Pilihan lawan biasa nya di tentukan oleh uang besar atau sabuk, Murat Gassiev sedang memilih keputusan lain, di tengah banyak nya nama raksasa dan peluang duel super, juara reguler WBA ini memusatkan pikiran nya pada satu nama lama Otto Wallin.
Bukan karena Wallin juara dunia atau karena nilai komersial nya paling besar alasan nya jauh lebih pribadi rasa belum terima, kekalahan nya pada 2023 masih mengganjal di hati nya karena menurut dia di rampas oleh penilaian juri.
Kala itu di Turki Gassiev harus menerima kekalahan split decision, dua juri memberi Wallin kemenangan tipis 115-113 sementara satu juri lain melihat Gassiev menang jauh 117-112 skor inilah yang terus menghantui pikiran nya.
Dalam benak Gassiev hasil itu tidak menjadi patokan apa yang terjadi di atas ring, dia tidak menahan diri bahkan menyindir dengan kata yang langsung menyebar luas.
“Saat satu juri memberi skor sangat berbeda, rasa nya seperti satu orang menonton tinju sementara yang lain menonton kartun.”
Bagi Gassiev ini tidak hanya emosi sesaat tapi keyakinan penuh bahwa dia tidak kalah dalam pertarungan tersebut terlepas dari apa yang tertulis di kertas skor yang kini berubah menjadi obsesi yaitu rematch.
Jika di lihat dari luar keputusan Gassiev tanpak aneh, dia baru saja meraih sabuk WBA reguler dengan KO brutal atas Kubrat Pulev di Dubai kemenangan yang mengangkat nama nya kembali ke jajaran elite.
Dengan status itu dia bisa saja menantang nama seperti Oleksandr Usyk wardley atau juara dunia lain demi uang dan ketenaran tapi Gassiev melihat sesuatu yang lebih penting dari pada itu semua menyelesaikan urusan lama.
Menurut nya karir yang hebat tidak hanya di ukur dari sabuk juga dari rasa puas terhadap setiap duel yang dia lewati.
Otto Wallin sendiri bukan petinju baru belajar, dia kidal bertubuh tinggi asal Swedia ini terkenal sebagai lawan yang merepotkan siapa pun termasuk Tyson fury sampai berdarah2 walaupun pada akhir nya kalah angka.
Wallin juga tercatat sebagai salah satu dari hanya dua petinju yang pernah mengalahkan Gassiev sepanjang karir profesional nya, fakta inilah yang membuat nama nya terus terngiang di kepala, bagi nya Wallin bukan cuma mantan lawan dia adalah tanda tanya yang belum terjawab.
Untuk memahami obsesi nya kita perlu menengok perjalanan Gassiev, dia bukan petinju yang selalu berada di puncak kelas berat, karir nya di bangun dari kelas cruiserweight di mana dia sempat menjadi monster yang di takuti.
Namun di puncak itu dia juga merasakan kekalahan yang cukup mengecewakan dalam hidup nya dari Oleksandr Usyk pada 2018.
Kekalahan itu menghentikan jalan nya menuju status legenda di kelas tersebut, sejak saat itu Gassiev belajar sesuatu yang tidak di selesaikan akan selalu menghantui.
Meski fokus pada Wallin Gassiev tetap mengatakan bahwa dia bukan petinju yang memilih milih secara berlebihan, dalam pernyataan nya dia menyebut bahwa unifikasi gelar tetap menjadi prioritas utama di ikuti oleh pertarungan wajib.
“Siapa pun yang mereka taruh di depan saya itulah yang akan saya hadapi”.
Kata2 ini mengibaratkan mentalitas petarung sejati bahwa Wallin hanyalah satu bagian dari misi yang lebih besar, saat ini Gassiev berusia 33 tahun, dia tidak lagi muda tapi juga belum terlalu tua, setiap keputusan kini menentukan apakah karir nya akan naik satu tingkat lagi atau perlahan memudar.
Rematch melawan Wallin bisa menjadi pertaruhan besar, menang akan membersihkan catatan lama dan memperkuat posisi nya jika Kalah lagi Itu akan menjadi noda yang jauh lebih sulit di hapus.
Dari pandangan penulis jika rematch ini terjadi sebenar nya cukup bagus untuk di tonton, laga pertama cukup ketat hasil nya kontroversial kedua petinju kini berada di level yang lebih serius.
Mungkin teman2 akan bertanya kenapa Gassiev tidak mengejar duel super saja, jawaban nya duel besar bisa datang kapan saja tapi kesempatan menebus kekalahan tidak selalu tersedia.
Bila Gassiev melewatkan Wallin sekarang dan terus melangkah kekalahan itu akan selalu di bawa ke mana pun pergi seperti beban yang tak di inginkan, sampai sekarang belum ada kepastian apakah Wallin akan menerima tantangan tersebut.
Otto Wallin mungkin bukan nama terbesar di kelas berat tapi bagi Gassiev dia adalah lawan paling penting saat ini, ketika seorang petinju naik ring dengan motivasi seperti itu biasa nya ending tidak akan mengecewakan penonton.
#Muratgassiev #Ottowallin #Kelasberat









