Saul Canelo Alvarez mulai lelah melihat nama nya terus di pakai sebagai bahan jualan, meski sudah hampir setahun tidak bertarung karena operasi siku dia merasa masih menjadi pusat perhatian dan target utama hampir semua petinju.
superstar asal Meksiko itu secara terbuka mengatakan bahwa terlalu banyak orang memakai nama nya demi menjual tiket dan pay-per-view.
“Semua orang mencari payday, mereka selalu bicara soal Canelo dan ingin melawan Canelo karena mereka tidak bisa menjual tiket sendiri,” ucap nya.
Ucapan itu bukan tanpa alasan, belakangan ini nama Canelo memang terus di kaitkan dengan banyak petarung dari berbagai divisi, mulai dari kelas menengah super, light heavyweight sampai cruiserweight, bahkan influencer yang berubah jadi petinju seperti Jake Paul pun ikut menyeret nama nya demi memancing perhatian publik.
Canelo sendiri tampak santai menanggapi semua itu, tapi nada bicara nya jelas menunjukkan kalau dia sadar betul posisi nya masih menjadi penarik terbesar dalam bisnis tinju.
Menurut nya hampir setiap event besar sekarang selalu menyebut nama nya, meskipun dia bahkan tidak bertarung di acara tersebut.
“Dari cruiserweight sampai mungkin flyweight pun ingin melawan saya,” kata nya sambil tertawa.
Kemudian Canelo membahas kabar panggilan telepon dengan Jake Paul karena sebelum nya sempat muncul cerita bahwa kubu Canelo meminta bayaran 200 juta dolar untuk pertarungan tersebut namun Canelo membantah.
Dia menjelaskan semua nya bermula ketika salah satu teman nya melakukan FaceTime dari Courchevel saat sedang bersama Jake Paul, saat itu Canelo sedang bersama putri nya dan hanya menjawab panggilan secara santai.
Menurut Canelo teman nya yang terus meneriakkan angka 200 juta dolar selama panggilan berlangsung sementara dia hanya tertawa dan tidak menanggapi serius ide pertarungan itu.
“Saya bahkan tidak terlalu peduli dengan pertarungan itu,” kata Canelo.
Meski begitu dia tidak punya masalah pribadi dengan Jake Paul, Canelo mengatakan menghormati siapa pun termasuk Jake hanya saja dia merasa situasi seperti ini terus berulang, di mana banyak orang memakai nama nya untuk membangun kehebohan.
Canelo mengaku dia baru sadar bahwa masih menjadi wajah tinju walaupun setelah mengalami masa sulit, biasa nya petinju yang kalah atau mulai menua akan perlahan di tinggalkan publik.
Tapi yang terjadi pada Canelo kebalikan nya, setelah kekalahan dan operasi siku malah semakin banyak nama yang antri ingin bertarung, itu sebab nya dia mengaku tidak terlalu terganggu dengan kritik soal usia atau penurunan performa.
“Orang selalu bicara, itu cuma opini,” ujar nya.
Petinju berusia 35 tahun itu mengatakan dia masih merasa sangat bagus secara fisik, sudah kembali berlatih selama satu setengah bulan dan mulai menjalani sparring, kondisi tubuh nya juga jauh lebih baik.
Namun Canelo mulai bicara cukup terbuka soal akhir karir nya, dia mengaku sejak lama punya target pensiun di usia sekitar 37 tahun karena dia merasa sudah mendapatkan hampir semua yang bisa di raih di dalam ring.
“Saya sudah melakukan banyak hal dalam karir saya, tidak ada pembuktian tinggi atau mengejar apapun, saya sudah mendapatkan semua kata nya.”
Kata itu pengakuan seorang petinju yang mulai melihat garis akhir di depan mata, tapi motivasi Canelo ternyata belum hilang total dia masih ingin memecahkan rekor dan tetap tampil dalam pertarungan besar.
Mungkin itu juga alasan kenapa dia memilih menghadapi Christian Mbilli untuk comeback nya nanti di Riyadh.
Canelo seperti nya sudah bosan menghadapi petarung yang terlalu defensif dan hanya bergerak mundur sepanjang laga, dia juga menyindir lawan terdahulu yang membuat diri nya harus terus mengejar sepanjang pertarungan.
Menurut Canelo gaya seperti itu memang bagian dari tinju tapi sulit menghasilkan pertarungan menarik untuk fans, sebab itulah dia menyukai gaya Mbilli karena petarung itu di kenal agresif, kuat dan gemar melepaskan kombinasi tanpa banyak mundur.
Canelo merasa gaya nya akan menghasilkan duel yang jauh lebih hidup di banding pertarungan terakhir nya yaitu melawan Terence Crawford.
“Saya suka petarung yang datang untuk bertarung,” kata nya.
Dia juga membandingkan Mbilli dengan mantan lawan nya james Kirkland, meski Mbilli sedikit lebih pintar dalam membaca situasi Canelo percaya pertarungan seperti ini yang sebenar nya ingin dilihat penggemar, bukan duel penuh pergerakan dan saling jaga jarak, tapi dua petarung yang siap berdiri di tengah ring dan saling melepaskan pukulan.
Meski terus di kejar banyak petinju Canelo saat ini mulai lebih selektif dalam memilih lawan, dia berterus terang mengatakan para penantang harus saling bertarung lebih dulu sebelum mendapatkan kesempatan melawan nya.
Dia menyebut petarung seperti Hamzah Sheeraz dan para juara lain sebaik nya saling berhadapan untuk menentukan siapa yang betul betul layak.
“Saya pikir mereka harus bertarung satu sama lain dulu, lalu saya melawan pemenang nya,” ucap Canelo.
Jika di pikir lebih dalam itu seperti ungkapan sekarang tidak ada kesempatan instan untuk mendapatkan payday terbesar, di usia sekarang Canelo ingin setiap pertarungan punya arti besar tidak cuma ramai di media sosial.
Meski sudah menjadi salah satu petinju terkaya dan sukses aura itu ternyata masih belum hilang, mungkin itu yang membuat nama nya tetap begitu besar sampai hari ini.
Baca juga:
#CaneloAlvarez #ChristianMbilli









