Hrgovic heran atas pengakuan Itauma yang kehilangan semangat bertinju di usia nya yang masih muda, karena petinju Kroasia itu masih menikmati setiap proses latihan meski telah menghabiskan sebagian besar hidup nya di olahraga ini.
“Saya sekarang berusia 34 tahun, saya masih senang berlatih, suka sparring dan masih menikmati semua nya, jadi saya tidak mengerti bagaimana seseorang bisa merasa bosan dengan tinju di usia 20 tahun,” kata Hrgovic.
Dia seperti nya ingin menjajaki kesiapan mental lawan nya sebelum bertemu di atas ring, tapi Itauma tidak terpancing mengatakan bahwa pengalaman hidup setiap orang tidak bisa disamakan.
“Kamu tidak tahu apa pun tentang hidup saya, kita menjalani kehidupan yang berbeda, jadi kamu tidak akan mengerti apa yang saya rasakan.”
Lalu nama Dempsey McKean menjadi bahan perbandingan, Itauma merasa hasil pertarungan nya layak di jadikan ukuran karena mampu menghentikan petinju Australia tersebut hanya dalam satu ronde sementara Hrgovic sebelum nya membutuhkan 12 ronde sebelum akhir nya memastikan kemenangan lewat TKO.
Perbandingan itu langsung di bantah Hrgovic, menilai kualitas petinju hanya dari lama pertarungan merupakan cara berfikir yang terlalu dangkal dan mengingatkan bahwa setiap pertarungan memiliki rencana beda, mulai dari gaya bertarung lawan sampai kondisi fisik petinju saat itu.
Saat menghadapi McKean Hrgovic mengaku baru kembali bertanding setelah 1 tahun tidak naik ring, selain itu yang bertarung dengan posisi southpaw dinilai nya menghadirkan tantangan tersendiri.
“Tinju bukan matematika, gaya bertarung menentukan jalan nya pertandingan, situasinya berbeda.”
Meski menolak perbandingan itu Hrgovic tidak meremehkan terhadap kualitas nya, dia mengakui Itauma memiliki finisher juga insting yang baik, tapi dia belum melihat Itauma bertarung sampai 12 ronde penuh saat tenaga mulai melemah dan pukulan keras nya tidak bisa untuk menyelesaikan laga.
“Semua orang sudah tahu dia eksplosif sekarang, yang ingin saya lihat adalah ketika dia mulai lelah dan lawan nya tetap berdiri setelah menerima pukulan atau dia harus bertarung dalam tekanan.”
Hrgovic saat ini rekor nya memang ternodai oleh Daniel Dubois pada 2024 lewat penghentian karena luka yang lumayan parah, demi keselamatan nya tidak di ijinkan di lanjut, dengan modal ini dia mampu membawa Itauma ke situasi yang belum pernah di alami nya selama ini.
Itauma sendiri tetap menunjukkan rasa hormat terhadap pengalaman nya dan tidak menyangkal bahwa Hrgovic telah menghadapi lebih banyak pertarungan besar tapi mengingatkan bahwa pengalaman dan reputasi tidak akan ikut bertarung ketika bel ronde pertama di bunyikan.
Apa yang di katakan Itauma memang tidak salah, tapi ini menjadi pertarungan pertama nya selama 12 ronde, Hrgovic pasti nya tidak terbawa dengan permainan awal yang menggebu gebu, sesuai janji nya dia akan menguji sampai di mana kekuatan nya bertahan.
Nama nya langsung melambung tinggi ketika menghajar Dillian White di Riyadh agustus 2025 hanya di ronde pertama, yang terakhir menepati janji nya menjatuhkan 2 kali Jermaine Franklin sebelum di hentikan lewat TKO, bila Itauma sukses menang melawan Hrgovic Frank Warren siap segera mendorong nya ke perebutan gelar dunia.
Perang komentar memang tidak menentukan hasil pertandingan, dari percakapan kedua nya sudah memberi gambaran bahwa duel ini akan menjadi perang tanpa henti yang tidak akan membosankan bagi penikmat tinju di seluruh dunia.
Baca juga:
#FilipHrgovic #MosesItauma #KelasBerat









