Malam ini seharusnya bukan milik Mehmet Unal, nama yang tertera di poster paling atas adalah Albert Ramirez dan Lerrone Richards.
Dua malam sebelum acara, Ramirez tumbang karena sakit, kartu utama hilang banyak petinju di posisi seperti itu akan panik karena waktu mepet akhir nya unal ambil alih dengan mengisi kekosongan.
Melawan Altin Zogaj bukan lawan penggembira, rekor nya 17-1 fisik kuat dan datang bukan untuk jadi korban.
Baca juga:
Tapi sejak ronde awal arah laga sudah terlihat, Unal langsung menekan membuat altin mundur sambil menutupi wajah nya agar tak terkena jab.
Ini bukan agresi liar tapi tekanan terukur, di ronde ke 9 setelah akumulasi pukulan yang tak kunjung ada balasan berarti akhir nya perlawanan itu selesai.
TKO tanpa drama berlebihan, unal kini memiliki rekor 15-0 dengan 13 knockout.
Kisah Unal patut kita tulis di sini, dia lahir di Turki membangun karir jauh dari sorotan besar lalu menetap di Montreal kota yang menjadi salah satu pusat pelatihan tinju paling serius di Amerika Utara.
Dia berada di bawah arahan Marc Ramsay pelatih yang di kenal tidak menjual mimpi, ramsay bukan orang yang membangun petinju dengan lembek tapi membangun fondasi teknik, disiplin dan ketahanan mental.
Saat banyak petinju bingung ketika status berubah mendadak menjadi main event, Unal menikmati nya, dia tidak mencari KO di ronde awal sehingga buah kesabaran nya terbayar di ronde ke 9.
Sebagai petinju peringkat 9 WBC kelas berat ringan, Unal sekarang berada di wilayah berbahaya, cukup tinggi untuk mulai di perhatikan tapi belum cukup besar untuk di lindungi.
Setiap langkah berikut nya akan lebih keras, Tapi kemenangan seperti ini adalah mata uang yang paling berharga di level tersebut.
ASANAU VS RAMOS.
Di partai pendukung utama, Dzmitry Asanau melakukan dengan ambisi besa menang tanpa membuang waktu.
Dia meraih dua kali Olimpiade, Asanau memaksa sudut Carlos Ramos menghentikan laga di ronde ke 7. petinju seperti Asanau sering di remehkan karena tidak selalu menang spektakuler.
Tapi inilah yang berbahaya di level elite, dia tidak emosional atau mengejar KO jika tidak perlu dan selalu tahu kapan harus menahan diri.
Untuk petinju dengan latar Olimpiade, kemenangan seperti ini adalah batu bata kecil yang di susun rapi menuju sesuatu yang lebih besar.
CHABOT VS DOMINIC.
Jika ada satu laga yang memancing perdebatan itu adalah duel Thomas Chabot melawan Dominic Babineau.
Skor juri berantakan, dua kartu memberi kemenangan telak untuk Chabot, satu kartu malah memihak Babineau, jurang penilaian yang terlalu lebar.
Ini debut 10 ronde Chabot juga debut nya di kelas bulu setelah turun dari junior ringan. sangat jelas dia masih menyesuaikan diri, ada ronde yang dia kuasai penuh, ada juga momen ketika Babineau berhasil memaksa nya bertarung lebih keras dari yang dia rencanakan.
Apakah Chabot pantas menang?? Banyak yang bilang iya.
Apakah skornya mencerminkan pertarungan?? Tidak sepenuh nya.
Tapi inilah tinju profesional, kadang terlihat bagus saja kurang tapi soal bertahan dan beradaptasi tetap berdiri ketika penilaian kurang memuaskan.
SANFORD VS ALEXIS.
Nama Wyatt Sanford datang dengan label besar, peraih medali Olimpiade Paris 2024 Tapi tinju profesional tidak peduli medali.
Sanford menang enam ronde melawan Alexis Gabriel Camejo, Banyak petinju Olimpiade terjebak ingin langsung terlihat spektakuler. Sanford tahu ini proses dan jarak pro berbeda.
BEASEJOUR VS PETR STRNAD.
Keven Beausejour menang di kandang sendiri, kini mencatat rekor 2-0 (2 KO) setelah menghentikan petinju Ceko Petr Strnad (4-4-2, 2 KO) di ronde kedua.
Ini merupakan debut profesional Beausejour di rumha sendiri setelah meraih kemenangan pro pertama nya di Meksiko pada Desember lalu.
DANTE TICE VS GONZALO.
Dari kelas 154 pon, petinju Longueuil Dante Tice Oliveira mencetak knockout pertama dalam karir profesional nya dengan menghentikan petinju veteran Argentina Gonzalo Manriquez di ronde ke 4 sekaligus ronde terakhir.
Dengan hasil ini dante mengoleksi rekor menjadi 3-0- 2 KO.
Menurut pengamatan saya, pelajaran terbesar dari kartu Montreal ini bukan soal siapa yang paling populer, tapi siapa yang paling siap ketika kesempatan datang tanpa peringatan.
Mehmet Unal tidak meminta main event, dia mendapatkan nya karena keadaan dan dia membuktikan bahwa layak berada di sana.
#Mehmetunal #Hasiltinju









