Raymond Muratalla Menang Angka atas Andy Cruz dan Mengukuhkan Status Juara IBF

muratalla pertahankan gelar IBF

Sabtu malam Raymond Muratalla sukses mempertahankan sabuk IBF kelas ringan atas penantang nya Andy Cruz peraih emas Olimpiade Tokyo 2021 dan alumni sekolah tinju Kuba, dia datang ke laga ini dengan pengalaman amatir yang hampir tak tersentuh.

Di Olimpiade Cruz di kenal sebagai petinju yang tenang nyaris tak pernah panik, kecepatan tangan nya menjadi senjata utama, sementara kecerdasan ring nya sering membuat lawan tanpak selangkah lebih lambat.

Raymond Muratalla tidak tumbuh dalam sistem negara atau di bentuk oleh program nasional dan tidak pernah mendapat kemewahan turnamen internasional, dia tumbuh di fontana california selatan lingkungan yang mengajarkan jika ingin bertahan harus lebih keras dari hari kemarin.

Sejak ronde pertama Cruz memulai dengan cepat memukul lebih dulu memanfaatkan straight kanan dan kombinasi kiri yang tajam.

Muratalla menerima pukulan itu seolah lagi latihan dan dia tidak membalas dengan kecantikan teknik tapi membalas dengan niat.

Setiap kali Cruz memukul kepala Muratalla menjawab dengan pukulan ke tubuh, di ronde ke 3 Cruz unggul dalam kecepatan dia membuat sang juara meleset beberapa kali lalu membalas dengan pukulan telak, penonton mulai merasakan aroma keunggulan teknik khas Kuba.

Dia mulai menekan tubuh Cruz dengan konsistensi yang kejam, bukan satu dua pukulan tetapi rangkaian tekanan yang menggerogoti.

Pukulan ke rusuk, perut juga ke sisi tubuh pukulan perlahan menguras energi, ronde ke 6 menjadi yang paling emosional, Cruz masih tajam tetapi kini dia harus lebih keras untuk setiap gerakan Muratalla sebalik nya terlihat enteng mendikte setiap gerakan.

Di sinilah terlihat perbedaan antara petinju yang terbiasa bertarung 12 ronde dan yang baru menjelajah wilayah itu.

Memasuki ronde ke 9 pertarungan berubah bentuk siapa yang lebih sanggup bertahan dalam ke tidak nyamanan, pelatih Muratalla Robert Garcia terus meneriakkan instruksi untuk menyerang tubuh dan itu dengarkan dengan baik peluang kecil di manfaatkan untuk menekan bagian tengah Cruz.

Cruz dengan semua kecerdasan nya berusaha menjaga jarak tetap aktif dan tidak tenggelam dalam pertarungan jarak dekat, dia masih mencetak momen apik termasuk pukulan kanan keras di ronde ke 10 yang sempat mengingatkan semua orang tentang kualitas nya.

Di ronde akhir saat banyak petinju mulai mengamankan skor atau menunggu bel terakhir Muratalla malah terus maju.

Ketika bel terakhir berbunyi skor mayoritas 114-114, 118-110 dan 116-112, ada juri yang melihat keseimbangan namun hasil akhir nya sabuk tetap berada di pinggang sang juara bertahan.

Bagi Muratalla jawaban atas semua keraguan yang mengikuti nya sejak dia di sebut juara sampingan karena Vsyl Lomachenko pensiun.

Kemenangan Raymond Muratalla ini jauh lebih penting dari pada kemenangan KO yang spektakuler, dia tidak mengalahkan Cruz dengan trik atau keberuntungan tetapi dengan ketahanan mental, disiplin rencana dan keberanian untuk bertahan.

Muratalla menunjukkan bahwa sabuk IBF tidak hanya lambang administratif tapi hasil usaha keras yang benar di uji di level tertinggi.

Sementara itu Andy Cruz sama sekali tidak kalah secara moral justru ini bisa menjadi fondasi penting bagi karir profesional nya, dia belajar bahwa di tinju pro dan kecantikan teknik harus di barengi dengan ketangguhan fisik dan kesiapan bertarung di ronde gelap.

Jika Cruz mampu menyerap pelajaran ini dia tetap akan menjadi ancaman serius di kelas ringan namun malam ini milik Muratalla petinju yang membuktikan bahwa terkadang jalan terberat adalah jalan yang paling sah menuju status juara sejati.

#Raymondmuratalla #IBF #Andycruz

Scroll to Top