Pertarungan Austin Williams vs Wendy Toussaint sejati nya tidak pernah direncanakan menjadi laga utama yang di sorot. Bahkan duel ini lahir dari situasi yang nyaris membuat Williams pulang tanpa bertanding.
Carlos Adames mundur mendadak karena sakit, sabuk dunia WBC yang akan di pertaruhkan pun hilang begitu saja.
Tapi kekosongan selalu melahirkan peluang lain. Wendy Toussaint masuk sebagai pengganti dadakan dan dari situlah cerita ini di mulai.
Sejak ronde pertama, Williams datang seperti petinju yang tidak mau membuang waktu. Southpaw dengan postur atletis itu langsung menguasai memanfaatkan tangan kanan untuk mengganggu Toussaint.
Bukan jab asal lempar tapi punya tujuan. Mengunci kepala dan memaksa lawan berpikir dua kali sebelum masuk.
Toussaint sendiri tidak datang untuk numpang lewat, dengan persiapan super singkat dia justru berani di awal, beberapa kali mencoba masuk lewat pukulan lurus berharap bisa memancing Williams agar masuk jebakan nya.
tapi williams tidak terpancing menunggu situasi yang tepat untuk menyerang balik.
Baca juga:
Ronde demi ronde variasi serangan Williams mulai menguasai jalan nya duel, Toussaint mulai kesulitan untuk memukul.
pemandangan hebat datang di akhir ronde ke 4, Toussaint mencoba jab mungkin berharap bisa mencuri poin namun Williams membaca itu dengan sempurna, sebuah counter right uppercut melesat dari bawah, bersih, presisi, dan cukup keras untuk menjatuhkan Toussaint ke kanvas.
Setelah knockdown itu Toussaint tetap berusaha tidak menyerah atau mencari alasan tapi pertahanan terus terbuka, Williams mulai lebih bebas memainkan kombinasi.
Masuk ronde tengah hingga akhir Toussaint mulai melambat, Williams memanfaatkan itu dengan cerdas, memukul lalu keluar mencari aman.
Skor juri dominasi hampir mutlak, Dua kartu 99-90 dan satu 98-91.
pendapat saya inilah kemenangan yang sering di remehkan publik tapi sangat di hargai di kalangan promotor dan matchmaker.
Williams membuktikan bahwa dia siap bertanding meski rencana berubah, tidak bergantung pada satu skenari dan bisa menang tanpa harus memaksakan KO.
Sebalik nya bagi Toussaint, kekalahan ini tidak serta merta merusak segala nya. Masuk mendadak melawan petinju yang sudah full camp, lalu mampu bertahan sampai bel akhir itu tetap catatan positif.
Jika melihat ke depan austin Williams kini sudah terlalu bagus hanya untuk laga pengisi, tapi masih butuh satu atau dua nama besar untuk benar di dorong ke perebutan gelar dunia.
#Austinwilliams #Wendytoussaint










Pingback: Zayas vs Baraou: Kawan Jadi Lawan, Gelar Di rebut Tipis
Pingback: Carrington Nyaris KO, Bangkit & Habisi Castro di MSG