Kematian Tragis Para Petinju Legendaris

Kematian tragis para petinju legendaris

Sering kali kita hanya ingat tangan yang terangkat tinggi tanda kemenangan, padahal sejarah tinju juga di penuhi jejak air mata dan tragedi yang membuat dada sesak kalau di ingat lagi.

Ada petinju muda yang meninggal saat karir nya baru mau lepas landas, ada yang terseret gaya hidup liar sampai akhir nya jatuh terlalu dalam.

Yang tak kalah ngeri kematian nya penuh tanda tanya bahkan kasus nya sampai sekarang masih tanda tanya apa yang sebenar nya yang terjadi.

Baca juga: Profil junaid bonstan,calon bintang masa depan

Kisah seperti ini bukan untuk menakut nakuti siapa pun, ini bentuk penghormatan buat para pejuang yang pernah berdiri gagah di atas ring, mereka berani mengambil resiko yang sebagian dari kita bahkan tidak akan sanggup membayangkan nya.

mari kita sama sama simak siapa saja mereka yang hidup nya berakhir mengenaskan.

1. Carlos Monzon.

Bicara legenda kelas menengah nama Carlos Monzon itu hampir tidak mungkin di lewatkan, banyak orang mengenal nya sebagai raja dingin di atas ring.

Monzon mulai serius berlatih tinju sejak muda, tahun 1959 dia melakukan debut profesional hasil awal nya kurang memuaskan, dia kalah beberapa kali tapi bukan nya mundur malah semakin keras menempa diri nya.

Puncak karir nya datang pada 7 November 1970 di Roma, waktu itu dia datang sebagai underdog melawan Nino Benvenuti.

Namun Monzn membalikkan semua prediksi, dia menang TKO ronde ke-12 dan meraih gelar WBA dan WBC.

Sejak hari itu dunia sadar bahwa seorang raja baru baru saja naik takhta.

Setelah memegang sabuk, Monzón bukan tipe juara musiman, antara 1970 hingga 1977 dia mempertahankan gelar nya 14 kali berturut turut.

Dia menghadapi nama besar seperti Emile Griffith, Jose Napoles sampai rival terberat nya Rodrigo Valdez.

Pertarungan melawan Valdez pada 1976 dan 1977 pertemuan dua karakter keras yang sama2 tidak suka mundur.

Catatan akhir monzon luar biasa, 100 kali naik ring, 87 menang (59 KO), 9 seri hanya 3 kalah it pun kalah sebelum dia menjadi juara, disini statistik seperti itu ibarat lukisan mahal semakin lama di lihat semakin mahal nilai nya.

Tapi di luar hidup Monzon jauh dari kata stabil, kalau di atas ring dia tenang dan terkontrol di kehidupan pribadi dia sering kehilangan kendali.

Banyak laporan soal kebiasaan mabuk pesta liar sampai kekerasan dalam hubungan, dia dua kali menikah sayang nya hubungan itu sering berakhir dengan konflik besar.

Sebagai penulis saya selalu merasa ini sisi paling menyedihkan dari banyak atlet besar, mereka bisa tampil sempurna untuk dunia tapi runtuh di balik pintu rumah mereka sendiri.

Pada 14 Februari 1988 tragedi besar terjadi Monzon bertengkar hebat dengan istri kedua nya Alicia Muñiz.

Pertengkaran itu berakhir sangat tragis, Alicia tewas setelah di duga di pukul di cekik dan akhir nya di lempar dari balkon lantai dua rumah mereka di Mar del Plata, Monzon di penjara dan di jatuhi hukuman 11 tahun.

Kasus ini mengguncang Argentina, seorang pahlawan nasional tiba tiba berubah menjadi sosok yang di caci publik.

Ada yang masih mengagumi kemampuan tinju nya tapi banyak juga yang tidak bisa menerima perbuatan nya, pamor nya hancur dan rasa nya sulit untuk melihat nya sama seperti dulu.

Monzon menjalani hukuman nya sampai 8 Januari 1995, saat sedang mendapatkan izin cuti untuk mengunjungi keluarga dia mengalami kecelakaan mobil dalam perjalanan kembali ke penjara.

Mobil yang di kendarai nya rusak parah dan Monzon meninggal di tempat, dia tutup usia di 52 tahun.

Dia pergi sebelum menebus semua dosa masa lalu nya, hingga hari ini Monzon tetap di anggap sebagai salah satu petinju kelas menengah terbaik yang pernah ada.

2. Salvador Sanchez.

Apa yang bikin dia beda, jelass dia tidak hanya cepat dan kuat tapi juga pintar, pengamat bilang IQ tinju nya mampu membaca gerakan lawan bahkan sebelum lawan itu sadar apa yang dia lakukan.

Biasa nya petarung Meksiko di kenal garang, maju terus tanpa banyak hitung hitungan, Sanchez punya keseimbangan dan defense nya cerdas.

Tapi bagian paling menyakitkan dari kisah ini adalah akhir perjalanan nya.

Pada 12 Agustus 1982 di usia baru 23 tahun Sanchez meninggal dalam kecelakaan mobil di Queretaro, dia sedang mengendarai Porsche 928 sport milik nya dan kehilangan kendali.

Berita itu seperti pukulan telak bagi dunia, sebulan sebelum nya dia baru mengalahkan Azumah Nelson dalam pertarungan yang masih di bicarakan sampai sekarang.

Dari seorang juara yang sedang berada di puncak performa langsung hilang begitu saja.

Meski perjalanan nya begitu singkat catatan karier Sanchez tetap mengesankan dengan
44 menang (32 KO) 1 kalah dan 1 seri.

Menurut saya seandai nya dia hidup memberi nya waktu sedikit lebih panjang dia bisa saja menjadi salah satu petinju terbesar dalam sejarah.

Di Meksiko dia masih jadi sosok istimewa, banyak petarung muda menjadikan aánchez sebagai inspirasi meski kita tak pernah tahu seberapa jauh karir nya bisa melaju.

3. Diego Corrales.

Hidup nya tidak mudah dan tinju jadi jalan pelarian sekaligus penyelamat, di arena amatir bakat nya sudah kelihatan sampai akhir nya turun ke ring profesional pada 1996.

Dengan tinggi 1,79 meter untuk kelas ringan dan super bulu dia punya keunggulan jangkauan yang sering membuat lawan kehilangan arah.

Tahun 1999 dia meraih gelar dunia super bulu IBF setelah mengalahkan Roberto Garcia.

Setelah itu karir nya terus melejit, corales naik ke kelas ringan meraih sabuk WBO dan makin di kenal sebagai petarung yang tidak pernah memilih milih lawan, lawan bagus di hajar, berbahaya, di sambut.

Bicara soal pertarungan yang membuat nama Corrales abadi tidak mungkin kita melewatkan duel pada 7 Mei 2005 lawan Jose Luis Castillo.

Banyak fans menyebut nya Fight of the Decade dan siapa pun yang nonton langsung tahu alasan nya.

Di ronde ke-10 Corrales di jatuhkan dua kali, mata sudah bengkak, bila di lihat pertandingan itu harus nya selesai, tapi Corrales bukan petarung yang menyerah karena sakit.

Dia bangkit menggertak dan beberapa detik kemudian justru membalikkan keadaan.

Dengan serangan balik yang brutal corrales menghantam Castillo sampai wasit harus menghentikan pertandingan, penonton dan komentator seolah kehilangan suara.

Sayang nya kehidupan Corrales di luar berantakan, dia beberapa kali terlibat kasus termasuk masalah hukum yang membuat nya harus mendekam di penjara terkait kekerasan rumah tangga.

Ada isu alkohol, gaya hidup beresiko dan lingkaran pergaulan yang sulit dia kontrol.

Tapi meskipun hidup pribadi nya begini setiap kali dia naik ring diego memberikan semua nya.

Pada 7 Mei 2007 tepat dua tahun setelah kemenangan legendaris nya atas Castillo tragedi menimpa, Corrales mengalami kecelakaan fatal di Las Vegas saat mengendarai motor sport Suzuki 750 dengan kecepatan tinggi tanpa helm.

Dia kehilangan kendali menabrak mobil dan meninggal seketika, usia nya baru 29 tahun penggemar kehilangan cahaya yang selama ini menyulut emosi setiap kali dia tampil.

Lelaki yang berkali kali lolos dari kekalahan di atas ring justru tewas di jalan raya.

Corrales adalah definisi dari seorang pejuang sejati, hidup dengan berani namun juga pergi dengan cara yang mencerminkan betapa liar dan keras hidup yang dia lakoni.

4. Billy Collins Jr.

Ada banyak tragedi dalam tinju tapi ada satu cerita yang rasa nya selalu bikin orang berhenti kalau nama nya disebut.

Billy Collins Jr mengenaskan karena hidup nya dirampas oleh kecurangan paling kejam yang pernah terjadi di olahraga ini.

Awal karir nya penuh harapan, Collins Jr datang dari keluarga petinju dan mewarisi semangat itu cepat atau lambat sabuk dunia pasti bakal mampir ke pinggang nya.

Tapi semua optimisme itu di patahkan pada sebuah malam yang seharus nya jadi batu loncatan besar.

Malam 24 Maret 1983 di Madison Square Garden menjadi saksi ketika dia bertemu dengan Luis resto, dari ronde pertama penonton sudah melihat ada sesuatu yang janggal, pukulan Resto terlalu brutal bahkan untuk level profesional.

Wajah Collins Jr babak belur dengan cara yang TAK NORMAL, bengkak nya ekstrem dan mata nya hampir tertutup.

Sampai 10 ronde Collins Jr tetap berusaha bertahan tapi begitu bel terakhir berbunyi semua mulai sadar ada yang salah, momen yang membongkar semua nya terjadi ketika ayah Collins yang juga mantan petinju menjabat tangan Resto.

Sarung tangan itu tipis seperti bukan semesti nya, ternyata kecurigaan itu benar investigasi mengungkapkan bahwa bantalan sarung tangan Resto sengaja di keluarkan oleh pelatih nya Panama Lewis.

Di luar nalar seorang anak 22 tahun di paksa menerima pukulan hampir setara kepalan tangan kosong selama 10 ronde penuh ini sangat GILA!!!

Apa yang terjadi di ring malam itu tidak lagi bisa di sebut pertandingan tapi penganiayaan.

Dampak nya menghancurkan mata kanan Collins rusak secara permanen, dokter menyatakan dia tidak boleh bertarung lagi.

Dalam satu malam karir yang sedang meroket berubah menjadi cerita duka tanpa babak berikut nya, hidup Collins makin terjun bebas dia mulai tenggelam dalam depresi dan alkohol.

Wajar sebenar nya karena masa depan yang sudah terasa dekat tiba tiba di cabut oleh tindakan curang orang lain.

Setahun setelah kejadian itu media kembali di kejutkan kabar buruk, Collins Jr meninggal dalam kecelakaan mobil pada 6 Maret 1984, banyak orang termasuk saya sendiri merasa tragedi itu tidak bisa di lepaskan dari skandal sarung tangan itu.

Dia seolah tak pernah pulih meski tubuh nya sudah jauh dari ring.

Umur nya baru 22 tahun sebaya dengan mimpi juara dunia yang tidak pernah sempat dia wujudkan, perbuatan buruk tersebut akhir nya menyeret Resto dan Panama Lewis ke penjara dan mereka di usir seumur hidup dari gelanggang profesional.

Tapi hukuman itu kecil di bandingkan hilang nya satu bakat besar yang seharus nya punya masa depan cerah.

Bagi fans tinju Collins Jr tetap di ingat sebagai korban dari ambisi buta, pemuda yang karir dan hidup nya di remukkan bukan oleh lawan.tapi oleh pengkhianatan terhadap sportivitas.

5. Arturo Gatti.

Setiap kali nama Arturo Thunder Gatti muncul rasa nya langsung kebayang suasana arena yang membahana setiap dia naik ring, gaya fight nya memang begitu, buas, keras, nekat dan penuh energi.

Tapi di balik gemuruh itu semua hidup Gatti justru menutup bab terakhir dengan cara yang jauh lebih gelap dari apa pun yang pernah dia alami di ring.

Tahun 1995 dia sudah mengangkat sabuk IBF Super Featherweight dari situ jalan nya makin terbuka lebar, tapi sabuk juara itu bukan hal utama yang membuat namanya melambung.

Orang mencintai Gatti karena cara nya berduel karena setiap pertarungan itu rasa nya seperti nonton film aksi tanpa jeda.

Ada beberapa lawan yang akhir nya seperti benang merah dalam hidup nya, melawan Gabriel Ruelas misal nya laga brutal mereka di 1997 masih sering di putar ulang oleh fans hardcore.

Lalu ada Ivan Robinson, dua kali Gatti kalah tapi duel itu di nobatkan sebagai Fight of the Year, tentu saja trilogi yang bikin nama nya melekat sampai sekarang Gatti vs Micky Ward.

Tiga pertarungan yang kalau di tonton ulang bikin kita ikut capek padahal cuma duduk.

Mereka saling gebuk tanpa ampun tapi yang paling indah adalah hubungan mereka setelah itu.

Dari lawan jadi sahabat, momen yang jarang di temukan dalam olahraga yang keras seperti tinju, tak heran kalau Gatti dijuluki Blood and Guts Warrior.

Tapi dunia nyata tidak seindah ring tinju, setelah pensiun kehidupan Gatti makin tak karuan.

Masalah rumah tangga dan konflik dengan istri nya Amanda Rodrigues sering menghiasi tabloit, banyak mantan petinju memang kesulitan setelah gantung sarung tangan tapi Gatti ini seperti kehilangan arah sepenuh nya.

lalu datang tragedi yang bikin bulu kuduk berdiri sampai sekarang.

Tanggal 11 Juli 2009 Gatti di temukan tewas di sebuah kamar hotel di Brasil saat sedang liburan keluarga, kabar kematian nya membuat seluruh komunitas tinju geger.

Polisi Brasil langsung menangkap istri nya di tuduh mencekik Gatti menggunakan tali tas, kasus nya di anggap jelas sampai tiba tiba tidak jelas.

Beberapa minggu kemudian Amanda di bebaskan, otopsi kedua menyimpulkan bahwa Gatti mungkin bunuh diri, tapi kalo boleh jujur saya pribadi tidak PERCAYA banyak orang termasuk Micky Ward langsung menolak teori itu.

Mereka yakin Gatti bukan orang yang mudah menyerah apalagi kalau mengingat sifat nya selama ini.

Misteri kematian nya masih menggantung dan ada kejanggalan dalam penyelidikan, ada yang bilang bukti fisik nya tidak cocok tak sedikit menduga ada sesuatu yang di sembunyikan.

Kasus Gatti seperti puzzle yang sengaja di buang satu keping penting nya.

Namun arturo Gatti tetap hidup di hati para penggemar, Pada 2013 dia masuk International Boxing Hall of Fame pengakuan tertinggi yang seharus nya dia lihat dengan mata nya sendiri.

6. Hector Camacho.

Dari awal 80 an dia sudah mencuri perhatian bukan hanya karena skill tapi karena cara dia membawa diri.

Jika petinju lain masuk ring dengan jubah biasa Camacho bisa datang dengan outfit yang bikin penonton mikir ini ring tinju apa panggung konser????

Tapi di balik penampilan heboh nya dia memang petarung SUPER, sabuk juara di tiga divis, super featherweight, lightweight dan light welterweight.

itu tidak datang dari gimmick atau gaya bicara saja Camacho punya teknik, kecepatan dan punya insting yang membuat nya berbahaya untuk siapa saja.

Termasuk ketika dia mengalahkan Sugar Ray Leonard tahun 1997 salah satu kemenangan yang paling sering di ingat orang.

Hanya saja Camacho punya sisi gelap yang tak bisa hilang.

Semakin besar nama nya semakin liar juga kehidupan di luar, sering pesta, berurusan dengan narkoba dan berada di lingkungan cepat atau lambat pasti ada masalah.

Benar saja kasus kekerasan, hukum perkelahian di jalan semua pernah singgah di hidup nya orang terdekat nya bilang Camacho itu jenius di ring tapi kurang disiplin di luar.

Sulit untuk membantah nya kalau saja hidup nya lebih tertata, karirn ya bisa jauh lebih panjang dan jauh lebih besar.

Sampai akhir nya tragedi itu datang, tanggal 20 November 2012. Camacho berada di mobil bersama seorang teman nya di Puerto Rico.

Tiba tiba orang tak di kenal melepaskan tembakan, Camacho kena tembak di wajah dia langsung di larikan ke rumah sakit dan sempat memberikan respons kecil seolah ada harapan bahwa dia mungkin bisa bertahan tapi kondisi itu cepat memburuk.

Empat hari kemudian keluarga memutuskan untuk menghentikan alat bantu pernapasan, dunia kehilangan salah satu karakter nya yang paling flamboyan dan penuh warna.

Yang menyedihkan banyak orang menduga bahwa gaya hidup Camacho sendiri yang menyeret nya ke akhir tragis itu.

Lingkungan gelap dan hubungan lama dengan narkoba menghubungkan teka teki kematian nya, investigasi bertahun tahun di lakukan tapi rasa penasaran dan dugaan publik yang tak pernah hilang.

Buat saya pribadi kisah Camacho juga jadi pengingat, terkadang bakat besar datang dengan bayangan besar pula.

Kalau bayangan itu tidak bisa di kendalikan, seseorang yang seharusnya jadi legenda abadi bisa berakhir dengan cara yang paling menyakitkan.

7. Edwin Valero.

Yang bikin cerita Valero begitu membekas bukan cuma statistik KO nya tapi karena perjalanan hidup nya bergulir seperti film yang berubah dari aksi brutal jadi tragedi kelam.

Semakin kita gali itu seperti ada sisi manusia yang hancur pelan di balik semua keganasan nya.

Begitu dia masuk dunia profesional pada 2002 hampir semua penonton langsung paham ini bukan petinju biasa, gaya nya itu seperti longsor kecil yang tak mau berhenti.

Setiap lawan dia tekan terus tanpa ampun seolah ingin memastikan mereka tak bangun sebelum hitungan wasit selesai.

Sebagai southpaw pukulan kiri nya punya reputasi yang mirip martil, banyak komentator membandingkan nya dengan MIKE TYSON versi lebih ringan.

Puncak nya datang saat dia meraih nya gelar WBA super featherweight pada 2006.

Empat tahun kemudian naik kelas dan langsung merebut sabuk WBC lightweight, Semua nya berlangsung cepat hampir se cepat cara dia memukul habis lawan nya.

Tapi di balik semua itu ada sesuatu yang makin lama makin menonjol, mungkin kita lupa kalau Valero ini sebenar nya sudah memulai karir dengan BOM WAKTU.

Dia pernah mengalami kecelakaan motor parah pada 2001 yang membuat dokter khawatir soal cidera kepal nya bahkan Amerika Serikat sempat menolak memberi izin bertarung karena alasan medis.

Beberapa tahun kemudian kekhawatiran itu seperti terbukti, valero mulai terseret berbagai masalah kekerasan, perkelahian, gaya hidup yang urakan.

Puncak tragedi nya datang pada April 2010. di kejutkan kabar bahwa Valero di tangkap karena dugaan membunuh istri nya di sebuah hotel.

Berita ini saja sudah cukup bikin publik terpukul tapi lebih tragis lagi kurang dari 24 jam setelah di tahan Valero di temukan meninggal setelah gantung diri di dalam sel.

Seorang petinju yang tak pernah kalah di atas ring namun kalah oleh pertarungan melawan diri nya sendir itu lebih menyakitkan dari pada KO mana pun yang pernah dia berikan.

Bagi saya pribadi kisah Valero seperti dua buku yang di jahit jadi satu.

pertama penuh kejayaan, kedua penuh luka, kita semua tahu buku mana yang menutup kisah hidup nya, tapi apa pun itu nama Edwin El Inca Valero akan terus di bicarakan sebagai legenda, cerita tentang betapa rapuh nya manusia meski terlihat begitu kuat di mata orang lain.

8. Sonny Liston.

Nama Sonny Liston selalu membawa nuansa gelap setiap kali di bahas bukan karena dia buruk sebagai petinju justru sebalik nya, di era ke emasan nya orang menganggap dia sebagai monster paling menakutkan di divisi kelas berat.

Dari cerita yang beredar masa muda nya penuh kerja kasar, kemiskinan dan ayah yang temperamen nya lebih keras dari pukulan jab.

Tidak heran dia tumbuh dengan mental bertahan hidup bukan mental anak baik baik.

jJalan hidup nya sempat masuk ke dunia kriminal, dari balik penjara itulah orang mulai menyadari kalau Sonny punya bakat yang bisa mengguncang jagat.

Begitu dia masuk dunia profesional sekitar tahun 1953 semuan ya seperti berubah cepat.

Tubuhnya besar tangan nya panjang dan pukulan nya jangan di tanya.

Puncak kegarangan nya terjadi saat dia merobohkan Floyd Patterson pada 1962 satu ronde saja cukup untuk mengambil sabuk juara dunia kelas berat.

Tahun berikut nya di rematch hasil nya sama saja, KO cepat seolah Patterson datang ke ring cuma untuk menyapa penonton lalu pulang.

Tapi raksasa pun bisa tumbang, untuk Liston kejatuhan itu datang dari anak muda kurus yang baru naik daun.

Cassius Clay aka Muhammad Ali, duel mereka tahun 1964 itu salah satu momen paling tidak masuk akal.

Liston yang di gadang gadang bakal menang mudah justru di buat menyerah, setahun kemudian tambah bikin heboh karena phantom punch” Ali pukulan yang sampai hari ini masih di pertanyakan, itu beneran kena atau cuma angin lewat???

Di luar tinju dia di kenal dekat dengan mafia, suka berjudi dan sering tenggelam dalam dunia yang gelap sesuatu yang tanpa dia sadari menanam banyak musuh dan masalah.

Ada yang bilang karir nya di pengaruhi tangan lain ada juga teori bahwa beberapa pertarungan nya sudah DI ATUR, yang pasti reputasi nya terus memudar setelah kehilangan gelar.

Dia masih bertarung sampai akhir 60 an, menang beberapa kali tapi tidak lagi terlihat seperti monster yang pernah membuat semua orang gentar.

Lalu datanglah tragedi penutup kisah nya, awal 1971 Liston di temukan tak bernyawa di rumah nya di Las Vegas.

Tubuh nya sudah membusuk, arti nya dia sudah meninggal beberapa hari sebelum di temukan, laporan resmi menyebut overdosis heroin, tapi banyak yang tidak percaya karena Liston di kenal takut jarum suntik dan itu bukan rahasia.

Jadi bagaimana mungkin dia mati karena heroin???

Mulai dari situ teori demi teori muncul, ada yang bilang mafia terlibat, ada yang curiga dia di bunuh karena urusan kriminal dan merasa kasus nya sengaja di tutup cepat.

Sampai hari ini kematian Sonny Liston masih jadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah.

Kadang saya merasa tinju itu punya dua wajah, satu yang bersinar terang dengan sabuk emas tapi di balik nya ada sisi gelap yang sama kuat nya.

Mungkin itulah cerita ini masih di bicarakan sampai sekarang.

#PetinjuLegendaris #KematianTragis #SejarahTinju

Scroll to Top