Jack Rafferty belakangan jadi sorotan utama tinju Inggris, dengan rekor 26-0 dan 17 KO, julukan Demolition Man tidak hanya panggilan keren dia betul betul tampil seperti mesin penghancur setiap kali naik ring.
Di usia 29 tahun Rafferty ada di masa emas karir nya, fisik prima dan gaya bertarung liar yang bikin penonton tegang sejak bel pertama berbunyi.
Rafferty lahir dan besar di Inggri, dekat dengan lingkungan tinju sejak kecil, dia mulai menekuni olahraga ini dari usia belia mengikuti klub amatir lokal dan terus berkembang dengan menghadapi berbagai lawan berkarakter berbeda.
Baca juga: Upset terbesar tahun 1997; ketika underdog tumbangkan sang juara
Dari awal jelas terlihat bahwa dia suka menyerang, refleks cepat dan tidak takut menekan lawan juga punya daya rusak yang membuat lawan kewalahan.
Banyak lawan mengaku tekanan Rafferty sulit di antisipasi karena dia jarang memberi ruang, begitu menemukan ruang terbuka lawan bisa langsung terhuyung bahkan kehilangan kontrol.
Gaya bertarung Rafferty memang agresif, tapi bukan asal pukul, dia pandai memadukan hook, uppercut dan straight dengan timing yang pas.
Beberapa pertarungan penting membentuk reputasi nya salah satu nya melawan Henry Turner pada 5 Oktober 2024. Turner juga tak terkalahkan jadi ujian pertama Rafferty melawan petinju selevel.
Sejak ronde pertama, kedua nya tampil hati hati, turner mencoba mengandalkan teknik dan footwork sementara Rafferty tetap menekan.
Hingga ronde ke-8 dia mulai menemukan titik lemah di pertahanan Turner menyalurkan kombinasi pukulan bertubi-tubi.
Ronde ke-9 sudut Turner memutuskan menghentikan pertarungan agar tidak terjadi kerusakan yang tidak di inginkan.
Bagi saya pribadi duel ini memperlihatkan kemampuan Rafferty membaca lawan dan mengeksekusi tekanan pada momen tepat.
Pertarungan lain yang tak kalah seru adalah melawan Cory O’Regan pada 5 April 2025.
Di ronde ke-3 Rafferty mendaratkan pukulan keras ke kepala O’Reganmembuat nya jatuh dan tak stabil. Rafferty tidak memberi jeda terus menekan dan akhir nya ronde ke-5 duel di hentikan wasit.
Kemenangan TKO ini menunjukkan mental juara Rafferty menuntaskan duel sekaligus menunjukkan daya rusaknya yang konsisten.
Kalau melihat reaksi penggemar di media sosial mereka kagum.
Banyak yang menyoroti agresivitas dan konsistensi Rafferty menyebut setiap pertarungan nya menegangkan dan menghibur.
Ada yang menulis, “Rafferty selalu bikin deg degan, dia menang tapi cara nya menekan lawan itu luar biasa.”
Selain itu analis tinju juga melihat Rafferty sebagai paket lengkap, agresif, disiplin, cepat, Namun tantangan terbesarnya belum datang.
Untuk menembus panggung dunia Rafferty harus menghadapi petinju top internasional dengan pengalaman juara, ini akan menjadi ujian nyata untuk stamina, strategi dan mental nya.
Teknik Rafferty patut di bahas lebih detail, dia mengombinasikan pukulan ke kepala dan tubuh lawan secara bergantian memanfaatkan hook untuk membuka pertahanan dan straight untuk menghukum kesalahan lawan.
Footwork nya juga fleksibel, dia bisa menyerang dari sisi yang berbeda, mundur sejenak untuk menunggu lalu menyerang balik dengan presisi.
Menurut pengamatan saya, ini adalah kombinasi agresivitas dan kecerdikan yang membuatnya sulit di prediksi.
Selain teknik dia mampu menahan tekanan lawan yang lebih besar atau lebih berpengalaman dan tetap fokus pada strategi sendiri, ini terlihat jelas saat melawan Turner dan O’Regan, dia tidak gelisah saat lawan sempat menguasai beberapa ronde tetapi menunggu momentum yang tepat untuk mengeksekusi.
Mental seperti ini penting sekali apalagi saat menghadapi lawan top dunia.
Rafferty juga punya kelebihan dalam membaca kondisi lawan, dia mampu menilai kapan lawan mulai kelelahan, kapan pertahanan mereka melemah.
Selain dua pertarungan terakhir banyak laga sebelum nya yang membentuk reputasi Rafferty, setiap lawan tangguh dia hadapi dengan pendekatan berbeda, mengadaptasi gaya bertarung sesuai karakter lawan.
Pengalaman menghadapi lawan domestik ini menjadi modal penting untuk menghadapi ujian internasional nanti, kalau menilik peta tinju Inggris Rafferty kini masuk generasi baru yang siap meneruskan tradisi juara.
Dari Ricky Hatton, Amir Khan, hingga Tyson Fur inggris selalu melahirkan petinju yang menghibur dan di segani.
Tantangan terbesar Rafferty ke depan tentu lawan internasional top, petinju yang punya pengalaman juara dunia, teknik defensif tinggi dan power besar akan menjadi ujian sesungguh nya.
Di sinilah mental, insting, dan pengalaman bertarung akan diuji.
Saya pribadi menilai Rafferty punya potensi luar biasa tapi harus tetap rendah hati dan fokus agar tidak terburu naik level.
Dengan semua kelebihan ini, Rafferty punya semua modal untuk menjadi bintang besar.
kalau dia terus mengasah teknik, menantang lawan top internasional dan tetap menjaga mental nya saya yakin Jack Rafferty bisa menjadi wajah baru tinju Inggris dan menghibur penggemar di seluruh dunia.
#JackRafferty #TinjuInggris










Pingback: Osley Iglesias: Harapan Baru Tinju Kuba juara IBO sejak 2022