kelas menengah dari Golovkin sekaligus menjadi orang pertama yang menodai rekor sempurna sang petarung asal Kazakhstan.

Bagi saya pribadi inilah malam di mana Canelo berubah dari bintang menjadi legenda.

Bukan hanya karena dia menang tapi karena cara dia melakukannya dengan berdiri sejajar bahkan maju menghadapi petinju yang selama ini di kenal tak tersentuh.

Golovkin sendiri menunjukkan kelas luar biasa dia tidak jatuh, tidak menyerah dan tetap menjadi ancaman sampai bel terakhir.

Tapi untuk pertama kali nya monster itu terlihat manusiawi dan orang yang membuat nya begitu adalah anak muda berambut tembaga dari Guadalajara.

Sejak malam itu tidak ada lagi perdebatan tentang keberanian Canelo, dia bukan hanya menaklukkan lawan tapi juga menaklukkan keraguan.

ketika keluar dari ring dengan sabuk baru di pinggang nya canelo menoleh ke arah kamera dan berkata singkat,

“Hari ini, aku buktikan siapa yang sebenar nya juara.”

6. Canelo vs Callum smith.

Tahun 2020 adalah masa yang berat untuk seluruh dunia, Pandemi membuat olahraga terhenti arena kosong dan banyak kejuaraan tertunda.

Tapi di tengah ketidakpastian itu satu nama tetap bersinar dan menolak berhenti Saul alvarez.

Setelah hampir setahun tanpa bertarung dia kembali ke ring untuk menghadapi juara dunia asal Inggris Callum Mundo Smith pada 19 Desember 2020 di Alamodome San Antonio Texas.

Duel ini menjadi momen penting bukan hanya karena mempertemukan dua petinju elite. tapi juga karena mempertaruhkan dua sabuk sekaligus WBA Super milik Smith dan WBC Super Middleweight yang lowong.

Dalam kondisi dunia yang hampir tanpa penonton sorotan kamera tertuju pada dua sosok yang punya misi berbeda, Canelo ingin membuktikan bahwa dia tetap raj anya pound for pound sementara Smith berambisi mempertahankan kejayaan dan rekor sempurna nya 27 kemenangan (18 KO).

Banyak pengamat menilai duel ini bisa menjadi ujian berat bagi Canelo karena perbedaan fisik mereka seperti kelas yang berbeda.

Smith memiliki keunggulan ukuran jab panjang serta membatasi ruang gerak lawan. Tetapi sebagaimana sejarah sering mencatat Canelo bukanlah petinju yang tunduk pada statistik.

Seiring berjalan nya ronde keunggulan Canelo semakin jelas, dia tidak hanya lebih cepat tapi juga jauh lebih presisi.

Setiap pukulan nya seperti terukur dengan sempurna dia terus menargetkan tubuh Smith membuat stamina lawan terkuras.

Pada pertengahan laga wajah Smith mulai menunjukkan tanda kelelahan tangan nya menurun gerakan nya melambat.

Setiap kali dia mencoba menggunakan jab untuk menjaga jarak Canelo sudah berada tepat di depan wajah nya.

Kombinasi pukulan ke tubuh dan kepala terus mengalir dari Canelo dia bahkan sempat beberapa kali tersenyum di tengah pertarungan pertanda bahwa dia mengontrol situasi.

Sebalik nya Smith hanya bisa bertahan dan berharap ronde segera berakhir.

Menjelang ronde ke-12 arena mulai riuh Semua orang tahu hasi lnya sudah hampir pasti Canelo menyelesaikan laga dengan penuh keyakinan tanpa harus memaksakan knock out.

Setelah 12 ronde penuh dominasi Canelo Alvarez menang angka mutlak (unanimous decision).

Ketiga juri memberi skor untuk Canelo yang kini menyandang dua gelar sekaligus.

Dengan hasil ini Callum Smith tak hanya kehilangan sabuk nya tapi juga rekor tak terkalahkan nya.

Canelo sebalik nya menambah daftar panjang korban petinju yang sebelum nya belum pernah kalah di tangan nya.

7. Canelo vs Billy joe saunders.

Di waktu ini bisa dibilang sebagai masa keemasan dalam karir Canelo, dia berada di puncak performa menguasai divisi super middleweight dan hanya selangkah lagi dari ambisi besar menjadi juara tak terbantahkan (undisputed champion).

Setelah menaklukkan Callum Smith dan meraih sabuk WBA Super serta WBC pada akhir 2020 Canelo mengalihkan fokus nya ke satu nama yang di anggap paling licin dan paling teknis di antara semua lawan sebelum nya.

Billy Joe Saunders petinju asal Inggris yang saat itu memegang sabuk WBO dengan rekor 30-0 (14 KO).

Selama karir nya Saunders di kenal sulit di pukul dia sering membuat lawan tak berdaya dengan gerak kaki cepat dan gerakan kepala yang lihai.

Bagi banyak pengamat gaya Saunders sangat berbeda dari petinju Inggris lain seperti Callum Smith dan bisa menjadi uji gaya paling rumit bagi Canelo Alvarez.

Sebelum duel Saunders bahkan berkata lantang dalam wawancara

“Canelo hebat tapi dia belum pernah menghadapi petinju dengan gaya seperti saya…Saya akan membuat nya kehilangan fokus sepanjang ronde.”

Ucapan itu memanaskan tensi pertarungan publik pun penasaran, apakah kelincahan dan strategi Saunder cukup untuk meruntuhkan dominasi sang superstar asal Meksiko.

Penonton yang hadir di arena bersorak setiap kali Canelo mendaratkan pukulan ke tubuh atau dagu lawan nya.

Momen itu seperti deja vu seperti cara Canelo menghancurkan lawan lawan nya sebelum nya perlahan, presisi tapi mematikan.

Puncak drama terjadi di ronde ke 8 Canelo yang sejak awal sabar menunggu akhir nya menemukan ruang tembak ketika Saunders mencoba menunduk untuk menghindari hook kiri Canelo justru melepaskan uppercut kanan yang mendarat langsung di wajah Saunders.

Dentuman nya terdengar keras saunders mundur beberapa langkah menahan wajah nya.

Penonton langsung berdiri, dalam tayangan ulang terlihat jelas bahwa pukulan itu mengenai tulang orbital kanan menyebabkan retakan parah.

Saunders mencoba bertahan bahkan menyelesaikan ronde, Namun begitu kembali ke sudut tim nya melihat kondisi mata yang membengkak parah dansaunders tidak bisa melihat dengan jelas.

Pelatih nya Mark Tibbs akhir nya mengambil keputusan berat menghentikan pertarungan demi keselamatan sang petinju, canelo resmi menang RTD (Retirement).

Kemenangan ini membuat Canelo Alvarez resmi menyandang tiga gelar dunia super middleweight (WBA, WBC, dan WBO) Hanya satu sabuk lagi yang tersisa IBF milik Caleb Plant sebelum dia menjadi juara tak terbantahkan.

Sementara itu Billy Joe Saunders harus menerima kenyataan bukan hanya karena kalah untuk pertama kali dalam karir nya tapi juga karena cedera wajah yang serius membuatnya harus menjalani operasi dan lama absen dari dunia tinju.

Setelah laga Saunders di puji banyak pihak karena berani tampil melawan salah satu petinju terbaik dunia.

Canelo tidak hanya lebih kuat tapi juga lebih cerdas dan lebih berpengalaman dalam membaca momentum.

Saat Canelo berdiri di tengah ring dengan tiga sabuk di bahu nya sorakan bergemuruh memenuhi stadion.

Dia mengangkat tangan tinggi tersenyum dan berteriak dalam bahasa Spanyol,…

“¡Viva México!”

8. Canelo vs Caleb plant.

Ambisi besar Saul alvarez akhi rnya mencapai puncak pada penghujung tahun 2021 setelah menumbangkan Callum Smith dan Billy Joe Saunders.

hanya tinggal satu nama yang masih menghalangi jalan nya menuju mimpi terbesar yakni Caleb Plant pemegang sabuk IBF super middleweight.

Laga ini adalah sejarah yang sedang menunggu untuk ditulis.

karena jika Canelo berhasil menang dia akan menjadi petinju Meksiko pertama yang menjadi undisputed champion di kelas 168 pound menyatukan empat sabuk bergengsi WBA, WBC, WBO, dan IBF.

Duel bersejarah itu di gelar pada 6 November 2021 di MGM Grand Garden Arena Las Vegas.

Caleb Sweet Hands Plant datang dengan 21-0 (12 KO) Julukan nya bukan tanpa alasan tinju nya memang manis lentur dan sangat rapi. dia di kenal sebagai petinju dengan gaya teknikal yang halus kaki ringan serta pertahanan yang disiplin.

Plant bukan petarung yang mengandalkan kekuatan kepalan tangan nya saja tapi kecerdikan dan kelincahan dia tahu cara menghindar dan pandai menjaga jarak lewat jab panjang nya.

Sebelum duel plant bicara dengan nada penuh keyakinan dia bahkan sempat bersitegang dengan Canelo dalam konferensi pers hingga kedua nya sempat saling dorong dan nyaris berkelahi.

Bagi Plant. itu bukan hanya promosi. dia benar-benar percaya.bisa menggagalkan ambisi besar Canelo.

Perkelahian di ronde pertengahan berjalan dengan kendali tempo, Caleb Plant tampil cukup berani tidak hanya bertahan tapi juga mencuri ronde dengan kombinasi cepat.

Beberapa juri bahkan sempat memberi nya skor unggul di ronde awal.

Namun perlahan Canelo berhasil mendaratkan hook ke tubuh atau dagu efek nya terlihat jelas Plant mundur dan ekspresi nya mulai berubah.

Canelo tidak terburu buru mengejar KO dia tetap sabar membidik dan menembak dengan akurasi yang semakin menakutkan.

Di sudut ring pelatih Eddy Reynoso berteriak singkat

“Pelan pelan saja waktu mu akan datang.”

Memasuki ronde ke-11 canelo seperti predator mulai menekan tanpa henti memaksa Plant bertahan di tali ring.

Plant mencoba bergerak ke samping tapi Canelo berhasil memotong jalur nya dan mendaratkan hook kiri keras ke wajah.

Plant terhuyung Penonton berdiri canelo tidak melewatkan kesempatan dia menyambung dengan kombinasi kanan kiri brutal yang menjatuhkan Plant ke kanvas untuk pertama kali nya.

Plant berusaha bangkit mata nya tajam tapi langkah nya kelimpungan.

Wasit memberikan hitungan dan Plant menunjukkan keberanian luar biasa dengan berdiri, Canelo langsung melanjutkan serangan melepaskan kombinasi cepat yang mendarat telak.

Wasit akhir nya menghentikan duel Canelo Alvarez menang TKO di ronde ke 11.

Begitu tangan Canelo di angkat sorak penonton mengaung di dalam arena, Canelo berdiri dengan empat sabuk juara dunia di pundak nya WBA, WBC, WBO, dan IBF.

Dia menjadi petinju Meksiko pertama. dalam sejarah yang menyatukan ke 4 sabuk di era modern.

Sebuah pencapaian yang menempatkan nya sejajar dengan legenda seperti Bernard Hopkins, jermain Taylor, Terence Crawford dan Oleksandr Usyk.

Bagi Canelo ini puncak perjalanan panjang dari yang dulu di remehkan karena terlalu pendek dan terlalu muda untuk jadi juara.

Dia menutup babak panjang pencarian nya tidak lagi pemburu sabuk melainkan raja yang duduk di puncak kekuasaan divisi super middleweight.

Malam itu Canelo tersenyum sambil memeluk ke 4 sabuk emas nya, di antara gemuruh penonton dia berkata singkat:

“Ini untuk Meksiko…Saya sudah berjanji dan saya menepati nya.”

9. Canelo vs Jaime munguia.

Puluhan bendera Meksiko berkibar sorakan “¡Viva México… menggema di seluruh penjuru arena mereka menyaksikan pesta kebanggaan nasional yang mempertemukan dua putra terbaik Meksiko dalam satu ring alvarez dan Jaime Munguia.

Jaime Munguia sang penantang muda berusia 27 tahun membawa rekor murni 43-0 (34 KO) serta ambisi besar untuk merebut tahta dan membuktikan diri nya pantas menjadi wajah baru tinju Meksiko.

Ini adalah lambang pertarungan dua generasi sang legenda mapan melawan calon penerus nya.

Munguia di mata fans sebagai petarung dengan gaya khas Meksiko tidak banyak basa basi tak banyak strategi rumit, maju, hantam, dan robohkan lawan.

Sejak debut profesional nya dia telah menghancurkan 43 lawan tanpa sekalipun kalah.

Namun menghadapi Canelo adalah level yang berbeda, ibarat kata canelo bukan cuma seorang petinju dia adalah institusi seorang veteran yang sudah melintasi era Mayweather, Golovkin, hingga Bivol.

Dalam diri Canelo terkumpul pengalaman kesabaran dan ketepatan yang hanya bisa di dapat setelah ratusan ronde menghadapi lawan elite.

Bagi Munguia malam itu adalah kesempatan hidup nya.

Dia sendiri mengaku sejak kecil menjadikan Canelo sebagai panutan nya kini dia berdiri di seberang ring siap memukul idola nya itu hingga tumbang.

Saat bel di bunyikan Munguia langsung keluar menyerang, dia maju tanpa banyak mikir memaksa Canelo bertarung di tempo tinggi, beberapa kombinasi Munguia masuk terutama jab kiri dan hook kanan ke arah kepala.

Ronde ke 4 menjadi momen tak terlupakan Saat Munguia mencoba masuk dengan kombinasi cepat, Canelo membaca gerakan itu seolah menonton tayangan ulang.

Dalam secepat kilat Canelo melepaskan uppercut kanan yang langsung menghantam dagu Munguia.

Penonton terdiam, munguia jatuh tersungkur untuk pertama kali nya dalam karir nya, dia bangkit tapi sekilas terlihat mata nya kabur ke arah lawan, wasit menghitung sampai delapan dan Munguia mengangkat tangan menandakan siap melanjutkan.

Ketika akan masuk ke putaran 10 dan ke-11 wajah Munguia mulai bengkak meski begitu dia menolak menyerah.

“Yo soy mexicano,” kata nya di sudut ring “Saya orang Meksiko.”

Canelo menatap nya dengan hormat, tidak ada cemooh atau ejekan, hanya dua petarung dari tanah yang sama kini saling menguji batas satu sama lain.

Saat bel terakhir berbunyi, kedua nya saling memeluk tepuk tangan panjang menggema di seluruh arena malam itu tidak ada pecundang hanya pemenang yang lebih lengkap.

Tiga juri memberikan skor mutlak untuk Canelo Alvarez, tidak ada protes atau kontroversi.

Canelo Alvarez menang mutlak (unanimous decision) dan berhasil mempertahankan keempat sabuk dunia.

Canelo menutup malam itu dengan mengangkat bendera Meksiko tinggi.

“Saya bangga dengan Jaime kata nya di mikrofon pasca-pertarungan.

“Dia punya hati seorang juara, meksiko punya masa depan cerah.

10. Canelo vs Edgar berlanga.

Las Vegas selalu punya cerita setiap kali bulan September tiba, di akhir pekan yang bertepatan dengan Mexican Independence Day kota penuh lampu itu selalu berubah jadi lautan warna hijau putih dan merah warna kebanggaan Meksiko.

pada 14 September 2024 tradisi itu kembali hidup, Tapi kali ini Canelo berhadapan dengan lawan yang membawa gengsi besar dari seberang laut Karibia Edgar Berlanga petinju asal Puerto Rico yang datang dengan 22-0 (17 KO).

Pertarungan ini adalah babak terbaru dari rivalitas legendaris Meksiko vs Puerto Rico. rivalitas yang melahirkan begitu banyak duel bersejarah dari era Wilfredo Gomez vs Salvador Sanchez hingga Cotto vs Canelo sendiri.

Edgar The Chosen One Berlanga adalah sensasi besar ketika muncul di awal karir nya.

Dunia menatap nya dengan kagum setelah dia mencatat 16 kemenangan KO beruntun di ronde pertama, rekor langka yang langsung membuat nya di sorot media dan penggemar.

Dengan tubuh kekar dan pukulan kanan yang bisa mematikan, berlanga di sebut sebagai penerus tradisi besar petinju Puerto Rico seperti Felix Trinidad dan Miguel Cotto.


Tapi di balik itu muncul tanda tanya, setelah naik level performa nya mulai berbeda dia beberapa kali gagal memukul KO lawan dan sempat di cibir karena kehilangan ketajaman nya.

Namun satu yang tak berubah adalah Keteguhan hati nya..
Menjelang duel melawan Canelo Berlanga berkata lantang,

“Saya tidak takut. Canelo manusia biasa….Saya datang untuk merebut tahta nya.”

Ucapan itu menambah bumbu panas dalam rivalitas klasik dua bangsa.

Kejadin yang tak mungkin di lupakan oleh berlang terjadi pada ronde ketiga ketika Berlanga melepaskan pukulan kanan yang sedikit berlebihan Canelo membalas dengan hook kiri kilat ke arah dagu.

Pukulan itu mendarat keras akurat dan menghentak, berlanga langsung ambruk ke kanvas penonton berdiri sebagian menutup mulut tak percaya.

Wasit menghitung.
Satu… dua… tiga…
Berlanga bergerak memaksa berdiri pada hitungan ke 8.

dia masih goyang seperti gempa tapi mata nya menatap lurus ke arah Canelo menandakan belum mau menyerah.

Knockdown itu menjadi luka pertama dalam karier Berlanga tapi juga menjadi bukti bahwa nyali nya bukan main dia memilih bangkit bukan bertahan di tanah.

Setelah knockdown itu canelo seperti membuka mode baru, dia mendikte pertarungan sepenuh nya.

Hook kiri uppercut kanan kombinasi ke tubuh semua di lepaskan dengan efisiensi luar biasa. Berlanga mencoba melawan tapi semakin sering dia maju semakin sering pula dia menerima pukulan.

Di sudut ring pelatih Berlanga terus berteriak…

“Gunakan jab! Jangan biarkan dia menutup ruang gerak!”

Ronde terakhir berjalan dalam suasana emosional, canelo tahu dia sudah menang tapi tetap tampil profesional.

Berlanga pun tidak lagi memburu KO dia hanya ingin bertahan sampai akhir membuktikan diri nya layak berada di ring yang sama dengan sang legenda.

Saat bel penutup berbunyi kedua petinju langsung berpelukan lama.

Tidak ada permusuhan hanya rasa saling hormat antara dua bangsa yang sejak dulu bersaing tapi sama sama mencintai tinju sepenuh hati.

Sorakan publik memuncak ketika Canelo mengangkat tangan Berlanga….

“Dia masih muda dan dia punya masa depan.”

Ketiga juri memberikan skor mutlak untuk Canelo Alvarez.
Keputusan unanimous decision yang tak bisa di bantah.

Berlanga menerima hasil itu dengan lapang dada, dia kalah di atas ring tapi menang di hati penggemar, dia jatuh bangkit dan bertarung hingga akhir, karakter yang membuat nya mendapat penghormatan bahkan dari lawan yang mengalahkan nya.

Canelo dalam wawancara seusai pertarungan berkata singkat.

“Berlanga kuat dia punya semangat besar, tapi pengalaman adalah segala nya… Saya pernah jadi dia dulu.”

kata itu terdengar seperti nasihat seorang guru kepada murid nya.

11. Canelo vs William scull.

Setelah menumbangkan nama nama besar seperti Gennadiy Golovkin, Callum Smith. Caleb Plant, Jaime Munguia hingga Edgar Berlanga Canelo Alvarez kembali naik ring pada 3 Mei 2025.

Kali ini lawan nya bukan superstar tapi petarung misterius asal Kuba bernama William Scull.

Laga ini di gelar megah di ANB Arena Riyadh Arab Saudi bagian dari proyek ambisius kerajaan untuk menjadikan tanah gurun itu sebagai pusat baru olahraga dunia.

Tidak banyak yang tahu soal William Scull dia bukan petinju glamor dengan sorotan kamera tapi gaya bertinju nya disiplin khas sekolah tinju Kuba, kaki ringan defense ketat dan pukulan yang selalu diperhitungkan.

Dia datang bukan untuk jadi korban melainkan membawa keyakinan bahwa gaya taktis nya bisa memecahkan pola Canelo yang selama ini sulit di tembus.

Ronde pertama sampai ke 3 berjalan hati hati. Scull membuka duel dengan jab kanan dari jarak jauh agar tidak terjebak dalam serangan ke tubuh.

Namun seperti biasa canelo tetap berjalan maju perlahan dan menunggu titik lemah, Tiap kali Scull berhenti bergerak Canelo langsung mengirim hook ke tubuh yang keras dan akurat.

Scull beberapa kali sukses menghindar tapi tenaga Canelo terasa berbeda, tiap pukulan ke tubuh berbunyi nyaring dan makin lama menguras tenaga nya.

Ronde 10 sampai 12 jadi pementasan satu arah.

Scull masih berdiri tegak canelo dengan wajah tenang tanpa amarah tetap fokus menjalankan rencana dia tahu kemenangan sudah di tangan nya.

Ketika bel akhir berbunyi tiga juri sepakat memberikan kemenangan(unanimous decision) untuk Canelo Alvarez.

Scull mungkin kalah tapi dia memberi perlawanan sejauh yang bisa di lakukan di hadapan monster seperti Canelo.

Canelo Alvarez bukan lagi petinju hebat dia sudah menjelma jadi panutan disiplin dan keabadian. dia bukan hanya juara dunia perusak rekor sempurna dan pengingat bahwa di atas ring nama besar saja tidak cukup.

Siapa lagi yang cukup berani menantang Canelo dan adakah yang bisa menghentikan nya?”

#Caneloalvarez #Gennadygolovkin #Edgarberlanga

Scroll to Top