Tyson Fury Umumkan Comeback di Usia 37 Tahun, Apa yang Sebenarnya Dia Cari di Ring?

Fury kembali di usia 37 tahun

Ungkapan tyson fury itu mungkin terdengar kasar…tapi ini bentuk kejujuran nya…

Tidak ada yang lebih baik untuk dilakukan selain memukul pria di wajah dan dibayar untuk itu.

Kalimat ini bukan candaan khas Fury. Menurut saya, ini adalah pengakuan tentang kondisi seorang petinju yang belum ingin selesai dengan ring meski dunia mungkin menganggap nya sudah lewat.

Di usia 37 tahun, setelah dua kekalahan beruntun dari Oleksandr Usyk, Tyson Fury mengumumkan niat kembali bertinju pada 2026.

Bukan lewat konferensi pers besar atau lewat promotor. Tapi lewat Instagram, tempat Fury paling sering berbicara ceplas ceplos apa ada nya.

Bagi banyak orang, ini terdengar seperti lelucon. Bagi sebagian lain, ini nostalgia yang di paksakan. Tapi menurut saya, ini jauh lebih dalam dari itu ini tentang identitas.

Sebelum kita bicara siapa yang akan dia lawan, Usyk lagi, Anthony Joshua, atau siapa pun..kita perlu membalik sudut pandang. Pertanyaan nya bukan apakah Fury masih bisa juara?
Tapiii apakah Fury tahu hidup tanpa tinju?

Jawaban jujur nya menurut saya tidak.

Mari kita mulai dari titik paling akhir..dua kekalahan dari Oleksandr Usyk.

Secara resmi, Fury kalah dua kali lewat keputusan juri. Secara psikologis, dia tanpak tidak pernah menerima kekalahan itu. Fury berkali kali mengatakan bahwa dia merasa memenangkan kedua pertarungan tersebut. di situlah konflik internal nya bermula.

Petinju yang bisa menerima kekalahan biasa nya akan pensiun dengan tenang. Petinju yang tidak bisa menerima nya akan selalu merasa ada urusan yang belum tuntas.

Fury termasuk kategori kedua.

Namun yank menarik , dia tidak kembali dengan nada dendam tapi dengan nada bosan.

I’ve got nothing better to do.

Pendapat saya, ini jauh lebih berbahaya dari pada ambisi gelar. Petinju yang kembali demi pembuktian masih punya api terarah. Petinju yang kembali karena kebosanan sering kali bertarung melawan kekosongan hidup nya sendiri.

Di sinilah ring menjadi satu satu nya tempat yang bisa melampiaskan semua unek2 nya.

Sejak kekalahan terakhir nya, Fury tidak pergi. dia berlari. berlatih. mengunggah video. dia berada di gym dan terlihat sparring di Thailand bersama Kevin Lerena.

Semua tanda petinju yang bilang saya pensiun tapi tubuh dan pikiran nya menolak.

Kalo saya ngomong, Fury tidak sedang comeback. karena dia tidak pernah betul2 menghilang.

Lalu bagaimana dengan faktor usia???

37 tahun untuk kelas berat memang tidak setua di kelas ringan atau welter. Tapi ini bukan soal umur kronologis, ini soal jumlah perang.

fury telah melalui pertarungan brutal melawan Deontay Wilder, perang psikologis bertahun-tahun, naik turun mental, depresi, kecanduan, comeback, lalu duel teknis intens melawan Usyk.

Namun Fury adalah anomali. Secara fisik, dia masih besar, lentur, dan bergerak lebih baik dari pada banyak petinju yang lebih muda.

Secara teknik, dia masih elit. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah rasa ambisi menjadi juara lagi masih ada???

Dulu, dia bertarung untuk membuktikan diri.
Sekarang mungkin bertarung untuk merasa hidup.

ini membawa kita ke dua nama yang selalu muncul antara Oleksandr Usyk dan Anthony Joshua.

Fury pernah berkata bahwa dia hanya akan kembali untuk dua pertarungan… trilogi Usyk dan duel lama melawan Joshua.

Secara bisnis, Joshua adalah emas.
Secara ego, Usyk adalah duri.

Pandangan saya, duel Joshua vs Fury tetap akan terjadi suatu hari, bukan karena relevansi olahraga, tapi karena sejarah dan uang. Dua raksasa Inggris satu panggung terakhir.

Namun duel melawan Usyk Itu berbeda.

Usyk adalah satu satu nya petinju yang mematahkan Fury sebagai petinju tak tersentuh. Dan Fury dengan segala karakter nya adalah orang yang sulit hidup dengan mitos yang runtuh.

Tapi kenyataan nya berbelok, setiap kali Fury menghadapi Usyk, dia terlihat satu langkah lebih lambat. Bukan bodoh atau lemah hanya kalah tak tik. tinju level tertinggi tidak memaafkan itu.

Jika trilogi terjadi, menurut saya risiko nya besar. Bukan hanya kalah lagi, tapi kalah dengan cara yang tak bisa di perdebatkan.

itu akan mengunci karir Fury dengan cara yang mungkin tidak dia inginkan.

Sebalik nya, melawan Joshua memberi Fury kendali cerita. Menang atau kalah, dia tetap ikon. Itu pertarungan yang aman.

Namun ada faktor lain yang membuat rencana Fury kabur yaitu Anthony Joshua sendiri.

Joshua kini sedang menghadapi tragedi pribadi besar. Masa depan nya belum jelas. tanpa Joshua, rencana comeback Fury kehilangan poros komersial terbesar nya.

Di sinilah saya melihat Fury seperti petinju yang berdiri, tapi tidak tahu jalan mana yang benar benar dia inginkan.

Bagi saya pribadi, kemungkinan terbesar adalah ini, Fury akan kembali, bertarung sekali, mungkin dua kali. Tidak untuk membangun era baru, tapi untuk menutup dengan cara nya sendiri dan itu tidak selalu berarti juara.

Banyak petinju hebat gagal memahami kapan harus berhenti. Tapi ada juga yang tahu bahwa berhenti bukan soal menang kalah melainkan soal berdamai.

Apakah Fury sudah berdamai dengan kekalahan dari Usyk??? Jelas belum.

Apakah dia bisa berdamai dengan diri nya sendiri tanpa ring?? Saya sendiri ragu.

Itulah sebab nya dia kembali.

Bukan karena dunia membutuhkan nya.
Tapi karena dia membutuhkan tinju.

itu tidak salah. Selama dia jujur pada diri nya sendiri, tidak kembali demi ilusi bahwa waktu bisa di putar ulang.

Jika 2026 benar-benar menjadi Return of The Mac, maka ini bukan comeback biasa. Ini adalah epilog.

#Tysonfury #Furycomeback #tysonfury2026

3 komentar untuk “Tyson Fury Umumkan Comeback di Usia 37 Tahun, Apa yang Sebenarnya Dia Cari di Ring?”

  1. Pingback: Petinju yang Di takuti Muhammad Ali dan Pengakuan nya

  2. Pingback: Vergil Ortiz jr Tak Ingin Terjebak Dari Popularitas Instan

  3. Pingback: Joe Louis vs Buddy Baer, Duel Kontroversial Kelas Berat

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top