Kazuto Ioka Menang di Kelas Bantam, Duel Lawan Takuma Inoue Makin Dekat

Kazuto ioka vs maikel ordosgoitti

Kazuto Ioka datang ke kelas bantam tanpa banyak cincong. Tidak ada adaptasi panjang, atau pengenalan perlahan.

Hari ini 31 desember 2025 waktu setempat di Tokyo, dia langsung mendobrak divisi 118 pon.

Petinju Jepang berusia 36 tahun itu menutup laga eliminator WBA dengan kemenangan TKO atas Maikel Ordosgoitti. Ioka menang dengan cara yang menunjukkan bahwa kenaikan berat badan justru memberi dimensi baru pada permainan nya.

lebih kokoh, bertenaga, tetap setajam sebelum nya.

118 pon adalah angka tertinggi sepanjang karir Ioka. Namun tambahan bobot itu tidak membuat nya lambat.

Sebalik nya, dia terlihat nyaman mengendalikan laga, membaca pergerakan lawan kemudian menghajar dengan tepat sasaran.

Ioka tidak memburu KO secara membabi buta. tapi mematahkan perlawanan Ordosgoitti secara pelan2.

Lawan nya nyaris tidak bertahan melewati ronde kedua saat Ioka menjatuhkan nya dengan pukulan keras ke tubuh. Ordosgoitti mampu bangkit sebelum hitungan berakhir dan bertahan hingga bel, namun sama sekali gagal memberi tekanan balik atau membuat Ioka goyang.

Ioka kembali mengandalkan hook kiri ke arah tubuh pada ronde ke 4.

Pukulan tersebut begitu keras hingga membuat tubuh Ordosgoitti terdorong ke samping sebelum kembali jatuh ke kanvas.

Kali ini, sudut Ordosgoitti meminta wasit Koji Tanaka menghentikan pertandingan demi menyelamatkan petinju mereka dari serangan brutal lebih lanjut.

Ioka datang membawa beban dua kekalahan beruntun dan jeda kemenangan terpanjang sepanjang karir profesional nya.

Situasi yang jarang di alami petinju dengan resume sekelas diri nya.

Namun malam itu, semua keraguan seolah hilang. KO pertama dalam dua tahun tidak hanya memulihkan kepercayaan diri, tetapi juga mengembalikan aura petarung elite yang selama ini menjadi ciri khas nya.

Kemenangan ini menandai Ioka belum kehilangan naluri membunuh di atas ring.

Secara teknis, kemenangan ini menempatkan Ioka di jalur perebutan gelar WBA kelas bantam. yang jadi masalah, WBA bukan badan tinju yang di kenal simpel seperti IBO.

Terlalu banyak versi sabuk dan kepentingan yang harus di selaraskan.

Nama Seiya Tsutsumi, Nonito Donaire, hingga Antonio Vargas ikut mengisi daftar rumit tersebut. Situasi ini membuat jalur WBA berpotensi memakan waktu panjang, sesuatu yang mungkin tidak ideal bagi Ioka di masa karir nya saat ini.

Karena itu, arah pandangan nya pun bergeser.

Tidak mau terjebak dalam antrean birokrasi sabuk, Ioka melihat peluang yang lebih bersih Takuma Inoue.

Juara dunia WBC kelas bantam itu kini berada di bawah platform siaran yang sama dengan Ioka. Faktor ini, meski jarang di bicarakan secara terbuka, sangat menentukan dalam tinju. Logistik, promosi, dan distribusi siaran bisa di rangkul secara signifikan.

Selain itu, laga ini memiliki nilai naratif yang kuat. Duel dua petinju Jepang elite dengan latar sejarah dan gengsi nasional adalah kombinasi yang pas.

Rumor yang beredar semakin menguat: duel Ioka vs Takuma Inoue berpotensi digelar dalam kartu raksasa di Tokyo Dome, kemungkinan besar mendampingi laga Naoya Inoue vs Junto Nakatani.

Jika ini terwujud, Ioka tidak hanya akan bertarung demi sabuk. dia akan bertarung demi sejarah.

Kemenangan atas Takuma akan menjadikan nya petinju pria Jepang pertama yang merebut gelar dunia di lima divisi berbeda. sebuah pencapaian yang hanya bisa di raih oleh segelintir petarung di level global.

Di usia yang tidak lagi muda, kesempatan seperti ini tidak datang dua kali.

Beberapa pihak mungkin melihat langkah Ioka sebagai upaya terakhir untuk menambah lembar prestasi. Namun penampilan nya di ring membantah anggapan itu.

dia tidak tampil seperti petarung yang hanya ingin mencoba kelas baru. tapi seperti seseorang yang sudah merencanakan ini sejak lama.

Kazuto Ioka tidak perlu berkata banyak usai laga. Empat ronde sudah cukup. dia siap untuk pertarungan besar beriku tnya dan waktu nya sekarang.

Jika Takuma Inoue menerima tantangan itu, tinju Jepang akan mendapat satu duel yang bukan hanya menentukan juara, tetapi juga arah sejarah.

Partai tambahan.

Dari kelas ringan super mempertemukan Neo kikuchi melawan renta kuramochi. duel ini berlangsung keras sejak detik pertama, mereka saling hantam tak ada yang oleng.

masuk di ronde ke 6, wasit menghentikan kurang 50 detik akan bel berbunyi.

Neo di nyatakan menang TKO menambah rekor nya menjadi 6-2-[ 4 KO].

kemudian di kelas bulu super, Junya shimada memperpanjang rekor tak terkalahkan nya setelah membungkam masato shinoda pada ronde ke 3. petinju 27 tahun ini menutup kalender dengan manis yang sebelum nya menang angka pada bulan april lalu.

Lalu di kelas terbang ringan, petinju prospek 22 tahun Daiya kira hancukan ivan garcia dengan dramatis.

Sebuah pukulan kanan keras menjatuhkan Garcia, yang kemudian di hitung habis oleh wasit Nobuto Ikehara pada detik ke-27 ronde 2.

Kemenangan ini menempatkan Kira sebagai penantang gelar WBA kelas 108 pon yang saat ini dipegang oleh juara terpadu WBA/WBO Rene Santiago.

Namun, peluang tersebut bisa sedikit tertunda karena Santiago juga tengah mempertimbangkan laga ulang melawan mantan juara WBO Shokichi Iwata.

Lanjut ada nama Masahiro nakata, dia harus menerima kenyataan setelah kalah untuk pertama kali nya di tangan Taku matsuhashi dengan TKO ronde ke 5.

dengan hasil ini masahiro rekor nya menjadi 5 kali menang, 1 kalah dan 5 dia antara nya di raih KO.

#Kazutoioka #hasiltinju #Tinjudunia #Tinjujepang

2 komentar untuk “Kazuto Ioka Menang di Kelas Bantam, Duel Lawan Takuma Inoue Makin Dekat”

  1. Pingback: Moses Itauma di Titik Penentuan Karier Kelas Berat

  2. Pingback: Tinju Berduka, Paul McCullagh Jr meninggal di usia 25 tahun

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top