Para Raja Kelas Berat Bertukar Tahta 2015–2025

Para raja kelas berat bertukar tahta

Selama sepuluh tahun terakhir divisi kelas berat terasa seperti kembali menemukan nafas baru nya, alau dulu era Wladimir Klitschko sempat membuat banyak orang merasa sabuk juara TERKUNCI di satu tangan.

Maka periode 2015 sampai 2025 menghadirkan cerita yang jauh lebih liar, setiap kali kita mulai yakin siapa raja nya muncul saja petinju lain yang membalikkan naskah.

Setiap perebutan gelar berubah menjadi drama yang sulit di tebak, ada yang jatuh secara mengejutka, bangkit dengan cara heroik dan ada yang semakin mantap setelah di ragukan publik.

Dari panggung megah di London dan New York sampai arena mewah di Arab Saudi.

Pertarungan kelas berat selama dekade ini bukan cuma soal otot tapi kepintaran. dan keberanian mengambil resiko, inilah periode paling seru dalam tinju kelas berat modern.

Sabuk seperti bola panas berpindah terus dari satu raksasa ke yang lain.

Penulis akan menelusuri bagaimana TAHTA RAJA KELAS BERAT itu berubah sepanjang 2015–2025, siapa yang naik, tumbang dan siapa yang pantas menyandang predikat sebagai raja sejati di era penuh kejutan ini.

Baca juga: Kisah tragis kematian para petinju legendaris.

1. Wladimir Klitschko.

Wladimir Klitschko mendominasi mutlak di kelas berat, petinju asal Ukraina ini kestabilan dan kedisiplinan dalam ranah adu jotos ini.

Sejak merebut kembali sabuk juara IBF dari Chris Byrd pada tahun 2006, Wladimir perlahan mengumpulkan seluruh gelar utama WBA, IBF, WBO dan IBO Menjadikan nya raja absolut di divisi paling bergengsi.

Antara 2006 hingga 2015 dia mempertahankan gelar nya sebanyak 18 kali berturut turut sebuah pencapaian bukan main.

Lawan nya silih berganti datang dan tumbang dari David Haye, Alexander Povetkin sampai Kubrat Pulev semua nya gagal memecahkan pertahanan nya.

Di bawah bimbingan pelatih legendaris. Emanuel Steward dan kemudian Johnathon Banks Klitschko menjadi mesin tinju yang mematikan namun juga sering di anggap terlalu aman dan membosankan oleh sebagian penggemar.

Tapi balik dominasi nya muncul bisikan bahwa era KLITSCHKO BROTHERS mulai menua.

Vitali sudah pensiunn dan Wladimir tanpak kehilangan agresivitas yang dulu menakutkan.

Para pecinta tinju sejati menunggu kapan sang penguasa akhir nya akan tumbang dan pada tahun 2015 momen itu datang.

2. Tyson Fury.

Dusseldorf Jerman menjadi malam bersejarah yang mengubah peta tinju kelas berat, di hadapan ribuan penonton Tyson Fury petinju asal Inggris dengan tinggi 206 cm dan gaya eksentrik menantang sang juara.

Banyak yang menganggap Fury hanya bahan lelucon, dia sering tampil nyeleneh bernyanyi saat konferensi pers dan berbicara seenak nya.

Tapi di atas ring malam itu Fury menunjukkan sesuatu agak lain, kecerdikan taktis dan pergerakan GENDENG untuk ukuran petinju seberat 115 kilogram.

Klitschko yang biasa nya mendikte lawan dengan jab panjang justru di buat kelimpungan.

Fury menari, menunduk, menghindar dan terus menggoda tanpa henti dia tak memberikan jalan yang di inginkan Wladimir.

Sampai 12 ronde berlalu sang juara tua tidak pernah menemukan cara menembus pertahanan lawan, ketika bel akhir berbunyi hasil nya mengejutkan dunia.

Tyson Fury menang angka mutlak dan merebut seluruh sabuk juara dunia geger, untuk pertama kali nya sejak era Lennox Lewis sabuk kelas berat berpindah tangan ke petinju asal Inggris.

Namun kemenangan besar itu menjadi awal dari perjalanan paling berliku dalam karir Fury.

Depresi berat sampai penyalahgunaan alkohol membuat nya kehilangan sabuk, iBF mencabut gelar hanya beberapa hari setelah kemenangan karena dia menolak pertarungan wajib melawan Vyacheslav Glazkov.

Dalam hitungan bulan semua sabuk yang di rebut dengan susah payah hilang bukan karena kalah di ring tapi kekacauan ulah gila nya.

Era Klitschko pun resmi berakhir tinju kelas berat memasuki masa kekacauan baru, tak ada penguasa tunggal, siapa yang layak menjadi raja berikut nya???

3. Glazkov vs Charles Martin 2016.

Setelah Tyson Fury menumbangkan Wladimir Klitschko kelas berat justru terjun ke masa kekosongan.

Yang pertama lepas adalah sabuk IBF kemudian di perebutkan oleh dua nama yang kurang terkenal, Charles Martin asal Amerika Serikat VS Vyacheslav Glazkov dari Ukraina.

Banyak penggemar melihat pertarungan ini sebagai TRANSISI bukan antar dua legenda. melainkan petinju yang sedang NEMU EMAS di jalan.

Di dalam ring nasib berkata lain Glazkov mengalami cidera lutut parah di rond ke 3 setelah salah pijak saat mundur dari serangan Martin, dia tak mampu melanjutkan pertarungan wasit menghentikan laga.

Charles Martin pun di nyatakan menang TKO resmi menjadi juara dunia kelas berat IBF.

Meski secara teknis sah menjadi juara kemenangan Martin di anggap hambar oleh banyak pihak, tak ada duel epik juga KO spektakuler hanya kebetulan dan nasib buruk lawan publik menilai gelar itu belum MILIK NYA.

Tapi keberuntungan tetap berpihak sampai seorang raksasa muda asal Inggris bernama Anthony Joshua datang menantang.

4. Anthony Joshua.

Seorang bintang baru sedang bersinar terang peraih medali emas Olimpiade London 2012 yang tak terkalahkan sejak debut profesional nya.

Joshua dengan tubuh seperti pahatan baja telah mengumpulkan 15 kemenangan beruntun semua nya lewat KO brutal, inggris menaruh harapan besar untuk membawa kembali kejayaan kelas berat ke tanah Britania Raya.

Promotor segera menyusun rencana, Martin vs Joshua perebutan sabuk yang akan digelar pada 9 April 2016 di O2 Arena London.

Martin datang sebagai juara tapi Joshua datang sebagai pahlawan nasional.

Pada ronde kedua Joshua melepaskan straight kanan sempurna yang mendarat telak di rahang Martin, sang juara terjatuh dan berusaha bangkit namun ekspresi nya menunjukkan kebingungan total.

Tak lama kemudian Joshua kembali menghantam dengan pukulan serupa hasil nya sama martin tumbang untuk kedua kali nya.

Wasit menghitung hingga sepuluh Anthony Joshua menang KO ronde kedua dan resmi menjadi juara dunia IBF.

Inggris kembali memiliki raja baru di kelas berat kali ini dengan gaya yang memukau dan daya jual bikin geleng2 tangan, dalam waktu singkat dia menjadi bintang, kontrak besar dan sponsor mewah membuat nya cepat menjelma menjadi lambang olahraga modern.

5. Joseph Parker vs Andy Ruiz jr.

Satu sabuk lain yang sempat di miliki Tyson Fury juga ikut terlepas.

Organisasi WBO memutuskan untuk mengosongkan gelar tersebut lalu menggelar laga perebutan antara dua penantang tertinggi peringkat dunia saat itu.

Joseph Parker dari Selandia Baru vs Andy Ruiz Jr dari Amerika Serikat.

Duel berlangsung pada 10 Desember 2016 di Vector Arena Selandia Baru, untuk pertama kali dalam sejarah negara kecil di Pasifik itu menjadi pusat perhatian Parker datang dengan rekor 21-0 (18 KO).

Sedangkan Ruiz Jr dengan tubuh gemuk namun refleks tajam di kenal sebagai petinju Meksiko Amerika dengan tangan secepat kelas menengah.

Sejak ronde pertama kedua nya menunjukkan kualitas elite, parker mencoba menghalau serangan lewat jab kiri panjang sedangkan Ruiz terus menekan dan melepaskan kombinasi cepat di jarak dekat.

Meski tanpak kelebihan berat badan Ruiz memperlihatkan kelincahan dan sering kali membuat Parker mundur.

Setelah 12 ronde penuh ketegangan hasil akhir di umumkan Joseph Parker menang angka mayoritas (115–113, 115–113, 114–114) resmi menjadi juara dunia kelas berat WBO.

Kemenangan ini menandai sejarah besar Joseph Parker menjadi petinju pertama asal Selandia Baru yang merebut sabuk dunia kelas berat.

Negeri kecil itu seketika PESTA PORA dalam kebanggaan, parker tampil sebagai sosok sopan kontras dengan kehebohan yang biasa terjadi di kelas berat.

Meski gelar nya sah sebagian pengamat menilai kemenangan itu KURANG MEYAKIN KAN.

Saya pribadi merasa duel begitu tipis bahkan beberapa media Amerika memberi skor imbang atau sedikit unggul untuk Ruiz Jr.

Namun secara resmi Parker adalah juara baru dan sabuk WBO kini berada di pangkuan nya, tak butuh waktu lama Parker pun mulai di kaitkan dengan Anthony Joshua sang penguasa IBF dari Inggris untuk potensi unifikasi di masa depan.

Tapi sebelum itu dia harus mempertahankan gelar nya melawan penantang lain seperti Hughie Fury sepupu Tyson Fury pada tahun berikut nya.

Sementara itu Andy Ruiz meski kalah tipis tak pernah hilang, dia terus berlatih menunggu kesempatan besar berikut nya.

Beberapa tahun kemudian akan datang dengan cara paling mengejutkan dalam sejarah kelas berat.

6. Anthony Joshua vs Wladimir Klitschko.

Setelah merebut sabuk IBF dari Charles Martin publik Inggris haus akan pertarungan besar menuntut ujian sejati bagi sang juara muda.

Jawaba nnya datang dari sosok legendaris yang pernah menguasai selama lebih dari satu dekade.

Wladimir Klitschko yang kini berusia 41 tahun namun masih BERNAFSU akan kejayaan, 29 april 2017 Stadion Wembley di saksikan langsung oleh lebih dari 90 ribu penonton menjadikan nya salah satu laga terbesar saat itu.

Sabuk IBF dan WBA super di pertaruhkan dua gelar yang bisa membawa Joshua selangkah lebih dekat menuju status RAJA SESUNGGUH NYA.

Ronde2 awal berjalan hati hati Joshua waspada sementara Klitschko bermain dengan pengalaman menggunakan jab panjang untuk mengatur gerak lawan.

Namun memasuki ronde ke 5 pertandingan berubah menjadi drama luar biasa.

Joshua melepaskan kombinasi keras yang membuat Klitschko terjatuh untuk pertama kali nya sejak 2004, stadion MENJERIIIIT, namun bukan nya menyerah sang legenda justru bangkit dengan marah.

Di ronde ke 6 giliran Klitschko membalas, sebuah straight kanan telak menghantam dagu Joshua membuat sang juara muda tersungkur ke kanvas untuk pertama kali dalam karir nya.

Suasana berubah tegang Joshua kelelahan, wajah nya mulai bengkak Klitschko siap menulis babak baru dalam kisah kebangkitan nya.

Joshua enggan menyerah dia bertahan menunggu waktu yang tepat untuk menyerang balik, ronde ke 11 menjadi titik akhir setelah ronde ronde penuh tensi Joshua kembali menemukan tenaga.

AJ melepaskan uppercut kanan NGERRII yang menghenta Klitschko terpental ke belakang seperti tersambar petir.

Pukulan itu di kenang sebagai salah satu uppercut terbaik dalam sejarah kelas berat.

Joshua tidak membuang waktu dia menghujani Klitschko dengan kombinasi keras hingga sang legenda dua kali jatuh Wasit akhir nya menghentikan pertarungan, anthony Joshua menang TKO ronde ke-11.

Malam itu semua menyaksikan pergeseran kekuasaan dari era lama yang di kuasai Wladimir Klitschko menuju era baru yang di pimpin oleh Anthony Joshua.

Joshua berdiri di atas ring Wembley dengan dua sabuk di bahu dengan senyum penuh kebanggaan, dia telah membuktikan diri menjadi pewaris sah tahta kelas berat.

Klitschko dengan jiwa besar memuji Joshua setelah pertarungan dan tak pernah kembali bertarung, dia pensiun dengan hormat menutup panjang kejayaan keluarga Klitschko dan memberi jalan bagi generasi baru untuk berkuasa.

7. Anthony Joshua vs Joseph Parker.

Bagi Joshua memiliki dua sabuk belum cukup dia mengincar unifikasi sejati dan target pertama nya adalah sang juara WBO Joseph Parker.

Duel di umumkan pada 31 Maret 2018 di Principality Stadium Wales, dengan kapasitas lebih dari 80.000 penonton arena itu berubah menjadi lautan merah putih biru bendera Inggris dan Selandia Baru.

Dua juara dunia muda sama2 tak terkalahkan bertempur demi kehormatan dan penyatuan sabuk.

Saat konferensi pers parker bilang…

“Saya tidak datang untuk kalah tapi untuk membuat sejarah.”

Namun begitu bel berbunyi Joshua membuktikan bahwa dia bukan hanya bintang iklan tapi raksasa dengan IQ tinju tinggi.

Berbeda dari gaya agresif Joshua sebelum nya, duel melawan Parker berlangsung hati hati dan penuh perhitungan, joshua lebih memilih bermain aman dengan jab kiri yang konstan dan mengontrol kecepatan laga.

Hasil nya pertarungan berlangsung tanpa drama knockdown atau adu brutal seperti saat Joshua melawan Klitschko.

Setelah 12 ronde penuh kecermatan Anthony Joshua menang angka mutlak (118–110, 118–110, 119–109) menambah sabuk WBO ke pinggang nya.

Joshua kini memegang hampir seluruh tahta kelas berat dunia inggris merayakan kemenangan besar itu.

Saya pribadi mulai berandai andai tentang duel yang bisa menyatukan semua nya antara anthony Joshua vs Deontay Wilder perebutan gelar Undisputed Champion yang belum pernah terjadi sejak era Lennox Lewis.

Namun negosiasi dengan Wilder tidak pernah tuntas, persoalan uang, lokasi dan kontrak siaran membuat kesepakatan tertunda.

Sementara Joshua terus melangkah menghadapi penantang wajib seperti Alexander Povetkin, kemudian bersiap untuk laga yang tanpak biasa namun justru mengubah hidupnya selama nya.

Andy Ruiz Jr mantan lawan nya Parker yang datang sebagai pengganti mendadak untuk Jarrell Miller pada pertengahan 2019.

8. Anthony Joshua vs Andy Ruiz Jr.

Pada 2019 semua nya berubah dalam sekejap, dalam waktu kurang dari dua bulan promotor Eddie Hearn mencari pengganti dan muncullah nama yang tak di sangka.

petinju bertubuh bulat dari California, banyak yang menertawakan keputusan ini, di mata publik Ruiz hanyalah pengisi sementara alias awan mudah bagi sang superstar.

Namun pada malam 1 Juni 2019 di Madison Square Garden kita menyaksikan sejarah yang tak akan pernah terlupakan.

Di ronde ke 3 dia menjatuhkan Ruiz dengan hook kiri keras, semua orang mengira pertarungan akan segera selesai tapi yang terjadi justru di luar angan.

Beberapa detik setelah bangkit Ruiz membalas dengan kombinasi cepat kiri kanan beruntun yang mendarat telak di kepala Joshua dia pun terjatuh kelimpungan.

Sisa ronde itu menjadi mimpi buruk bagi Joshua yang kebingungan menghadapi tangan lawan nya.

Di ronde ke joshua sudah tak bisa mengimbangi ruiz, Mike Griffin menanyakan apakah dia masih ingin melanjutkan Joshua tidak menjawab dengan tegas.

Wasit pun menghentikan laga Andy Ruiz Jr. menang TKO sebuah kejutan terbesar di era ini, Ruiz Jr langsung mencetak sejarah petinju pertama. keturunan Meksiko yang menjadi juara dunia kelas berat.

Petinju dengan perawakan paling tidak konvensional yang mampu mengalahkan sosok berotot seperti Joshua, kemenangan itu datang sebagai underdog dengan peluang 1 banding 25.

Publik terkejut sementara media menyebut nya the Miracle at Madison Square Garden.

Joshua kehilangan tiga sabuk dalam satu malam dan reputasi nya hancur, Ruiz berubah menjadi selebriti instan, dia menghadiri acara TV, pesta mewah dan mengangkat tinggi sabuk juara nya sambil berucap..

“Mimpi orang gendut juga bisa jadi nyata.”

9. Anthony Joshua vs Andy Ruiz Jr. II.

Enam bulan setelah kekalahan paling memalukan Anthony Joshua kembali untuk merebut apa yang pernah menjadi milik nya.

Kali ini bukan di Amerika atau Inggris. melainkan di lokasi yang tak terduga di Arab Saudi, Pemerintah setempat membangun arena terbuka megah di tengah gurun hanya untuk pertarungan ini.

Duel itu di beri tajuk Clash on the Dunes bentrokan dua takdir yang sangat berbeda.

Sang juara yang jatuh ingin bangkit melawan underdog yang menolak kembali ke bawah, anthony Joshua tahu jika kalah lagi karir nya bisa berakhir.

Maka dia datang ke Arab Saudi bukan dengan otot yang lebih besar tapi dengan pikiran yang lebih tajam, Joshua ber transformasi menjadi petinju yang lebih taktis mirip gaya Wladimir Klitschko di masa keemasan nya.

Sementara Ruiz datang dalam kondisi jauh berbeda dari pertarungan pertama.

Setelah menjadi juara dunia Ruiz menikmati kehidupan glamor, makanan berlimpah. Bobot tubuhnya naik drastis lebih dari 7 kilogram.

Banyak penggemar Meksiko kecewa khawatir sang juara baru kehilangan fokus.

Kali ini Joshua mengontrol sepenuh nya fokus nyaris tanpa kesalahan, ronde demi ronde berjalan Joshua memukul lalu menjauh memanfaatkan keunggulan tinggi badan dan jangkauan tangan.

Setelah 12 ronde hasil nya tak lagi mengejutkan anthony Joshua menang (118–110, 118–110, 119–109) merebut kembali seluruh sabuk nya.

Joshua membuktikan bahwa dia bukan hanya pemukul kuat tapi juga petinju cerdas dengan kemampuan beradaptasi.


Dalam wawancara usai pertarungan Joshua berucap dengan rendah hati..

“Saya tidak berjuang untuk membalas dendam saya hanya ingin menebus diri sendiri.

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga untuk Ruiz, dia mengakui bahwa kurang disiplin berat badan berlebih membuat nya tak bisa tampil maksimal.

Di sisi lain Atlanti. seorang monster asal Alabama tengah menebar ketakutan dengan pukulan kanan yang bisa mematikan siapa pun deontay Wilder juara WBC tak terkalahkan.

Tak jauh setelah itu yang lain mulai muncul lagi petinju flamboyan yang sempat hilang kini kembali dengan tekad untuk merebut kembali tahta nya siapa lagi kalo bukan Tyson Fury.

10. Trilogi Wilder vs Fury.

Setelah Anthony Joshua menguasai sabuk WBA, IBF dan WBO semua menoleh ke satu sabuk tersisa WBC yang selama bertahun2 di kuasai oleh Deontay The Bronze Bomber Wilder.

Wilder di kenal dengan kekuatan pukulan kanan BERUTAL.

Lebih dari 40 kemenangan hampir semua nya lewat KO, dia di anggap sebagai petinju paling menakutkan di planet ini.

Namun di saat dunia melihat Wilder sebagai penguasa tunggal sosok misterius dari Inggris kembali bangkit dari keterpurukan, Tyson Fury sang mantan juara yang dulu merebut tahta dari Wladimir Klitschko.

Setelah bertahun tahun berjuang melawan depresi, alkohol dan berat badan berlebih Fury akhir nya kembali ke ring pada 2018.

Semua orang awal nya meragukan tapi dia membuktikan bahwa diri nya belum habis dan menantang sang raja WBC.

Duel pertama antara Deontay Wilder vs Tyson Fury digelar di Staples Center Los Angeles, Wilder datang sebagai favorit mutlak. sementara Fury di anggap gila karena menantang terlalu cepat setelah lama absen.


Duel ini berakhir imbang (draw) hasil yang kontroversial, tak lama kedua nya sepakat rematch.

Kali ini Fury berjanji Saya tak akan meninggalkan nya ke tangan juri, saya akan menghentikan Wilder, ternyata bacotan fury tidak NGEDABRUS….

Sejak ronde pertama Fury menggila dengan tarian Wilder tanpak tak siap menghadapi tekanan balik Fury.

Di ronde ke 3 Fury menjatuhkan nya dengan hook kanan keras darah mengalir dari telinga Wilder tanda drum telinga nya pecah, ronde demi ronde berjalan Wilder kewalahan dan terlihat kecapek an.

Hingga akhir nya di ronde ke-7 Pelatih Wilder meminta duel di hentikan.
Tyson Fury menang TKO!!!!!!!

Dia tidak hanya merebut sabuk tapi merebut kembali kehormatan dan kejayaan yang dulu hilang penonton bersorak The Gypsy King is back.

Meskipun kalah telak di laga kedua Deontay Wilder menolak berhenti dia menuduh Fury curang, wilder mengganti pelatih dan bersumpah akan MENGUBUR FURY HIDUP2.


Fury menyambut dengan SLENGE’ AN…..

“Saya akan membuat nya percaya bahwa mimpi buruk itu nyata.”

Pertarungan ketiga ini menjadi salah satu laga terbaik dalam sejarah kelas berat modern.

Dari ronde pertama kedua petinju langsung baku hantam brutal.

Fury menjatuhkan Wilder di ronde ke 3 tapi Wilder membalas dengan dua knockdown di ronde ke 4 penonton di Las Vegas sampai TERKENCING2 melihat nya hehee….Becanda.

Namun Fury tetap enjoy memanfaatkan stamina dan teknik lebih baik.

Di ronde ke 10 dia kembali menjatuhkan Wilder dan akhir nya di ronde ke-11 Fury mendaratkan uppercut telak yang mengakhiri semua Tyson Fury menang KO GILAAAAAA.

Saya sepakat dengan media yang menyebut ini adalah salah satu trilogi terbesar sepanjang masa sejajar dengan Ali vs Frazier dan Holyfield vs Bowe.

Kini semua hanya menunggu pertarungan penyatuan sabuk (Undisputed) antara Fury dan pemegang tiga sabuk lain nya Anthony Joshua, namun sebelum duel itu terwujud drama baru terjadi..

Joshua akan kehilangan tahta nya pada sosok petinju yang sama sekali berbeda gaya seorang maestro teknik dari Ukraina bernama Oleksandr Usyk.

11. Anthony Joshua vs Oleksandr Usyk I.

Di sini banyak yang meragukan Usyk orang menganggap terlalu kecil dan halus untuk menandingi kekuatan Joshua.

Tapi bagi mereka yang mengenal gaya bertarung nya Usyk bukan petinju biasa, dia adalah ilmuwan ring petinju dengan kecerdasan dan permainan kaki yang lincah.

Duel digelar di hadapan lebih dari 65 ribu penonton di Tottenham Hotspur Stadium, joshua tampil di depan publik nya sementara Usyk datang dengan ekspresi seperti sedang berlatih biasa.

Memasuki ronde ke 10 Joshua mulai kelelahan Usyk yang masih kuat menaikkan serangan, ronde ke 12 menjadi puncak dominasi Usyk Joshua terpojok di tali ring.

Ketika bel terakhir berbunyi penonton berdiri mereka tahu telah menyaksikan sesuatu yang ISTIMEWA sebuah pelajaran tinju sejati.

Hasil akhir Oleksandr Usyk menang angka mutlak (117–112, 116–112, 115–113), dia menjadi juara dunia kelas berat baru (WBA, IBF, WBO, IBO).

Kemenangan ini mengguncang seluruh dunia tinju, Joshua sang bintang global kembali kehilangan tahta nya.
Para pengamat menyebut nya sebagai “The Thinking Man’s Fighter petinju yang mengandalkan otak bukan hanya otot.

Namun Joshua tak tinggal diam dia langsung mengaktifkan klausul rematch bertekad merebut kembali sabuk nya.

12. Oleksandr Usyk vs Anthony Joshua II.

Oleksandr Usyk menghadapi ujian jauh lebih besar di luar ring perang melanda tanah kelahiran nya, dia sempat meninggalkan tinju untuk bergabung dengan pasukan pertahanan.

Semua orang mengira dia tak akan bertarung lagi dalam waktu lama, namun dengan semangat nasionalisme yang tinggi Usyk kembali ke ring dengan satu tujuan mengibarkan bendera Ukraina di puncak dunia.

Arena pertarungan di pilih di King Abdullah Sports City Arab Saudi, lokasi yang sama ketika Joshua dulu menebus kekalahan dari Andy Ruiz Jr.

Panitia menamai pertarungan ini Rage on the Red Sea yang berarti amarah di Laut Merah, dua jiwa yang ingin menuntaskan urusan yang belum selesai.

Di ronde ke 9 Joshua menemukan jalan epik, dia menghantam tubuh Usyk dengan kombinasi keras membuat sang juara sedikit kewalahan penonton di Jeddah berteriak histeris.

Ronde terakhir adalah mahakarya, Usyk menyerbu dengan kecepata mendaratkan pukulan bertubitubi ke wajah Joshua.

namun saat bel terakhir di getok semua juri saling MENGANGGUK, dengan keputusan split decision, Oleksandr Usyk tetap juara dunia kelas berat WBA (Super), IBF, WBO, dan IBO.

Setelah keputusan di umumkan Anthony Joshua menunjukkan emosi tak terkendali, dia sempat melempar sabuk ke luar ring lalu berbicara panjang di mikrofon dengan nada kecewa.

Namun beberapa saat kemudian dia menghampiri Usyk dan berkata dengan penuh hormat..

“Kamu petinju luar biasa aku menghormati perjuangan dan negara mu.”

Dengan kemenangan ini Oleksandr Usyk meneguhkan diri nya sebagai penguasa mutlak tiga sabuk dunia, hanya tinggal satu sabuk lagi WBC milik Tyson Fury yang memisahkan nya dari status Undisputed Champion of the World.

13. Oleksandr Usyk vs Tyson Fury I.

Tahun 2024 semua sabuk akhir nya di pertaruhkan dalam satu ring dalam duel yang di sebut banyak orang sebaga Fight of the Century perebutan status Undisputed Heavyweight setelah 20 tahun lebih kosong.

Kedua nya sama sama tak terkalahkan tak ada tempat untuk sembunyi.

Fury tertawa di ronde ronde awal mencoba mengintimidasi bahkan sempat berteriak ke arah Usyk, tapi berbeda dengan petinju lain Usyk tidak bereaksi dia hanya fokus seperti PROFESOR yang sedang menganalisis eksperimen.

Di ronde ke 10 dan 11 Fury berusaha bangkit tapi Usyk tetap disiplin.

Ketika bel ronde ke 12 berbunyi kedua petinju saling berpelukan mereka tahu telah menulis sejarah, namun ketika hasil di umumkanmOleksandr Usyk menang angka terpisah (split decision)
115–112, 114–113 untuk Usyk, 114–113 untuk Fury.

Usyk menang resmi menjadi Undisputed Heavyweight Champion of the World.

Tyson Fury meski kecewa tetap menunjukkan sportivitas dia mengangkat tangan Usyk dan memberikan ucapan selamat, pertarungan itu menandai akhir dari satu dekade perebutan tahta kelas berat 2015–2025.

Dari awal nya di anggap terlalu kecil hingga akhir nya menaklukkan monster terbesar Usyk adalah legenda sejati.

14. Oleksandr Usyk vs Tyson Fury II.

Hanya dalam hitungan bulan kedua kubu sepakat untuk menggelar rematch di tempat yang sama.

Pada tanggal 21 Februari 2025 sebuah duel yang di janjikan menjadi penentuan sesungguh nya, tyson Fury datang dengan ambisi membalas kekalahan dia menurunkan berat badan memperbaiki kecepatan.


Dalam konferensi pers Fury berkata lantang..

“Aku akan membongkar teka teki Ukraina itu, Kali ini tak akan ada keputusan juri aku akan membuat nya menyerah di tengah ring!”

Namun Oleksandr Usyk bukan petinju yang bisa di provokasi, dengan wajah tenang dia menjawab singkat..

“Kamu bisa bicara sepanjang hari tapi di ring hanya ada satu kebenaran pukulan dan kaki yang bekerja.”

Pada kenyataan nya fury tak bisa membuktikan omongan nya.

Dua ronde terakhir menjadi bukti kenapa Oleksandr Usyk di juluki The Master of Movement, dia tidak hanya menyerang tapi mengendalikan waktu seolah punya atas gravitasi.

Walau fury terus berjuang tak lagi mampu mengejar.

Ketika bel terakhir berbuny penonton di Riyadh berdiri dan memberikan tepuk tangan panjang, kedua nya menunjukkan hati juara sejati tapi hanya satu yang bisa bertahan di puncak tahta.

Hasil resmi di umumkan Oleksandr Usyk menang angka (117–111, 116–112, 118–110). berhasil mempertahankan seluruh sabuk nya.


Usyk tidak hanya menyapu bersih era 2020 an tetapi juga menasbihkan diri nya sebagai Raja Kelas Berat Tak Terbantahkan penerus dari nama besar seperti Lennox Lewis, Muhammad Ali dan Evander Holyfield.

Entah siapa yang akan datang berikut nya sejarah menulis tentang para raja yang bertukar tahta.

Nama seperti Fury, Joshua dan Usyk akan terukir abadi di halaman paling gemilang dalam kisah tinju.

#TinjuDunia #KelasBerat #AnthonyJoshua

Scroll to Top