Ratusan orang berdiri rapi di luar London Central Mosque Minggu pagi. Tidak ada teriakan, hanya antrean panjang di isi wajah wajah dari berbagai latar belakang.
Dunia tinju, komunitas lokal dan masyarakat umum menyatu memberi penghormatan terakhir kepada Latif Ayodele dan Sina Ghami.
Di tengah barisan itu, Anthony Joshua berdiri bersama keluarga almarhum.
Baca juga:
Bukan sebagai juara dunia.
Melainkan sebagai seorang sahabat yang kehilangan.
Prosesi pemakaman di London menjadi penutup dari tragedi yang mengguncang tinju internasional.
Salat jenazah untuk Latz di gelar pukul 10.00 pagi, di susul pemakaman Sina Ghami di Hendon Cemetery siang hari nya. Acara penghormatan terakhir berlangsung sore hari, memberi ruang bagi pelayat untuk melepas dua sosok yang selama ini berada di balik layar karir Joshua.
Kehadiran Joshua di setiap rangkaian acara itu menyampaikan pesan luka yang dia alami jauh lebih dalam dari cidera fisik.
Beberapa hari sebelum nya, dunia baru mengetahui betapa dekat nya Joshua dengan maut.
Kecelakaan fatal itu terjadi 29 Desember 2025 di Negara Bagian Ogun Nigeria. SUV Lexus yang di tumpangi Joshua kehilangan kendali setelah ban pecah, lalu menghantam truk yang sedang berhenti.
Dalam hitungan detik, perjalanan biasa berubah menjadi tragedi.
Sina Ghami pelatih kekuatan dan kondisi fisik Joshua dan Latif Ayodele pelatih pribadi sekaligus sahabat dekat wafat di tempat kejadian beruntung Joshua selamat.
dia hanya mengalami luka ringan dan keluar dari rumah sakit Nigeria pada 31 Desember. Tidak ada operasi. Tidak ada cidera yang mengancam kariernya.
Namun belakangan terungkap detail yang membuat tragedi ini terasa lebih kejam. Joshua sempat bertukar tempat duduk dengan Latz hanya beberapa menit sebelum kecelakaan.
Detail itu mengubah dari selamat dari kecelakaan menjadi nyaris bertukar nasib.
Pengemudi kendaraan, Adeniyi Mobolaji Kayode, kini menghadapi dakwaan serius mulai dari menyebabkan kematian akibat mengemudi berbahaya hingga tidak memiliki SIM yang sah.
Dia membantah semua tuduhan. Proses hukum berjalan, tetapi bagi keluarga korban, keputusan pengadilan tak akan pernah mengembalikan yang hilang.
Di tengah kesunyian setelah kecelakaan, Joshua memilih satu kalimat singkat untuk berbicara ke publik.
Dia mengunggah pesan bertuliskan My Brother’s Keeper. kata yang mencerminkan hubungan personal, bukan relasi profesional.

Joshua selama ini di kenal sebagai figur terkontrol, penuh disiplin, dan jarang membuka sisi rapuh nya ke publik.
Namun tragedi ini memaksa dengan situasi yang berbeda, bahwa di balik tubuh atlet kelas berat, ada manusia yang kehilangan orang orang terdekat nya secara mendadak.
Kini, Joshua berada di masa palingsulit dalam karir juga hidup nya. Secara fisik, dia baik baik saja. Secara profesional, masa depan nya masih terbuka. Namun secara emosional, prosesnya baru di mulai.
Kehadiran nya di London berdiri tenang, tanpa pengawalan berlebihan.
Dari selamat nya seorang atlet, menuju duka seorang sahabat. menerima kenyataan yang tidak bisa di tinju balik.
Tidak ada jadwal comeback. Yang ada hanyalah penghormatan terakhir, langkah perlahan kembali ke kehidupan publik, membawa beban yang tidak terlihat di kartu skor mana pun.
#Anthonyjoshua #Latifayodele #sinaghami










Pingback: Tyson Fury Semangat ingin Bertarung Lagi Di Usia 37 Tahun
Pingback: Petinju yang Di takuti Muhammad Ali dan Pengakuan nya