Bruce Carrington Tantang Naoya Inoue, Nyali Asli Atau Numpang Tenar?

carrington tantang inoue di kelas bulu

Setiap era selalu melahirkan petinju yang di anggap terlalu hebat untuk divisi nya sendiri Saat ini, nama itu adalah Naoya Inoue.

setiap kali petinju seperti ini muncul hukum tak tertulis tinju selalu ada orang yang berdiri di seberang menunjuk dada dan berkata “Aku orang pertama yang bisa menjatuhkan nya.

Kali ini suara itu datang dari Amerika Serikat bernama Bruce Carrington juara dunia WBC kelas featherweight yang baru, tidak hanya melempar wacana dia menyebut nama Inoue secara terbuka, menolak jalur aman berupa unifikasi dan memilih yang paling berbahaya menghadapi monster di puncak reputasi nya.

Inoue bukan petinju biasa yang naik kelas dia datang membawa sejarah. Empat divisi sudah dia taklukkan, dua di antara nya dengan status undisputed.

Di era empat sabuk hanya segelintir nama yang bisa mengklaim pencapaian seperti itu, dan yang membuat Inoue berbeda bukan jumlah gelar tapi cara dia mendapatkan nya, dominan dan sering kali brutal.

Namun featherweight adalah wilayah baru. Tidak hanya naik 4 pon tapi masuk ke tempat petinju yang lebih tinggi, lebih padat dan lebih terbiasa dengan duel jarak menengah.

Di sinilah perbincangan mulai berubah dari apakah Inoue bisa menang menjadi siapa yang cukup berani mencoba nya lebih dulu…
Bruce Carrington dengan cepat mengisi peran itu.

Banyak juara baru akan memilih jalur santai atau milih Unifikasi, pertahanan wajib, membangun rekor.

Carrington justru mengambil arah sebalik nya, dalam pernyataan nya jelas bahwa bagi nya mengalahkan Inoue jauh lebih bernilai dari pada menyatukan sabuk, ini bukan pernyataan bodoh tapi perhitungan karir.

Carrington paham betul bahwa satu kemenangan atas Inoue akan mengubah segala nya, Status, bayaran, sorotan media, hingga posisi dalam sejarah.

Unifikasi bisa menunggu tapi kesempatan menghadapi petinju seperti Inoue tidak selalu datang dua kali.

Menurut pengamatan penulis, keberanian Carrington patut di hormati, tapi keberanian dan kesiapan adalah dua hal berbeda.
Inoue bukan hanya menang tapi mematahkan petinju secara mental.

Banyak lawan masuk ring dengan rencana, lalu keluar tanpa jawaban, Carrington memang sedang naik daun dan penuh momentum namun dia belum pernah menghadapi tipe tekanan seperti yang di bawa Inoue.

Mengatakan “aku ingin jadi yang pertama mengalahkan nya” adalah kalimat yang terdengar hebat di mikrofon, tapi ring tidak peduli dengan teriakan itu.

Amerika, Pasar, dan Madison Square Garden
Ada satu poin Carrington yang sulit di bantah, Inoue memang masih menyisakan satu yang belum sepenuh nya dia taklukkan adalah Amerika Serikat.

Secara global inoue sudah menjadi superstar Tapi bertarung dan menang besar di tanah AS terutama di Madison Square Garden akan mengangkat nama nya ke level komersial yang lebih tinggi.

Jika Inoue benar ingin memulai era featherweight dengan pernyataan keras Carrington adalah pilihan yang berisik, berani, dan berisiko.

Namun semua ini masih bersyarat, Inoue harus melewati duel penentu warisan melawan Junto Nakatani, laga itu sendiri sudah cukup berat baik secara fisik maupun emosional.

Datang ke featherweight setelah pertarungan seperti itu sangat berat, jika Inoue keluar dari laga tersebut dengan luka, cidera atau kelelahan akumulatif maka rencana besar apa pun bisa berubah.

Bruce Carrington sendiri telah melakukan apa yang seharu snya di lakukan sebagai seorang juara baru, berbicara keras dan mengincar yang terbesar dan memaksa publik untuk memperhatikan.

Apakah dia benar benar siap?? sementara itu Naoya Inoue tetap berada di posisi di puncak, di tantang dari segala arah dan menjadi tolak ukur generasi.

Jika pertarungan ini terjadi maka ini bukan duel tidak hanya sabuk tapi tentang ambisi Amerika melawan dominasi global, tentang petinju yang ingin mencuri mahkota dan raja yang harus membuktikan bahwa naik kelas tidak berarti turun tahta.

#Brucecarrington #Naoyainoue

1 komentar untuk “Bruce Carrington Tantang Naoya Inoue, Nyali Asli Atau Numpang Tenar?”

  1. Pingback: Rebut Main Event, Mehmet unal Menang Keras di Montreal

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top