Pada Sabtu malam nafas milik Isis Sio nyaris terenggut di hadapan semua orang, dia masih 19 tahun terlalu muda untuk cerita yang terlalu keras.
Semua bermula di National Orange Show Events Center arena yang biasa nya di penuhi sorakan berubah dalam hitungan detik menjadi mencekam.
Di atas ring Sio menghadapi petinju yang belum terkalahkan Jocelyn Camarillo, tidak ada yang memprediksi bahwa malam itu akan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih serius dari pada hasil pertandingan.
Ronde demi ronde berjalan seperti biasa hingga kemudian satu kombinasi pukulan ke kepala mendarat dengan ganas dan semua nya berhenti.
Tubuh Sio jatuh dan tidak bangkit seperti biasa nya.
Detik detik setelah itu seperti lebih panjang dari ronde manapun, tim medis langsung masuk, tubuh Sio terlihat kejang pemandangan yang tidak ingin di lihat oleh siapapun yang mencintai tinju.
Dia kemudian di larikan keluar arena dengan cepat menuju Loma Linda University Health.
Sirene ambulans berbunyi keras menjadi penanda bahwa sesuatu yang serius sedang terjadi, sesaat pertandingan sudah tidak lagi penting hanya satu apakah dia akan baik-baik saja.
Di rumah sakit keputusan besar diambil, sio di tempatkan dalam kondisi koma medis.
Langkah di ambil tanpa alasan berarti tubuh nya membutuhkan bantuan untuk bertahan untuk memulihkan diri dari trauma yang baru saja terjadi.
Hari pertama berlalu tanpa kepastian dan hari kedua masih sama.
Para penggemar mulai kepo bukan dengan analisis teknik atau debat skor tetapi dengan kekhawatiran karena semua orang tahu tinju selalu punya sisi gelap.
Namun perlahan perubahan mulai terdengar, di tengah ketidakpastian muncul kabar bahwa Isis Sio mulai menunjukkan respons, kemudian yang di tunggu itu akhir nya datang dia pun sadar.
Dia mulai berbicara, kata kata yang belum sepenuh nya kuat tapi cukup untuk membuktikan bahwa dia masih ada di sana.
Sio juga sudah bisa bernafas sendiri, Ventilator yang sebelum nya membantu setiap tarikan kini sudah di lepas, satu demi satu tanda kehidupan kembali.
Baca juga:
Di tengah semua itu keluarga Sio mencoba menjelaskan sesuatu yang mungkin tidak semua orang pahami.
Tentang keputusan yang dia ambil sebelum pertarungan, bagaimana dia menerima laga melawan Jocelyn Camarillo hanya beberapa waktu setelah pertarungan sebelum nya.
Keluarga nya bilang bahwa dia bukan petinju yang ceroboh, dia adalah atlet yang disiplin yang mempertimbangkan setiap langkah nya.
Baca juga:
Keputusan untuk naik ring bukan sesuatu yang di ambil dengan emosi tetapi dengan perhitungan.
Fakta lain nya kekalahan sebelum nya bukan karena pukulan ke kepala.
Pada 30 Januari saat dia menghadapi Perla Bazaldua Sio tumbang bukan karena hantaman ke wajah tapi pukulan ke hati.
Sebuah pukulan yang bisa melumpuhkan tubuh secara instan bukan karena kerusakan langsung tetapi karena reaksi saraf yang tak terkendali.
Tubuh bisa tiba tiba kehilangan tenaga, nafas terhenti sejenak dan kaki tidak lagi mampu menopang.
Baca juga:
Setelah itu dia menjalani masa istirahat selama 45 hari sebelum akhir nya di nyatakan layak untuk kembali bertarung dengan semua prosedur telah di jalani.
Hari ini Sio masih berada di ruang ICU belum pulih total tapi dia sudah melewati kritis.
Kini berada di bawah pengawasan tiga tim medis spesialis, setiap detik di pantau dan perkembangan nya di catat.
Baca juga:
Dukungan terus mengalir, ari penggemar, sesama petinju dan dari orang yang bahkan mungkin belum pernah mengenal sebelum nya karena di momen seperti ini identitas sebagai petinju menjadi nomor dua yang utama adalah sebagai manusia.
Menurut saya pribadi kejadian yang di alami Isis Sio ini kejadian paling nyata bahwa tinju tidak hanya hiburan atau ajang pembuktian diri tetapi juga olahraga dengan resiko yang sangat serius.
Di satu sisi kita menghormati keberanian petinju yang naik ring dengan penuh kesiapan dan tekad namun dengan ada nya seperti ini batas antara kompetisi dan bahaya bisa hilang dalam satu menit saja.
Tidak peduli seberapa persiapan atau seberapa ketat prosedur medis di jalankan selalu ada faktor yang tidak bisa di kendalikan.
Keputusan bertanding dalam jarak waktu yang relatif dekat meskipun sudah di nyatakan layak tetap menyisakan seberapa aman sistem yang ada saat ini.
Yang paling penting sekarang tentu bukan soal kapan dia kembali bertarung tetapi memastikan bahwa Isis Sio pulih baik secara fisik maupun mental.
#Isissio #Jocelyncamarillo









