Jika kita hanya mengenal Muhammad Ali dari kutipan kutipan terkenal nya. tentang kupu kupu, lebah dan keyakinan tanpa batas. maka kita hanya mengenal setengah dari diri nya.
Menurut saya, bagian paling menarik dari Ali justru bukan saat dia paling percaya diri, tetapi saat mengakui rasa takut. pengakuan itulah yang membuat nya berbeda dari legenda lain.
Ali tidak pernah berpura pura bahwa dia kebal. tidak menjual kata bahwa seorang juara sejati tak pernah gentar.
Dalam banyak kesempatan di masa tua nya, Ali justru membuka tabir..ada petinju petinju tertentu yang betul menghantui nya.
Ada nama nama yang membuat nya sulit tidur, ragu, bahkan membuat nya sadar bahwa tubuh dan waktu nya sendiri sedang melawan.
1. Larry Holmes.

Jika saya di minta memilih satu cerita paling tragis dalam karir Ali, maka duel melawan Larry Holmes adalah jawaban nya.
Bukan karena Holmes petinju terbaik yang pernah di hadapi Ali, melainkan karena di sinilah rasa takut Ali mencapai bentuk paling kelam.
Ali pernah mengatakan bahwa Holmes adalah lawan paling menakutkan yang pernah dia hadapi.
Bagi saya, itu pernyataan yang sangat dalam. Ali tidak takut pada pukulan Holmes semata. tapi takut karena tahu diri nya sudah tidak sama, Holmes adalah murid nya.
Ali tahu persis bagaimana Holmes berfikir, bergerak, dan menyerang, itulah yang menakutkan.
Kalau saya melihat ulang pertarungan itu, saya tidak melihat duel dua petinju. namun melihat seorang legenda yang di paksa melawan bayangan masa lalu nya sendiri.
Menurut pandangan saya, di titik itu Ali sadar pertarungan ini tidak akan dia menangkan, tetapi tetap di jalani karena tekanan finansial, ego, dan mungkin ketidak mampuan untuk berkata cukup.
Yang paling menyakitkan, bukan pukulan Holmes, tetapi kenyataan bahwa sudut ring Ali tidak menghentikan laga itu lebih awal.
Ali tahu bagaimana akhir nya. dia hanya tidak punya siapa pun yang benar2 melindungi dari diri nya sendiri.
2. Ken Norton.

Beranjak ke atas ada Ken Norton petinju yang, menurut Ali memperpendek karir nya.
Norton bukan petinju dengan aura mengintimidasi seperti Foreman atau Liston. Tapi di situlah letak masalahnya.
Norton adalah teka teki. Gaya bertarung nya canggung, sudut pukulan nya aneh.
Jika saya melihat dari kacamata teknis, Norton adalah contoh bahwa rasa takut dalam tinju tidak selalu datang dari kekuatan, tetapi dari ketidakpastian.
Norton mematahkan rahang Ali di pertemuan pertama mereka.
Tapi yang lebih berbahaya menurut saya adalah fakta bahwa Ali tidak pernah menemukan solusi yang nyaman saat menghadapi Norton.
Bertarung tiga kali melawan lawan yang tidak bisa di baca adalah mimpi buruk bagi siapa pun bahkan bagi Ali.
3. Joe Frazier.

Yang menarik dari cerita ini, Joe Frazier masuk dalam dua kategori sekaligus. di kagumi dan di takuti.
Kalo saya bilang, inilah rivalitas paling manusiawi dalam sejarah.
Ali sering menghina Frazier di depan publik. Tapi di balik semua itu, Ali tahu Frazier tidak bisa di hentikan dengan omongan. Tekanan Frazier itu konstan. tidak pernah mundur. dia tidak pernah kehilangan akal.
Kalau saya boleh jujur, saya percaya Ali paling takut pada Frazier bukan karena pukulan nya, tetapi karena keteguhan mental nya.
Frazier tidak runtuh apalagi gentar. Tidak peduli siapa yang ada di depan nya.
Ali sendiri mengakui bahwa Frazier membuat nya menjadi juara berulang kali. Bukan dengan mengalahkan nya, tapi dengan memaksa nya menggali sisi terdalam dari diri nya sendiri.
Pendapat saya, tanpa Frazier Ali mungkin tetap hebat, tetapi tidak akan menjadi legenda yang sama.
4. Sonny Liston.

Berbeda dengan Frazier, Sonny Liston adalah ketakutan yang lebih primitif dan Lebih gelap.
Ali mengakui bahwa dia benar benar ketakutan menghadapi Liston. Ali hampir tidak tidur sebelum pertarungan pertama.
dia menggambarkan Liston seperti algojo, mata dingin tanpa belas kasihan.
Kalau membayangkan Ali muda di hadapan Liston, saya melihat seorang pria yang berusaha menutupi ketakutan nya dengan kata kata. Liston bukan hanya petinju tapi lambang teror di era nya.
Kemenangan Ali atas Liston menurut saya, bukan hanya kemenangan fisik, tetapi pembebasan mental. Setelah itu, Ali tidak lagi hanya merdeka namun tahu bahwa ketakutan bisa di taklukkan.
5. George Foreman.

Di posisi berikut nya ada George Foreman, inilah contoh terbaik bagaimana rasa takut bisa melahirkan kecerdikan.
Ali sendiri pernah berkata di sudut ring..
George akan membunuh ku…
Kata itu bukan lelucon Itu pengakuan jujur. Foreman adalah mesin penghancur.
Tetapi dari rasa takut itu lahirlah rope-a-dope. Menurut pandangan saya, strategi itu bukan tanda kelemahan, tetapi kecerdasan tingkat tinggi. Ali sadar dia tidak bisa menang dengan cara biasa. Maka dia menciptakan cara baru.
Foreman memaksa Ali berevolusi. itulah ciri petinju besar, bukan yang tidak pernah takut, tetapi yang tahu bagaimana menggunakan rasa takut sebagai alat.
Nama Lain yang Mengusik Pikiran Ali.
Selain nama nama besar itu, Ali juga menyebut Earnie Shavers, yang dia sebut sebagai pemukul paling keras yang pernah di hadapi.
Shavers mungkin bukan legenda besar, tetapi kekuatan nya nyata.
pendapat saya, rasa takut terhadap Shavers adalah rasa yang sangat manusiawi. takut pada satu pukulan yang bisa mengakhiri semua nya.
Ali juga menyebut Leon Spinks muda, bukan karena teknik nya, tetapi karena semangat dan energi nya.
Lalu ada Jimmy Young, yang gaya licin nya membuat Ali merasa tua di dalam ring, sebuah ketakutan yang datang dari kesadaran waktu.
Jika kita naik lebih jauh ke atas struktur cerita, kita sampai pada mereka yang di kagumi Ali.
Jack Johnson, adalah figur yang lebih besar dari tinju. Ali tidak mengagumi nya hanya karena teknik, tetapi karena keberanian hidup.
Johnson bertarung di era yang tidak menginginkan juara kulit hitam. dia membuka jalan yang penuh duri agar generasi setelah nya bisa berjalan lebih bebas.
Sementara Archie Moore adalah figur mentor. Ali sering menghubungi nya sebelum laga besar.
Moore mengajarkan pertahanan, kesabaran, dan kecerdikan. Bahkan jika Ali bercanda bahwa pelajaran Moore membuat nya kehilangan emas Olimpiade, jelas bahwa pengaruh Moore sangat dalam.
hal paling langka dari Muhammad Ali adalah kejujuran nya terhadap rasa takut. Banyak legenda berusaha menghapus ketakutan tapi Ali justru memeluk nya.
dia tidak pernah berkata bahwa tak takut namun tetap bertarung.
mungkin di inilah pelajaran terbesar nya, bukan hanya untuk tinju tetapi untuk hidup.
#Muhammadali #Kennorton #Georgeforeman #Larryholmes










Pingback: Vergil Ortiz jr Tak Ingin Terjebak Dari Popularitas Instan
Pingback: Ini Pandangan Floyd Schofield Tentang Duel Davis vs Ortiz