Xander Zayas: Bintang Muda dari Puerto Riko Siap Menjadi Raja Kelas Menengah Super 2025

Xander zayas alon bintang masa depan

Kalau ngomongin Xander Zayas, saya selalu merasa menarik untuk di ceritakan. Umur nya baru 22 tahun, tapi nama nya sudah sering muncul di berita tinju. Rekor nya saat artikel ini di tulis 21 kemenangan tanpa kalah 13 KO.

Angka itu bikin orang langsung bersemangat, tapi kalau kita lihat lebih dalam yang bikin dia menarik bukan cuma rekor tapi cara dia berkembang dan menghadapi tekanan.

Zayas lahir di San Juan Puerto Riko tapi besar di Amerika, kombinasi itu bikin dia punya ciri sendiri.

Baca juga: usyk tumbangkan dubois di duel rematch TKO!!

Kita bisa lihat semangat Puerto Riko di tiap pukulan nya, tapi tetap ada kedisiplinan Amerika yang bikin dia fokus.

Di Puerto Riko tinju itu bukan olahraga biasa. Ini soal kebanggaan, setiap petinju muda yang muncul pasti di bandingkan sama legenda.

Jadi wajar kalau waktu Zayas muncul, ekspektasi langsung tinggi bahkan waktu dia masih remaja sudah teken kontrak sama Top Rank,

orang orang langsung bilang Ini calon Cotto berikut nya! Padahal waktu itu Zayas masih belajar.

Jika kita melihat kembali ke masa kecil nya, cerita yang saya dengar dari pelatih nya cukup menarik, zayas sudah latihan keras sejak remaja kadang sampai larut malam.

dia di kenal disiplin tinggi selalu datang latihan tepat waktu dan tidak pernah malas.

Menurut saya kebiasaan ini membentuk mental nya sekarang. Banyak petinju muda hari ini lebih fokus pada hasil cepat tapi Zayas jelas menikmati proses panjang membangun karir.

semua orang kadang tidak sabar, popularitas datang lebih cepat daripada pengalaman. Banyak petinju muda yang terseret ekspektasi sebelum mereka siap.

Tapi Zayas sejauh ini masih menikmati proses. Dia latihan fokus bertanding tanpa harus terus mengejar sorotan media, dan itu sesuatu yang jarang di miliki petinju muda saat ini.

Kalau soal teknik ada banyak hal yang menarik. Jab nya bersih, kombinasi pukulannya efektif, footwork nya halus, dia sering bermain di jarak menengah.

Kadang kalau nonton saya merasa melihat versi muda Cotto tapi tetap punya ciri khas sendiri, tapi tentu saja dia belum sempurna. Kadang terlalu hati hati, tapi itu wajar.

Satu yang selalu saya perhatikan adalah ekspresi nya sebelum ronde pertama, wajah nya datar tapi mata nya fokus tidak ada senyum berlebihan.

Saya rasa banyak orang suka dia bukan karena flamboyan tapi karena apa ada nya. Zayas bukan tiruan siapa pun.

Tapi jadi diri sendiri saja kadang tidak cukup. Promotor, media, dan fans sering menginginkan cerita besar. Mereka ingin ada drama bintang muda Puerto Riko berikut nya.

Kedengaran nya manis tapi juga beresiko. Begitu di beri label semua langkah nya bahkan cara bicara di kamera akan selalu di nilai.

Setiap pertarungan menjadi ajang pembuktian, jika kalah bukan cuma dia kecewa tapi seluruh komunitas di Puerto Riko ikut merasa sedih, tapi ada sesuatu di diri nya yang membuat saya percaya dia bisa menanggung nya.

Aura tenang itu tidak di buat buat, dia bukan tipe yang banyak bicar tapi menunjukkan melalui kerja keras.

Masa depan Zayas sebenar nya terlihat menjanjikan, tapi semuanya tergantung bagaimana dia menahan tekanan mental. Setiap kemenangan meningkatkan ekspektasi, setiap kesalahan kecil bisa menjadi headline negatif.

Tantangan terbesar bukan lawan di ring tapi sorotan di luar ring, dari sisi kemampuan dia punya semua kekuatan, teknik, mental Tapi yang akan menentukan karir nya bukan cuma bakat, konsistensi, ketenangan, dan keputusan yang tepat di setiap pertarungan akan menentukan.

Puerto Riko butuh sosok seperti Zayas, bukan hanya menang di ring tapi juga menjadi inspirasi bagi generasi berikut nya.

lima tahun lagi kita tidak lagi membicarakan dia sebagai harapan baru tapi sebagai juara sejati.

Tinju memang butuh petarung seperti ini. Bukan hanya kuat fisik, tapi juga punya karakter, zayas masih muda tapi matang dalam berpikir.

#xanderzayas #tinjudunia2025

2 komentar untuk “Xander Zayas: Bintang Muda dari Puerto Riko Siap Menjadi Raja Kelas Menengah Super 2025”

  1. Pingback: josh taylor pensiun di usia 34 tahun pada juli 2025

  2. Pingback: Usyk Tumbangkan Dubois Lagi, Malam Tanpa Ampun di Vegas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top