Duel antara Deontay Wilder melawan Derek Chisora di O2 Arena London pada 4 april 2026 waktu setempat berlangsung berantakan keras dan penuh gesekan.
Chisora tidak menepati janji nya yang kata nya tidak akan sampai ada ronde ke 2 di acara konfrensi pers, waktu itu dia bilang gas saja tanpa mikir panjang.
Harus di akui walaupun perkataan nya tidak terbukti paling tidak dia sudah berjuang habis habisan baku hantam tanpa ada rasa takut sedikitpun, skor juri menjadi bukti perjuangan chisora deontay wilder hanya menang angka tipis.
Dari ronde pertama saja arah laga sudah jelas Chisora tidak datang untuk bermain enak enak an.
Di usia 42 tahun dia tahu waktu nya tidak banyak, jadi dia langsung maju Wilder dipaksa mundur jarak di persempit, ritme di buat kacau dan clinch jadi makanan utama.
Bahkan di akhir ronde pertama kedua nya hampir terjatuh keluar ring karena terlalu lama saling mengunci sebelum akhir nya di lerai wasit.
Baca juga:
Ronde ke 2 sempat memberi sedikit ruang bagi Wilder, dia mulai melepaskan pukulan yang lebih dulu masuk tapi tetap saja tekanan fisik Chisora tidak hilang, setiap kali Wilder mencoba melempar hook Chisora datang lagi, menempel, mendorong, membuat semua nya berat.
Masuk ronde ke 3 tempo sempat terhenti ketika Chisora mengeluhkan masalah pada mata nya, tak lama laga di lanjutkan tapi momen itu sedikit merusak alur.
Ronde ke 4 kembali panas, Chisora mendaratkan overhand kanan yang cukup telak tapi Wilder terlihat tidak terima dan sempat protes.
Baca juga:
Lalu di ronde ke 5 Wilder mendapat peringatan setelah mendorong Chisora hingga jatuh, pertarungan ini mulai kehilangan bentuk nya bukan lagi duel teknik tapi tarik menarik fisik yang kasar.
Ronde ke 6 jadi salah satu ronde kunci Chisora tetap dengan gaya lama nya maju, tekan, pukul dari jarak dekat.
Tapi kali ini Wilder mulai membalas lebih tajam pukulan kanan di akhir ronde membuka luka di atas mata kiri Chisora, ini terliha tekanan tanpa henti mulai punya harga.
Baca juga:
Ronde ke 7 semakin memperlihatkan betapa tidak kasar nya laga ini, dalam satu momen clinch kedua nya malah jatuh bersamaan ke kanvas akibat dari dorongan dan keseimbangan yang hilang.
Penonton mungkin bingung, tapi di situlah karakter laga ini tidak teratur tidak bisa di tebak.
Masuk ronde ke 8 drama lain muncul Wilder akhir nya kena pengurangan satu poin setelah beberapa kali di peringatkan karena mendorong, tapi di ronde dia mencetak knockdown.
Baca juga:
Satu pukulan kanan masuk telak dan Chisora jatuh untuk hitungan delapan, di tengah kekacauan Wilder masih bisa menunjukkan kelas nya.
Ronde ke 9 mulai memperlihatkan tanda kelelahan dari kedua petinju, pukulan mereka tidak lagi se akurat sebelum nya terlihat awur awuran karena tenaga mulai terkuras banyak momen di mana kedua nya hanya saling mengunci.
Ini biasa nya petinju yang disiplin lebih tinggi akan unggul tapi di sini kedua nya sudah terlalu larut dalam gaya bertarung yang berantakan.
Baca juga:
Ronde ke 10 kembali hidup, mereka saling tukar pukulan di jarak dekat, tidak semua nya masuk tapi cukup untuk membuat penonton bersorak rame rame.
Lalu di ronde ke 11 Wilder kembali menciptakan momen besar, pukulan membuat Chisora terdorong hingga keluar tali ring dan mendapat hitungan lagi.
Tapi ronde terakhir Chisora yang sudah sedikit tertinggal tiba tiba bringas seakan dapat tenaga tambahan dia menemukan satu peluang hook kiri mendarat ke dagu Wilder. Jatuh.
Baca juga:
Arena langsung hidup Chisora mencium kesempatan, dia maju mencoba menutup pertarungan melepaskan overhand kanan berulang kali, Wilder hanya mundur dan bertahan mengulur waktu sampai bel akhir berbunyi.
Keputusan juri pun sulit menilai pertarungan ini, dua juri memberi kemenangan untuk Wilder dengan skor 115-111 dan 115-113, sementara satu juri melihat Chisora lebih unggul dengan 115-112 berakhir split decision, tidak ada yang dominan mutlak hanya versi berbeda dari bagaimana melihat pertarungan yang kacau ini.
Sebagian akan bilang Wilder menang karena pukulan nya lebih telak dan knockdown yang lebih telak, sebagian lagi akan merasa Chisora layak karena tekanan tanpa henti dan keberanian nya sampai ronde terakhir.
Baca juga:
Di partai pendukung utama cerita yang jauh lebih rapi datang dari Viddal Riley, berbeda dengan laga utama yang penuh kekacauan, Riley tampil tenang, terukur dan hampir tanpa drama saat menghadapi Mateusz Masternak.
Sejak awal dia mengontrol dengan jab tidak terpancing permaianan masternak.
Di ronde ke 6 pukulan kanan nya sempat melukai Masternak, namun petinju veteran ini tak bergeming tetap membalas dengan hook dan uppercut.
Ronde demi ronde berjalan sesuai rencana Riley, Masternak sempat mencoba bangkit di ronde terakhir tapi dia butuh KO dan itu tidak pernah datang, skor juri 118-110, 118-110, dan 119-109 tidak ada perdebatan.
Lanjut di kelas menengah Denzel Bentley memberikan penyelesaian yang lebih garang menghadapi Endry Saavedra.
Bentley kesulitan di awal saavedra bertarung cukup berani bahkan beberapa kali mendaratkan pukulan tapi Bentley tidak berhenti menyerang balik walaupun tidak membuat saavedra terguncang.
Kemudian di ronde ke 7dia melepaskan serangan beruntun tanpa henti Saavedra terjebak di tali ring tidak membalas hanya menutup diri Wasit akhirnya menghentikan laga di menit 1:38.
Lewat hasil ini bentley sukses membawa pulang gelar interim WBO sekaligus menambah kemenangan KO nya menjadi 18 kali, 3 kalah dan sekali seri.
Undercard lain nya berjalan tanpa terlalu banyak drama tapi tetap menarik untuk di lihat.
Di kelas ringan super antara Ashton Sylve melawan Raul Galaviz Hernandez berlangsung penuh selama 8 ronde, keunggulan sylve terlihat dari keputusan juri dengan kemenangan angka mutlak.
Sylve saat ini memiliki rekor 13-1-10 KO, di usia nya 22 tahun masa depan masih panjang walaupun rekor nya ternoda setelah kalah KO brutal pada juli 2024 saat melawan Lucas bahdi.
Dari kelas berat mempertemukan Matty Harris melawan Franklin ignatius, petinju berjuluk magic ini membuktikan bahwa dia wajib di perhatikan karena sebelum nya hanya menang poin saat melawan Dan garber.
Kali ini Matty hanya butuh 20 detik di ronde ke 2 untuk menjatuhkan dengan pukulan kanan yang telak membuat ignatius tak mampu berdir, Kemenangan ini menambah rekor nya menjadi 10-1-7 KO.
Kemudian di kelas menengah antara Amir Anderson menjaga rekor sempurna nya dengan menang TKO ronde ke 8 atas Jordan Dujon setelah tekanan terus menerus akhir nya membuahkan hasil.
Amir yang berasal dari syracuse new york ini di proyeksikan menjadi bintang mengingat usia nya masih 22 tahun dengan rekor 7-0-7 KO.
#Wilder #Chisora #Kelasberat









