Setelah hampir setahun menghilang dari atas ring, juara dunia kelas berat ringan ini kembali menjadi sorotan, bukan karena kontroversi melainkan karena kewajiban yang tak bisa di hindari.
Nama yang muncul adalah Michael Eifert penantang wajib versi IBF, kini berdiri di jalur Bivol.
yang jadi pertanyaan para penggermar termasuk penulis adalah kapan dan dalam kondisi seperti apa sang juara saat ini??
Baca juga:
Harus di akui tak banyak petinju aktif yang memiliki rekam jejak sebersih dan sekuat Dmitry Bivol. dia bukan hanya juara dunia, tetapi lambang konsistensi dan kecerdasan bertinju.
Puncak pengakuan datang ketika dia di nobatkan sebagai Petinju Terbaik Dunia 2022 oleh banyak media internasional.
Tahun itu, Bivol mencatat dua kemenangan besar yang mendefinisikan karir nya. dia mengalahkan Saul Canelo alvarez, petinju pound-for-pound yang saat itu berani naik kelas demi menantang dominasi Bivol.
Tak lama berselang, dia juga menundukkan Gilberto Zurdo Ramírez, yang kini justru menjadi juara dunia terpadu di kelas cruiserweight.
Dua kemenangan ini memperkuat citra Bivol sebagai batu karang kelas light heavyweight.
Satu satu nya coretan pedih dalam rekor Bivol datang pada 2024, ketika dia kalah keputusan mayoritas dari sesama petinju Rusia Artur Beterbiev dalam laga yang oleh banyak pihak di sebut sebagai duel terbaik tahun itu.
Kekalahan itu menyakitkan bukan karena performa buruk, tetapi karena tipis nya skor. Namun seperti ciri khas nya, Bivol tidak mencari alasan dia memilih menunggu.
Empat bulan kemudian pada Februari 2025, Bivol mendapatkan kesempatan rematch.
Akhir nya dia mampu membalas mengalahkan Beterbiev sekaligus merebut status juara dunia tak terbantahkan. ini adalah puncak tertinggi dalam karir nya.
namun tak lama setelah itu, tubuh nya justru meminta berhenti sebentar.
terungkap bahwa Bivol harus menjalani operasi punggung pada Agustus. Cidera ini memaksa nya menepi lebih lama dari perkiraan, sekaligus menjelaskan mengapa nama nya menghilang dari kalender tinju dunia.
Bagi petinju berusia 35 tahun, cidera punggung bukan perkara sepele. Ini bukan soal penyembuhan fisik, tetapi juga tentang daya tahan.
Selama masa pemulihan, Bivol memilih jalur yang sudah di kenal publik diam seribu bahasa.
Meski sempat menyandang status juara tak terbantahkan, Bivol tidak lama memegang seluruh sabuk. dia kemudian melepaskan gelar WBC yang akhir nya jatuh kepada David Benavidez yang sebelum nya memegang gelar interim.
Keputusan ini mengundang banyak perdebatan.
Ada yang menilai Bivol menghindari laga besar, ada pula yang memahami bahwa ini adalah langkah strategis demi fokus pada kesehatan dan jalur karir jangka panjang.
Yang pasti saat ini Bivol masih memegang sabuk WBA, IBF dan WBO. sebuah bukti bahwa posisi nya di puncak kelas berat ringan masih sangat kokoh.
Dengan sabuk IBF di pinggang, satu kewajiban pun tak bisa di elakkan.
Di sudut lain, Michael Eifert adalah gambaran penantang yang kelewat sabar. Petinju asal Jerman ini belum naik ring sejak Agustus 2024 menunggu kesempatan yang terus tertunda.
Rekor memang tak sementereng milik Bivol, hanya 13x menang, 1 kalah, 5x menang KO.
namun status nya sebagai peringkat satu IBF membuat nya tak bisa di geser. Kemenangan paling penting datang saat dia mengalahkan Jean Pascal yang telah menua pada 2023, hasil yang cukup untuk mengamankan posisi wajib.
Melawan Bivol, Eifert akan menghadapi ujian terbesar dalam hidup nya.
Harapan akan kembali nya Bivol menguat setelah manajer nya Vadim Kornilov, menyampaikan bahwa sang juara menargetkan comeback pada Maret atau April.
Rencana awal menyebutkan bahwa Bivol akan segera memulai kamp latihan di Kirgizstan, tempat yang kerap dia pilih untuk fokus penuh tanpa gangguan.
Pernyataan ini kabar baik bagi penggemar juga duel IBF mandatory kini menjadi prioritas utama.
Tidak ada pembicaraan tentang duel super, hanya satu kembali dengan kondisi terbaik.
Pertarungan melawan penantang wajib sering kali dianggap formalitas. Namun dalam hal Bivol laga melawan Eifert justru penuh resiko.
dia kembali dari operasi, menghadapi lawan yang punya mimpi besar akan membawa ekspektasi sebagai salah satu petinju terbaik dunia. Menang adalah kewajiban, kalah akan menjadi bencana.
Tapi sejarah menunjukkan bahwa Bivol justru tumbuh dalam tekanan. dia bukan petinju yang bergantung pada kekuatan, melainkan pada struktur dan kecerdasan.
Jika fisik pulih sepenuh nya, banyak pihak percaya Eifert akan kesulitan mengikuti pergerakan sang juara.
Laga ini tidak hanya mempertahankan sabuk IBF, tapi pintu gerbang menuju babak berikut nya dalam karir Bivol.
Kemenangan akan membuka kembali diskusi tentang duel besar, pertarungan melawan bintang2 baru yang saat ini lagi naik.
Sebalik nya hasil buruk akan mengubah rencana, mungkin saja bivol akan pensiun, bisa jadi looo yaaa…karena usia nya sudah 35 tahun dan tidak perlu pembuktian lagi di atas ring.
#Dmitrybivol #Michaeleifert #IBF










Pingback: Rumor Bangkrut Floyd Mayweather, Tapi di Mana Bukti nya?