Subriel Matias Kehilangan Gelar Setelah Kalah TKO Melawan Dalton Smith

Dalton smith rebut gelar matias

Subriel Matias datang ke Brooklyn sebagai petinju yang di takuti. Rekornya penuh KO, Namun Sabtu malam cerita berubah. Untuk pertama kali nya dalam kariernya, Matias bukan hanya di jatuhkan tapi dia di hentikan.

Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi Matias yang harus rela kehilangan gelar WBC junior welterweight pada pertahanan pertama nya.

Petinju asal Fajardo Puerto Rico tersebut rekor nya menjadi 23-3 22 KO setelah sebelum nya merebut sabuk pada Juli lalu dengan mengalahkan Alberto Puello.

Sebalik nya bagi Dalton Smith, malam itu adalah titik lahir seorang juara dunia. Petinju asal Sheffield Inggris meningkatkan rekornya menjadi 19-0 14 KO dan merayakan pencapaian terbesar dalam karir nya dengan cara yang tak terlupakan.

Dia menyerahkan sabuk juara kepada ayah nya Grant Smith di atas ring.

Promotor Matchroom Boxing Eddie Hearn, tak ragu melontarkan pujian besar. Menurut nya, Smith bukan hanya menang, dia mengalahkan Matias dengan permainan nya sendiri.

Sebuah pertarungan penuh darah, ketegangan yang menandai kemunculan bintang baru di divisi 140 pon.

Smith sendiri mengakui bahwa ini adalah pertama kali nya dia masuk ring sebagai underdog. Namundari posisi itu, sisi paling berbahaya dalam diri nya muncul. dia menyambut tantangan, menyebut diri nya kini sebagai juara dunia dan siap menghadapi siapa pun yang datang berikut nya.

Semua itu di tentukan di ronde kelima. Setelah pertarungan berjalan keras dan ketat, Smith melepaskan sebuah pukulan kanan yang mengubah arah duel.

Matias terhuyung huyung untuk pertama kali nya mundur sepanjang laga. Tak lama berselang, pukulan kanan berikut nya mengirim Matias ke kanvas.

Meski mampu bangkit wasit menilai kondisi nya tak lagi aman dan menghentikan pertarungan pada menit 2:24. Di sini matias menepis seolah oleh protes pada wasit, tapi keputusan ini sangat tepat menjaga agar tidak terjadi cidera.

Padahal beberapa ronde sebelum nya, Smith sempat berada dalam tekanan.

Di akhir ronde ke empat, wajah nya berlumuran darah akibat luka di atas mata kiri yang di putuskan wasit berasal dari benturan kepala.

Momentum sempat terlihat mengarah ke Matias, terutama sejak ronde ke tiga ketika Smith memilih bertukar pukulan langsung dan memberi lawan nya ruang untuk menunjukkan kekuatan nya.

Dua ronde awal sendiri berjalan relatif seimbang. Smith tampil disiplin dari luar, memanfaatkan pergerakan dan jab, sementara Matias membalas dengan pukulan pukulan pendek dan akurat.

Tak ada dominasi mutlak hingga satu momen di ronde ke 5 itu membalikkan nya.

Dengan satu kemenangan itu, Dalton Smith tidak hanya merebut gelar dunia pertama nya. dia juga melakukan sesuatu yang belum pernah di lakukan siapa pun sebelum nya. menjatuhkan dan menghentikan Subriel Matias.

Dari underdog menjadi juara. Dari penantang kini pusat perhatian di kelas junior welterweight.

Menurut saya, kemenangan Dalton Smith atas Subriel Matias ini jauh lebih besar dari pada angka TKO. Ini adalah momen di mana Smith naik kelas, bukan hanya sebagai juara dunia, tapi sebagai petinju yang siap bertahan di level tertinggi.

Saya melihat Smith tampil sangat dewasa. Meski sempat berdarah dan di tekan di ronde ronde tengah, dia tidak panik dan tidak kehilangan rencana.

Banyak petinju runtuh ketika harus bertukar pukulan dengan Matias, tapi Smith memilih momen yang tepat untuk membalas. Pukulan kanan nya bukan keberuntungan tapi hasil kesabaran.

inilah kemenangan yang bisa mengubah persepsi satu divisi. Jika sebelum nya Matias di anggap momok kelas 140 pon, maka setelah laga ini Dalton Smith pantas disebut sebagai pusat perhatian baru.

Tantangan sesungguh nya baru di mulai dan Smith tidak lagi bisa di pandang sebagai underdog.

#Daltonsmith #Subrielmatias #Tinjudunia

3 komentar untuk “Subriel Matias Kehilangan Gelar Setelah Kalah TKO Melawan Dalton Smith”

  1. Pingback: Hasil Tinju 11 Januari 2026 Di Jerman Berakhir KO/TKO

  2. Pingback: Santillan vs Reyes, perang WBA interim di kandang sendiri

  3. Pingback: Sejarah hari ini, Marvin Hagler Kalah pada 13 Januari 1976

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top