Aqib Fiaz Hampir Bikin Kejutan Besar! Josh Padley Lolos dari Kekalahan

Josh Padley menang tipis atas Fiaz

Josh Padley masih memegang sabuk juara Eropa kelas bulu super namun bila melihat bagaimana pertarungan berjalan dia tahu betul bahwa gelar itu hampir lepas dari tangan nya.

Selama 12 ronde lawan nya Aqib Fiaz bertarung mati matian, tidak ada dominasi sepihak yang ada hanyalah pertarungan keras di jarak dekat penuh adu pukulan ke body dan perubahan momentum yang membuat hasil akhir nya susah di tebak sampai kartu skor di umumkan.

Saat keputusan juri di bacakan Padley keluar sebagai pemenang lewat split decision, dua juri memberikan kemenangan untuk sang juara sementara satu juri berpihak kepada Fiaz.

Selisih nya tipis, tidak banyak yang terkejut melihat ekspresi tegang di wajah kedua petinju saat menunggu hasil resmi.

Menjelang pertarungan sebagian besar perhatian tertuju kepada Padley status juara dan rekor yang lebih mentereng membuat banyak orang menganggap dia akan mampu melewati ujian ini tanpa terlalu banyak masalah.

Ternyata Fiaz datang dengan rencana yang komplit dan langsung menjalanka nnya sejak awal laga, dia tidak tertarik bertarung dari luar atau bermain aman target utama nya adalah tubuh Padley, saat ada peluang dia mengirimkan pukulan ke area perut dan rusuk sang juara. 

Sasaran bukan tanpa alasan, Fiaz melihat rekaman pertarungan sebelum nya melawan Reece Bellotti Padley terlihat kesulitan ketika menerima serangan ke badan.

Fiaz melihat itu dan sepanjang duel dia terus mencoba mengeksploitasi nya, Padley berusaha menemukan arah serang yang tepat dengan mengandalkan kecepatan tangan nya namun sang Underdog tidak datang untuk menyerah begitu saja, serangan ke tubuh mulai memberi dampak Padley sekilas menahan rasa sakit setelah menerima pukulan keras ke bagian tengah.

Di ronde ke 4 Fiaz mendaratkan kombinasi yang membuat Padley refleks menundukkan badan sambil melindungi perut nya memicu semangat kubu penantang yang merasa mereka mulai menemukan jalan menuju kemenangan.

Penonton yang hadir juga mulai menyadari bahwa laga ini jauh lebih berat dari yang di perkirakan sebelum nya tapi mereka menunjukkan ketahanan fisik juga mental di luar nalar, ketika Fiaz berhasil mengambil alih laga Padley selalu menemukan cara untuk kembali ke dalam pertarungan.

Saat tubuh nya di serang habis habisan dia membalas dengan kombinasi ke kepala lewat hook kiri atau uppercut yang memaksa lawan nya secara bergantian bertahan dan mereka terus bertukar pukulan saling menguji daya tahan satu sama lain.

Memasuki ronde ke 9 Fiaz kembali mendapatkan momen besar, body shot mendarat telak membuat Padley bereaksi, dia mengeluhkan pukulan itu karena mengira mengenai area yang terlarang tetapi wasit tidak menghentikan pertandingan.

Fiaz tidak menyia nyiakan itu dengan terus maju menekan, sekilas ronde ini bisa menjadi awal dari hancur nya sang juara namun pengalaman Padley di atas angin, dia keluar dari pertukaran serangan tanpa mengalami kerusakan yang lebih besar.

Setelah melewati momen sulit Padley mulai menemukan tenaga baru, ronde berjalan dan kebringasan Fiaz perlahan menurun bukan karena menyerah tetapi tekanan yang terus di berikan sejak awal mulai menguras energi nya.

Padley memanfaatkan itu sebaik mungkin, pukulan nya mulai mendarat dan kecepatan tangan nya kembali terlihat.

Di ronde ke 10 hook kiri keras membuat Fiaz sedikit oleng tapi masih bisa membalas dengan serangan ke badan namun Padley sudah siap mengantisipasi.

Dalam laga yang sedemikian ketat datang sesuatu yang tak di inginkan wasit memutuskan mengurangi satu poin dari Fiaz, insiden tersebut terjadi setelah benturan kepala yang kata nya melanggar aturan namun langsung menjadi bahan pembicaraan karena dalam pertarungan yang hanya di pisahkan beberapa angka di kartu skor kehilangan satu poin bisa menjadi perbedaan antara menang dan kalah dan tidak bisa di pungkiri bahwa keputusan tersebut memberi dampak besar terhadap hasil akhir.

Ketika bel terakhir berbunyi tidak ada perayaan berlebihan dari kedua kubu mereka tahu pertarungan berlangsung super keras, skor di umumkan dan kemenangan di berikan kepada Padley reaksi paling emosional datang dari Fiaz.

Penantang itu tidak mampu menyembunyikan kekecewaan nya, dia menangis setelah mendengar hasil resmi tim nya pun terlihat tidak puas dengan keputusan juri.

Menurut mereka kerja keras selama 12 ronde layak mendapatkan hasil namun banyak yang juga memahami alasan kemenangan di berikan kepada Padley karena sang juara mampu menutup pertarungan dengan lebih kuat, bertahan dari momen sulit dan menunjukkan kualitas yang di butuhkan untuk mempertahankan sabuk.

Duel ini adalah partai puncak yang menghadirkan beberapa pertarungan seru termasuk kemenangan Leo Atang yang menyelesaikan hanya di ronde pertama melawan Fouad Shaili.

#JoshPadley #AqibFiaz

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top