Fontainebleau las vegas menghadirkan beberapa duel seru yang berlangsung sabtu atau minggu 26 april 2026 waktu indonesia barat.
1. Alan Chaves vs Miguel Madueno.
Alan Chaves tidak butuh waktu lama untuk memperkenalkan diri nya di panggung Amerika, tampil untuk pertama kali nya di luar Argentina dia langsung mencuri perhatian dengan kemenangan KO cepat atas Miguel Madueno.
Sejak awal petinju kidal ini maju berusaha membongkar pertahanan lawan lewat jab kanan dan kiri, tapi Madueno tak tinggal diam dia membalas walaupun serangan nya tidak tepat sasaran, sampai ronde berakhir tak ada pukulan yang membuat penonton beranjak dari kursi.
Ronde ke 2 Chaves menyerang dengan kombinasi membuat lawan nya bersandar di tali namun dobel cover nya terlalu rapat hanya mengenai siku dan tangan nya, Madueno melepas serangan ke ulu hati membuat Chaves mundur sejenak.
Kemudian di ronde ke 3 Chaves masih kesulitan menembus wajah lawan, dia terus melepaskan liver shot tapi kurang presisi.
Duel akan berakhir 1 menit 43 detik momen besar terjadi, tangan kidal andalan Chaves menghantam brutal ke rahang Madueno membuat nya terkapar kaku, wasit masih memberikan hitungan tapi petinju 27 tahun berjuluk explosivo ini tak ada jawaban sehingga duel di hentikan.
Madueno tidak cidera parah karena dia bisa duduk setelah dokter memeriksa nya beberapa menit kemudian.
Pukulan ini sangat dahsyat, di tayangan ulang Madueno sebetul nya sudah mengangkat guard tapi kebobolan di sela sela rahang nya, Chaves seolah sudah mengincar ini sejak awal tapi baru berhasil setelah lawan nya sedikit lengah.
Hasil ini memperpanjang impresif Chaves rekor nya kini 22-0 dengan 19 kemenangan KO dan yang lebih mencolok empat lawan terakhir semua nya dia hentikan sebelum ronde ke 5.
Sebalik nya Madueno semakin terpuruk. Kekalahan ini jadi yang ketiga secara beruntun menandakan dia mulai kesulitan bersaing di level yang lebih tinggi dengan rekor 31-5-28 KO/TKO.
2. Partai utama Miller vs Pero.
Jarrell Miller akhir nya mengambil kesempatan yang tersisa dan mengalahkan Lenier Pero lewat kemenangan angka mutlak selama 12 ronde, tiga juri memberi skor 117-111, 117-111 dan 115-113.
Kemenangan ini langsung mengubah posisi nya di kelas berat, Jarrell Miller kini resmi jadi penantang wajib WBA kembali masuk jalur perebutan gelar setelah sempat tertahan cukup lama di luar utama.
Pertarungan sendiri tidak berjalan cepat atau penuh aksi tapi lebih ke adu tekanan dan daya tahan.
Di awal Pero hadir mengontrol tiga ronde pertama dengan baik memanfaatkan kecepatan tangan dan sudut pukulan dari posisi kidal, beberapa pukulan sempat masuk cukup membuat Miller terdesak mundur.
Masalah mulai terlihat setelah itu di pertengahan laga mulai berubah Miller mulai menemukan permainan yang dia miliki perlahan memaksakan gaya bertarung nya.
Dia tidak mencoba menang cantik lewat KO hanya terus maju, menekan dan memaksa Pero bertarung di jarak dekat kesukaan nya.
Miller yang unggul berat badan lebih dari 20 kilogram mulai memanfaatkan fisik nya terus menempel melempar pukulan dalam volume tinggi tidak semua nya telak cukup untuk menguras tenaga sementara itu Pero mulai kehilangan akal untuk menerobos mencari titik lemah petinju berusia 37 tahun itu.
Serangan nya berkurang dan pergerakan tidak lagi seaktif di awal, setiap kali dia mencoba bangkit Miller langsung membalas dengan menempel juga tekanan yang lebih besar.
Paruh kedua pertarungan sepenuh nya jadi milik Miller, dia menaikkan tempo memperbanyak pukulan memastikan juri melihat siapa yang lebih dominan di ronde akhir.
Kemenangan ini mungkin tidak akan masuk kategori laga terbaik tahun ini tapi dampak nya besar, Miller yang sebelumnya di anggap mulai tertinggal kini kembali ke posisi penting di kelas berat, status sebagai mandatory WBA membuka pintu ke pertarungan besar berikut nya.
Sedangkan kekalahan ini untuk pertama menjadi pukulan berat untuk Pero, dia datang di momen yang sangat krusial, di usia 33 tahun kesempatan seperti ini tidak datang dua kali dengan mudah.
Dia sempat menunjukkan kualitas di awal tapi tidak mampu menjaga konsistensi saat tekanan meningkat.
Di partai tambahan lain sebelum dua duel ini kejutan datang dari Damian Sosa yang berhasil mengalahkan Freudis Rojas lewat keputusan mutlak 10 ronde.
Pertarungan ini tidak banyak drama tapi satu momen di ronde ke 6 pukulan ke tubuh dari Sosa yang menjatuhkan Rojas cukup untuk mengunci kemenangan, semua juri memberi skor 96-93 untuk Sosa yang kini memperbaiki rekor nya menjadi 27-3, sementara Rojas harus menerima kekalahan pertama dalam karir nya.
Sementara itu di kelas welter super Nishant Dev juga tampil cepat dan efisien, dia menghentikan Juan Carlos Guerra Jr di ronde kedua tanpa perlu banyak serangan untuk memastikan kemenangan.
Dengan hasil ini Dev melanjutkan awal karir nya yang baik dengan rekor sempurna 6-0-4 KO menunjukkan bahwa dia juga mulai layak di perhitungkan di level berikut nya.
Baca juga:
#Jarrelmiller #Lenierpero









