Viddal Riley: YouTuber Biasa atau Calon Raja Cruiserweight?

Viddal riley youtuber jadi petinju

Kita mungkin cuma tahu Viddal Riley sebagai sosok YouTuber dengan jutaan subscriber, wajah nya sering muncul di samping kamera atau dia ada di balik kesuksesan KSI saat masuk ke dunia tinju.

Tapi di balik itu semua ada satu yang sering luput, Riley bukan hanya orang YouTube yang coba coba naik ring.

Dia sebetul nya petinju asli saat ini sedang membangun sesuatu yang serius.

Sebelum ada subscriber Riley sudah lebih dulu akrab dengan bau keringat di gym tinju London, lahir di Hackney inggris pada 7 juli 1997 dengan nama asli Viddal ethan danso riley.

Sejak kecil masuk ke sistem amatir Inggris yang terkenal disiplin dan kompetitif, di sini tidak ada sorotan kamera atau endorsement, yang ada cuma latihan, sparring dan kompetisi yang kejam.

Banyak di luar sana simpang siur bilang rekor amatir Riley mencapai 40 an kemenangan.

Tapi kalau kita bicara berdasarkan data yang bisa di cek satu per satu mengacu ke BoxRec angka nya adalah 14 menang – 6 kalah (2 KO), tercatat pertama naik ring pada 18 mei 2013.

Ini sangat penting bukan untuk meremehkan tapi untuk memahami posisi Riley secara nyata, dia bukan produk amatir elite seperti Oleksandr Usyk atau Vasyl Lomachenko yang punya puluhan pertarungan dan medali dunia.

Tapi dengan coretan ini membuktikan Riley bukan petinju instan dari YouTube.

Dia tetap punya dasar, bertarung, pernah kalah dan belajar dari ring yang nyata tidak hanya konten.

Nama Riley mulai di kenal luas bukan karena turnamen amatir tapi karena satu koneksi besar dengan KSI.

Saat KSI memutuskan masuk ke dunia tinju dan menghadapi Logan Paul Riley adalah orang di balik layar, dia jadi pelatih sekaligus otak teknis di balik persiapan KSI.

Kemudian Riley ikut bersemangat untuk naik ring akhir nya menjadi bagian dari fenomena global YouTube boxing, alhasil subscriber naik nama nya semakin di kenal.

Tahun 2018 Riley akhir nya debut sebagai petinju profesional melawan julio manuel gonzalez yang berlangsung di meksiko, di sinilah dia membuat keputusan yang cukup berani tidak menjadikan popularitas sebagai jalan pintas.

Tak sampai 2 bulan Riley kembali naik ring di MGM grand garden arena pada 19 januari 2029 melawan mitchell spangler yang saat itu baru memulai debut.

Di panggung megah legendaris ini, Riley menghajar spangler hanya 33 detik, dia menjatuhkan nya sebanyak 2 kali sebelum wasit robert byrd melambaikan tangan nya tanda duel telah usai.

Pertarungan yang paling di ingat tentu saat melawan petinju sesaama ingggris Nathan quarless yang saat itu belum terkalahkan dengan rekor 12-0.

Ini pertama kali nya Riley bertarung selama 10 ronde penuh dan dia keluar dengan kemenangan angka mutlak.

Kalau nonton pertarungan Riley kita bisa melihat dengan jab nya hidup, gerakan kaki lincah, defense cukup disiplin dan tidak gusar saat lawan menyerang.

Dia bukan petinju yang mengandalkan kekuatan saja, lebih ke arah teknikal mikir dulu sebelum memukul.

Kadang ini jadi kelebihan juga jadi kekurangan, karena di level atas terlalu hati hati bisa bikin kalah agresif di mata juri.

Perjalanan Riley mulai serius saat dia masuk ke level gelar domestik di Inggris, dia berhasil meraih English Cruiserweight Title, ini bukan sabuk main main, di Inggris sabuk ini sering jadi gerbang menuju level Eropa bahkan dunia.

Dari sini Riley mulai berubah status, dari petinju yang terkenal jadi petinju yang harus di perhitungkan.

Jika kita lihat divisi cruiserweight saat ini, level nya sangat ngeri, ada nama kuat dan petinju dengan pengalaman amatir panjang juga power yang berbahaya.

Di antara banyak petinju Riley punya satu keunikan, dia tidak butuh tinju untuk terkenal, justru karena itu dia memilih tinju dengan cara yang berbeda.

Dia tidak cari sensasi tapi ingin membuktikan bahwa dia bisa sukses di ring bukan karena kamera tapi karena kemampuan.

#Viddalriley #Cruiserweight

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top