Tak bisa di bayangkan sebuah rencana yang beberapa tahun lalu terdengar tak mungkin apakah terjadi???
seorang juara dunia kelas berat terpadu dan pemegang sabuk paling prestisius di olahraga ini, justru berada di ambang masuk ke sistem yang tidak mengakui sabuk juara dunia sama sekali. inilah posisi yang kini mengelilingi nama Oleksandr Usyk.
Rumor kepindahan Usyk ke Zuffa Boxing bukan gosip pasar. Ini adalah pergeseran besar tidak hanya bagi karie]r seorang petinju tapi juga bagi struktur kekuasaan tinju profesional.
Baca juga:
Jika langkah ini betul terjadi, maka kita akan menyaksikan babak baru. era ketika pengakuan tidak lagi di tentukan oleh organisasi namun oleh platform dan kekuasaan promosi.
Saya pribadi bertanya tanya..apa guna nya sabuk WBC, WBA dan IBF jika sang pemilik masuk ke liga yang tidak mengakui nya??
Dana White sudah berulang kali menyatakan sikap nya bahwa Zuffa Boxing tidak di bangun untuk tunduk pada empat badan tinju utama. dia ingin menciptakan sistem tertutup dengan gelar versi nya sendiri mirip dengan apa yang di lakukan UFC di MMA.
Sang juara bukan di tentukan oleh ranking organisasi melainkan oleh siapa yang menang di bawah payung Zuffa.
Jika Usyk menandatangani kontrak tersebut, maka dia menghadapi di lema yang jarang di alami petinju sekelas nya. mempertahankan sejarah atau menukar semua nya dengan kendali penuh dan uang besar.
Zuffa paham betul jika bisa membawa Usyk masuk berarti membawa nama besar kelas berat sekaligus.
Zuffa tidak membutuhkan puluhan juara untuk memulai. Mereka hanya butuh satu yang tidak terbantahkan, Usyk adalah kandidat sempurna.
Dia tak hanya juara kelas berat tapi juga mantan raja kelas penjelajah, peraih emas Olimpiade dan petinju teknis yang hampir tak tersentuh. Dalam ekosistem baru ini Usyk bisa di posisikan sebagai standar emas pertama Zuffa Boxing.
Di sinilah langkah ini menjadi berbahaya bukan bagi Usyk, tapi bagi struktur lama tinju.
Jika Zuffa sukses membuat satu atau dua laga besar tanpa sabuk dan publik tetap menonton, maka nilai gelar akan mulai terkikis dengan sendiri nya.
Saya melihat ini sebagai eksperimen kekuasaan dan Usyk bisa menjadi pion atau raja pertama di papan baru.
Rumor duel Usyk vs Deontay Wilder adalah pertarungan yang sempurna untuk peluncuran besar.
Wilder mungkin bukan juara lagi, tetapi nama nya masih memiliki daya tarik, Gaya bertarung nya ekstrem, rekam jejak KO nya brutal dan publik Amerika masih mengenal nya.
Jika laga ini di gelar di bawah bendera Zuffa tanpa sabuk WBC, WBA, atau IBF tapi tetap laku keras, maka sabuk tidak lagi wajib untuk membuat pertarungan besar.
Mungkin ada yang bertanya..kenapa Usyk terbuka pada opsi in??? Mari kita tengok dulu ke belakang.
Kontrak promosi nya dengan K2 Promotions sudah berakhir pada Juni 2025. Ini bukan perpisahan kecil. K2 adalah rumah Usyk sejak lama namun setiap hubungan profesional punya batas usia.
Setelah menjadi juara terpadu Usyk tidak lagi membutuhkan perlindungan promotor tapi dia membutuhkan kendali penuh.
Perpisahan nya dengan Riyadh Season juga memberi tanda penting. Arab Saudi menawarkan uang besar tapi juga membawa politik promosi. sementara Usyk tanpak nya ingin jalur yang lebih simpel. bertarung besar, waktu jelas tanpa tarik ulur organisasi, di sinilah Zuffa menawarkan kepastian.
Dana White tidak pernah menyembunyikan niat nya. dia menganggap tinju terlalu terpecah,,banyak sabuk juga politik. dia ingin satu sistem, satu gelar, satu hierarki.
Tapi untuk mewujudkan itu, dia membutuhkan figur tanpa nama besar Zuffa Boxing hanya akan jadi eksperimen, jka dengan Usyk ini menjadi ancaman nyata.
Saya melihat Dana White tidak mengejar Usyk hanya untuk satu pertarungan tapi mengejar validasi. Jika juara kelas berat terbaik dunia bersedia masuk ke sistem nya maka pintu bagi petinju lain akan terbuka lebih mudah.
Tapi langkah ini bukan tanpa resiko, jika Usyk masuk Zuffa dan sabuk nya tidak di akui, organisasi bisa mencopot gelar nya. dia bisa kehilangan status juara dunia secara administratif.
Di sisi lain Usyk saat ini sudah berada di akhir karier. Yang dia kejar sekarang bukan lagi pengakuan tapi nilai maksimal dari sisa waktu yang dia miliki.
Jika Usyk benar bergabung dengan Zuffa Boxing, maka petinju lain akan mulai bertanya…..
apakah saya membutuhkan sabuk atau saya hanya butuh panggung dan lawan besar??? Promotor lama akan di paksa menyesuaikan diri. Organisasi akan kehilangan daya tawar jika juara mereka bisa pergi tanpa rasa takut.
ini untuk pertama kali nya dalam puluhan tahun bisa menghadapi sistem alternatif yang serius.
Apakah ini langkah jenius atau perjudian terakhir?? Jawaban nya belum ada. Tapi jika Usyk pergi tinju akan berubah.
#Oleksandrusyk #Beritatinju #Tinjudunia










Pingback: 12 September 2026 Canelo Alvarez Comeback, Siapa Lawan nya?
Pingback: Alexis Rocha Masuk RS, Rematch Raul Curiel Batal Mendadak