Patung Oscar De La Hoya masih berdiri di dekat arena paling ikonik di Los Angeles. tapi di balik lambang kejayaan itu ada yang sedang menghampiri sang legenda. Kali ini bukan tentang tinju tapi masalah utang, gedung kosong dan ancaman penyitaan.
Mantan juara dunia multi divisi itu di laporkan gagal memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman bernilai puluhan juta dolar yang melekat pada sebuah gedung perkantoran di pusat kota Los Angeles.
Gedung tersebut tidak hanya aset properti biasa namun rumah bagi kantor pusat Golden Boy Promotions, perusahaan promotor yang dia dirikan menjadi salah satu kekuatan besar dalam industri tinju modern.
Masalah dari pinjaman senilai 27 juta dolar AS yang kini berubah menjadi beban serius. Laporan media properti menyebutkan bahwa De La Hoya masih menunggak hampir 23 juta dolar dan dia telah melewati batas waktu pembayaran yang di sepakati.
Kondisi ini membuka pintu bagi proses foreclosure atau penyitaan gedung oleh pihak pemberi pinjaman.
Di tengah situasi genting tersebut, kubu De La Hoya di kabarkan tengah berupaya merundingkan ulang skema pinjaman, berharap perubahan syarat dapat mencegah hilang nya aset strategis tersebut.
Namun dalam dunia properti komersial, negosiasi ulang bukan jaminan keselamatan terutama ketika kondisi pasar sedang tidak bersahabat.
Masalah De La Hoya tidak berdiri sendiri, Pasar real estate komersial di Amerika Serikat tengah berada kacau balau, banyak gedung perkantoran kehilangan penyewa, terutama sejak pasca pandemi. Pendapatan sewa menurun sementara cicilan pinjaman tetap berjalan tanpa kompromi.
Bangunan setinggi 12 lantai dengan luas sekitar 150.000 kaki persegi tersebut di laporkan kosong hampir 40 persen.
ironis nya kantor Golden Boy Promotions sendiri hanya menempati sekitar 7 persen dari keseluruhan gedung, angka yang terlalu kecil untuk menopang beban finansial sebesar itu.
Dengan kata lain, gedung yang dulu mungkin di proyeksikan sebagai mesin pendapatan jangka panjang kini justru berubah menggerogoti stabilitas bisnis.
Secara geografis, gedung ini berada di lokasi yang sangat strategis 626 Wilshire Boulevard hanya beberapa langkah dari Crypto.com Arena.
Karena itu potensi penyitaan gedung ini bukan hanya soal kehilangan properti, tetapi juga pukulan bagi citra De La Hoya sebagai pengusaha sukses di dunia tinju.
Kehilangan markas besar di jantung Los Angeles akan menjadi tekanan finansial nyata.
kasus ini memperlihatkan sisi lain, besar di panggung belum tentu kokoh di keuangan. Golden Boy Promotions tetap aktif dan punya nama besar, tetapi masalah properti ini menunjukkan bahwa ekspansi bisnis di luar ring tidak selalu berjalan seindah sukses nya.
banyak promotor tinju bergantung pada arus kas jangka pendek, sementara investasi jangka panjang seperti properti bisa berubah menjadi jebakan ketika kondisi ekonomi bergeser.
Jika gedung ini benar disita, dampak nya mungkin tidak langsung mematikan Golden Boy Promotions, tapi akan menjadi retakan besar dalam bisnis Oscar De La Hoya sebuah kontras tajam dengan patung emas yang masih berdiri megah tak jauh dari sana.
#Oscardelahoya #Goldenboypromotions










Pingback: Mimpi Jadi Nyata: Makhmudov vs Tyson Fury 11 April 2026.