Tidak semua pertarungan lahir dari kebencian, ada yang tumbuh dari kedekatan dari keringat yang jatuh bersama di ruang latihan dari ronde sparring yang pernah di jalani tanpa banyak orang tahu.
Tanggal 18 Maret 1991 dunia menyaksikan salah satu duel paling kuat dalam sejarah kelas welter.
Dua pria yang pernah berbagi ring sebagai rekan latihan kini berdiri di sudut berlawanan sebagai musuh mereka adalah Simon Brown dan Maurice Blocker.
Baca juga:
Malam itu yang di pertaruhkan dua Juara satu takhta unifikasi gelar dunia, Brown datang sebagai juara IBF sedangkan Blocker berdiri sebagai juara WBC
Sebelum masuk ke pertarungan kita harus mundur sedikit ke perjalanan mereka menuju puncak.
Simon Brown bukan petinju yang di bentuk dari sorotan sejak awal, dia datang dari jalan yang kerasdari jamaika membawa gaya bertarung yang penuh ambisi tanpa kompromi.
Baca juga:
Kemenangan besar nya datang pada 23 April 1988, saat itu Brown menghadapi Tyrone Trice untuk memperebutkan gelar dunia IBF kelas welter.
Pertarungan berlangsung brutal dan menguras energi namun Brown menunjukkan ketahanan fisik seolah tenaga nya tak berkurang, di ronde ke 14 dia akhir nya menghentikan Trice lewat TKO.
Nama nya mulai di perhitungkan sebagai salah satu petinju paling konsisten di divisi ini
Baca juga:
Gaya bertarung nya tidak istimewa namun mematikan, tekanan tanpa henti stamina kuat dan kemauan untuk terus maju bahkan saat tubuh nya mulai lelah.
Berbeda dengan Brown Maurice Blocker mempunyai gaya yang lebih teknis, dengan tinggi badan dan jangkauan yang menguntungkan Blocker mengandalkan jab tajam.
Dia mencapai puncak pada 19 Agustus 1990, saat menghadapi Marlon Starling.
Dalam pertarungan yang ketat Blocker keluar sebagai pemenang melalui majority decision, kemenangan itu memberi nya sabuk WBC welterweight salah satu juara dunia paling menjanjikan kala itu.
Namun kemenangan atas Starling bukanlah dominasi mutlak, itu adalah duel yang rapat yang menunjukkan Blocker masih punya kelemahan yang nanti nya akan di manfaatkan oleh seseorang yang sangat mengenal nya.
Baca juga:
Sebelum ada nya sabuk mereka adalah rekan latihan, berbagi ring dalam sesi sparring, saling menguji kemampuan tanpa tekanan kompetisi resmi.
18 Maret 1991 di gelar dalam sebuah panggung mirage hotel casino las vegas, duel ini menjadi bagian dari kartu pertarungan antara mike tyson melawan donovan ruddock.
Dua juara masuk ring, blocker tenang dan percaya pada teknik nya, sementara Brown lincah siap menekan sejak awal
Baca juga:
Bel di tabuh Blocker mulai menjalankan strategi nya menggunakan jab untuk menghambat pergerakan Brown, dia terus maju mencari peluang untuk menusuk serangan.
Tekanan itu belum menghasilkan hasil instan tapi perlahan mulai mengubah pertarungan.
Memasuki ronde 7 arah mulai bergeser, Brown mulai lebih sering mendekat dengan pukulan kombo uppercut hook ke rusuk memaksa Blocker bertarung.
Blocker masih mencoba meladeni tapi mulai kehilangan fokus akibat serangan mendadak dari brown.
Di sinilah keunggulan stamina dan mental Brown mulai terlihat, semua memuncak di ronde ke 10, Brown meningkatkan serangan nya tak memberi ruang gerak bebas, pukulan demi pukulan mulai mendarat terutama di bagian kepala.
Baca juga:
Tak lama berselang brown membabi buta,Blocker terkena serangan keras dia jatuh dan sempat terseret bersandar pada tali ring
Namun dia tidak dan masih mampu bangkit, egitu berdiri kondisi Blocker sudah oleng, Brown yang memahami situasi dengan sangat baik tidak memberi kesempatan dia langsung maju melepaskan kombinasi lanjutan.
Blocker mencoba bertahan hingga akhir nya membelakangi lawan tanda bahwa dia tidak lagi mampu melindungi diri.
Melihat situasi berbahaya itu wasit tidak menunggu lebih lama dia masuk dan langsung memeluk Brown pertarungan di hentikan
Baca juga:
Ini sebuah pencapaian karena satu pukulan tapi hasil dari tekanan berlapis dan kehancuran perlahan dari strategi lawan.
Dengan kemenangan ini Simon Brown menjadi juara dunia WBC dan IBF mengukuhkan diri nya sebagai salah satu petinju terbaik di divisi welter saat itu
Lebih dari itu dia mengalahkan seorang juara yang mengenal nya luar dalam juga seorang sahabat nya sendiri.
Tapi sayang gelar IBF kemudian di lepas tak lama setelah duel ini yang kabar nya karena konflik, sisa gelar WBC hanya bertahan 7 bulan sebelum di rampas oleh Buddy mcgirt lewat angka.
Sedangkan Maurice Blocker kembali jadi juara IBF bekas brown pada 4 oktober 1991 setelah menang tipis melawan glenwood brown.
Gelar nya ini terus bertahan sampai tahun 1993 sebelum di rebut oleh felix trinidad dengan KO brutal di ronde ke 2, setelah itu blocker hanya bertaruung 2 kali sebelum menyatakan gantung sarung tinju nya pada tahun 1995.
Baca juga:
Berbeda dengan brown, dia masih kembali melanjutkan perjuangan nya di dalam ring hingga mencapai kejayaan lagi di kelas baru yaitu light middleweight dan menjadi juara WBC pada 18 desember 1993 setelah menghancurkan terry norris di ronde ke 4.
Namun Norris kembali merebut gelar nya pada 7 mei 1994 di MGM grand grand garden membawa pulang dengan angka mutlak.
Ini adalah gelar terakhir simon brown, dia naik kelas lagi ke menengah dan menjadi penantang 2 kali versi WBO dan IBF antara tahun 1996 dan 1998 namun gagal.
Brown resmi gantung sarung tinju pada tahun 2000 dengan rekor akhir 47 menang, 12 kali kalah dan 34 kali di raih KO/TKO.
#Mauricebloker #Simonbrown









