Malam di Desert Diamond Arena Glendale Arizona melahirkan arah persaingan yang kini berada di tangan Emanuel Navarrete.
Petinju Meksiko itu sukses menyatukan gelar WBO dan IBF kelas super featherweight setelah duel melawan Eduardo Nunez di hentikan dokter pada awal ronde ke 11.
Sejak pertengahan laga tanda akhir sebenar nya sudah terlihat, mata kanan Nunez terus membengkak akibat akumulasi pukulan yang konsisten masuk.
Baca juga:
Meski Nunez tetap maju dan mencoba membalas dengan kerja keras ke tubuh kerusakan di wajah nya makin sulit di sembunyikan.
Ketika memasuki ronde ke 11 dokter ring menilai kondisi nya tak lagi aman wasit Benjamin Rodriguez pun resmi menghentikan pertarungan.
Navarrete membongkar lawan nya perlahan Ritme nya mungkin tidak selalu tepat namun tekanan dan volume pukulan nya membuat Nunez terus berada dalam mode bertahan.
Baca juga:
Dengan kemenangan ini rekor nya meningkat menjadi 40-2-1 (33 KO) sementara Nunez harus menerima kekalahan kedua dalam karir nya (29-2, 27 KO).
Unifikasi yang Mengubah Peta 130 Pon
Divisi super featherweight dalam beberapa musim terakhir jalan di temapt dengan sabuk tersebar dan klaim yang saling tumpang tindih, kini Navarrete menggenggam dua dari empat gelar utama.
Dua sabuk lain masih berada di tangan Jazza Dickens (WBA) dan O’Shaquie Foster (WBC).
Baca juga:
Dengan posisi ini setiap rencana besar di kelas 130 pon praktis harus melibatkan Navarrete, opsi duel ulang melawan Charly Suarez masih terbuka namun pertarungan melawan Foster akan jauh lebih signifikan untuk semakin menyatukan gelar.
Usai laga Navarrete menyebut diri nya kembali pada identitas dasar sebagai petarung Meksiko sejati, bertarung dengan hati dan kemauan menyelesaikan pekerjaan.
Kata kata ini selaras dengan cara dia menutup duel tanpa perdebatan.
Baca juga:
Partai Pendukung Vargas vs Quintana.
Di laga pendukung perhatian publik juga tertuju pada prospek muda Emiliano Vargas putra mantan juara dunia Fernando Vargas kembali menunjukkan mengapa nama nya terus naik daun.
Menghadapi Agustin Quintana Vargas semakin perkasa dari ronde ke ronde.
Awalnya pertarungan berlangsung cukup kompetitif, bahkan Quintana sempat menguji daya tahan Vargas dengan serangan ke tubuh dan tekanan fisik.
Masuk ronde ke 3kombinasi pukulan kanan keras, jab bertenaga dan serangan beruntun mulai mengikis pertahanan Quintana, meski petinju Argentina itu menunjukkan keberanian dan tidak menyerah begitu saja kerusakan di wajah nya semakin jelas.
Puncak nya terjadi di ronde ke 9 Setelah menerima rentetan pukulan ke kepala dan mulai berdarah di sekitar kedua mata wasit Raul Caiz Jr menghentikan laga.
Quintana memprotes tetapi kondisi nya memang sudah terlalu beresiko.
Baca juga:
Kemenangan TKO ini memperpanjang rekor Vargas menjadi 17-0 dengan 14 KO, di usia 21 tahun dia bukan hanya menjual nama besar keluarga nya tetapi juga mulai membangun reputasi sendiri sebagai calon juara dunia masa depan.
Vargas menyatakan ingin menghadapi mantan juara dunia pada laga berikut nya, sebuah tanda bahwa prospek menjanjikan mungkin segera berubah menjadi ujian sesungguh nya di level elite.
#Navarrete #Nunez









