Eliminator Frank Sanchez vs Richard Torrez Jr, Siapa Yang Berhak Menantang Usyk?

eliminator frank sanchez vs torrez jr

Eliminator IBF antara frank sanchez vs Ricahrd torrez jr ini adalah titik pisah, satu akan melangkah maju menuju perebutan gelar dunia lawan nya akan kembali ke antrian panjang yang penuh ketidakpastian.

Pada 28 Maret 2026 di Las Vegas dua petinju dengan arah karir akan di paksa saling menyingkirkan sebuah laga yang tidak hanya menentukan peringkat tetapi juga menentukan siapa yang berhak berdiri di depan Oleksandr Usyk sebagai penantang wajib gelar dunia.

Struktur IBF terkenal tegas, jika divisi mulai macet oleh negosiasi politik dan tarik ulur promotor mereka memerintahkan eliminator.

Frank Sanchez: Kesempatan Terakhir Menuju Puncak??

Beberapa tahun lalu Sanchez adalah ancaman di divisi ini, teknik nya bagus, defense disiplin, Kemenangan nya atas Efe Ajagba menjadi pemuktian bahwa dia bukan petinju teknis tanpa daya dobrak.

Namun sayang karir nya tidak melaju melesat karena inaktivitas, cidera dan kekalahan dari Agit Kabayel membuat momentum nya berantakan.

Kekalahan itu memotong jalur langsung nya menuju perebutan gelar, sekarang dia berusia 33 tahun di kelas berat itu belum tua tapi itu bukan usia untuk menunggu.

Jika Sanchez kalah dia tidak hanya turun peringkat tapi berpotensi keluar dari percakapan elite sepenuh nya, itulah tekanan sebenar nya.

Berbeda dengan Sanchez yang mencoba kembali, saat ini dia sedang di dorong ke depan dengan sangat sengaja.

Petinju 26 tahun ini bukan lagi prospek yang di jaga perlahan, latar belakang Olimpiade membuat nya sejak awal di proyeksikan untuk jalur cepat, rekor nya masih terjaga dan gaya nya liar.

kemenangan atas Guido Vianello menunjukkan bahwa dia mampu bertarung jarak jauh tidak hanya mengandalkan KO cepat.

Namun yang jadi masalah sekarang dia belum pernah menghadapi petinju dengan kedisiplinan taktis seperti Sanchez, eliminator bukan tempat untuk belajar.

Duel Gaya: Teknik vs Tekanan.

jika di lihat ini pertarungan yang sayang di lewatkan, sanchez memeiliki Footwork efisien, Counterpunching presisi, sementara torrez Volume pukulan tinggi, tempo agresif dan konstan juga mempunyai mental menyerang sejak ronde awal.

Bila mana Sanchez mampu mengontrol dan mematahkan ritme Torrez pengalaman bisa unggul.

Tetapi jika Torrez berhasil memaksa laga menjadi keras dan fisikal sejak awal dia bisa memecah disiplin Sanchez.

Yang membuat laga ini penting bukan hanya tiket mandatory tapi arah divisi, jika Sanchez menang itu berarti kelas berat belum sepenuh nya di kuasai generasi baru dan masih ada ruang bagi petinju teknis yang sabar.

Jika Torrez menang itu pertanda kuat bahwa era transisi sedang terjadi, petinju lama tidak akan di beri waktu untuk nangkring.

Siapa pun pemenang nya tantangan berikutnya tidak kecil, usyk adalah teka teki teknis, mobilitas, kecerdasan dan ketenangan nya di momen krusial membuat banyak petinju kehabisan akal untuk mengalahkan nya.

Sanchez mungkin secara gaya lebih kompatibel menghadapi Usyk karena disiplin taktis nya, tapi apakah dia punya cukup variasi ofensif?

Torrez mungkin membawa energi dan tekanan tetapi apakah dia cukup secara defensif untuk menghadapi pergerakan Usyk?

Menurut saya laga ini sebagai pertarungan tentang waktu, sanchez sedang melawan jam biologis dan momentum yang hilang sedangkan torrez sedang berpacu dengan ekspektasi dan percepatan karir nya sendiri.

Baca juga:

Biasa nya dalam pertarungan seperti ini petinju yang lebih muda memiliki keunggulan energi tapi pengalaman kelas berat sering kali menjadi faktor penentu yang tak terlihat di statistik.

Duel ini menjadi undercard di mana partai utama nya mempertemukan sebastian fundora vs keith thurman yang sebelum nya pernah tertunda.

#Sanchez #Torrezjr #Usyk

3 komentar untuk “Eliminator Frank Sanchez vs Richard Torrez Jr, Siapa Yang Berhak Menantang Usyk?”

  1. Pingback: Hasil Tinju 2025: Anthony Olascuaga vs juan carlos camacho

  2. Pingback: 10 Petinju Tak Mampu Dihabisi KO oleh Terence Crawford

  3. Pingback: Pacquiao vs Provodnikov: Ekshibisi atau Perang Sungguhan?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top