Tinju Puerto Rico, Jan Paul Rivera Bertahan, Jonathan Gonzalez Naik Tahta Interim

Gonzalez rebut gelar WBA interim 2026

Duel delapan ronde di kelas featherweight antara Jan Paul Rivera dan Alfredo Cruz. Dari sinilah denyut kartu Most Valuable Promotions mulai terasa keras dan rapat.

Jan Paul Rivera datang ke ring dengan catatan bersih. Empat belas kemenangan tanpa pecah terdengar oke, tetapi angka sering menipu.

Alfredo Cruz bukan nama besar, namun dia adalah tipe petinju yang berbahaya bagi prospek muda, tahan banting, berani adu pukul dan tidak datang untuk kalah angka.

Sejak ronde awal, terpantau ini bukan laga pemanasan. Cruz menekan, memaksa Rivera bertarung dengan tenaga penuh.

Pukulan demi pukulan di lepas tanpa beban. Rivera, yang masih berusia 24 tahun, terlihat harus berfikir lebih keras.

Menurut saya, inilah jenis laga yang sering menentukan masa depan seorang petinju. Bukan tentang KO cepat, tapi tentang bertahan ketika rencana A tidak berjalan mulus.

Delapan ronde berlalu dengan ketat. Rivera memang lebih rapi, lebih efisien, namun Cruz tidak menjauh dari pertarungan. Keputusan mayoritas akhir nya berpihak pada Rivera.

Dua juri memberi skor 77-75, satu lain nya 76-76. Tipis sekali.

di sinilah nilai plus kemenangan nya. Rivera keluar bukan hanya dengan rekor tetap utuh, tapi dengan pengalaman berharga.

Setelah duel featherweight itu, suasana arena berubah perlahan. Sorakan semakin keras, Penonton tahu, laga lanjutan ini membawa lebih dari kemenangan.

Jonathan Bomba Gonzalez vs Yankiel Rivera, duel sesama petinju Puerto Rico. Ini adalah benturan antara pengalaman dan ambisi, antara mantan juara dunia dan petinju muda yang sedang naik daun.

Jonathan Gonzalez memasuki ring dengan usia 34 tahun dan status mantan juara dunia WBO junior flyweight.

Bagi sebagian orang, usia ini adalah tanda penurunan. Namun tinju tidak selalu soal muda atau tua, ini soal waktu dan ketepatan.

Sejak ronde pertama, Gonzalez langsung menetapkan pesan. Sebuah hook kanan dan kombinasi kiri mengguncang Rivera. Tidak ada pemanasan. Gonzalez bertarung seperti seseorang yang tahu bahwa kesempatan kedua tidak selalu datang.

Ronde kedua menjadi titik balik awal. Sebuah pukulan kiri pendek bersih menjatuhkan Rivera. Bukan knockdown yang brutal, tapi cukup untuk membuat sang lawan ngos ngosan.

Rivera bangkit. harus di akui, dia menunjukkan keberanian. mencoba menekan, mempersempit ruang membuat pertarungan menjadi lebih aktif. Aktivitas nya tinggi. dia memukul lebih banyak.

Tapi tinju tidak di hitung dari jumlah pukulan, melainkan dari kualitas nya.

Seiring berjalan nya ronde, laga semakin jelas. Yankiel Rivera lebih aktif, Tapi Gonzalez dengan gerak dan insting veteran terus mendaratkan pukulan yang lebih bersih.

Pengamatan saya, inilah perbedaan paling krusial antara petinju pengalaman dan petinju yang masih tumbuh.

Gonzalez tidak santai membiarkan Rivera terus bergerak.

Di ronde ke delapan, Rivera kembali menyentuh kanvas. Kali ini kontroversial wasit menyebut nya rabbit punch. Dokter ring naik untuk memeriksa kondisi Rivera. Rivera melambaikan tangan, menolak di hentikan dia ingin lanjut.

Keberanian memang tidak pernah menjadi masalah bagi Rivera. Yang menjadi soal adalah pertahanan dan ketepatan.

Yang bikin kuping mendekat di ronde ronde akhir, suara arena mulai bergeser. Yankiel Rivera peraih emas Pan American Games dan Olympian 2020 dari Bayamon, awal nya di elu elukan. Namun menjelang akhir laga, chant Bom-ba!!! Bom-ba…terdengar lantang.

ini adalah indikator dari sebuah pertarungan. Penonton Puerto Rico tidak memilih usia atau masa depan, mereka memilih siapa yang menguasai ring malam itu.

Gonzalez menutup laga dengan kontrol penuh. Tidak ada drama besar di akhir, tidak ada kebingungan tentang siapa yang memimpin.

Keputusan mutlak akhir nya di bacakan.. 114-113, 116-111, dan 117-110 untuk Jonathan Gonzalez. Skor pertama memang ketat, namun dua lain nya mencerminkan dominasi yang pasti.

Dengan kemenangan ini, Gonzalez membawa pulang sabuk WBA interim flyweight gelar kedua di divisi berbeda dalam karir nya.

Sebuah pencapaian yang menurut saya sering di remehkan ketika datang dari petinju yang sudah di anggap terlalu tua.

Perlu di catat.. ini adalah laga pertama Gonzalez sejak kekalahan KO ronde pertama dari Anthony Olascuaga pada Oktober 2024. Banyak petinju tidak pulih dari kekalahan seperti itu. Namun Gonzalez tidak datang untuk bertahan tapi untuk merebut kembali kemenangan yang tertunda.

Sementara Yankiel Rivera kini mencatat rekor 7-1-1. Dua kali mencoba merebut sabuk interim WBA flyweight, dua kali pula gagal setelah sebelum nya hanya imbang melawan Angelino Cordova.

#Jonathangonzalez #janpaulrivera #Hasiltinjuhariini

2 komentar untuk “Tinju Puerto Rico, Jan Paul Rivera Bertahan, Jonathan Gonzalez Naik Tahta Interim”

  1. Pingback: Hasil Tinju Wanita, Serrano Menang, Han Pertahankan Gelar

  2. Pingback: Anthony joshua Hadiri Pemakaman ke Dua sahabat nya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top