Kamera DAZN menangkap tiap ekspresi tegang dari para petarung, rasa nya seperti semua orang tahu malam ini akan ada banyak cerita lahir dari tinju baik dari mereka yang baru mulai menapak maupun yang sudah lama berjuang untuk pengakuan.
Yang pertama mencuri perhatian adalah Taz Nadeem anak muda Inggris berdarah Afghanistan yang mulai mencuri hati publik lokal.
Wajah nya polos tapi tatapan nya dingin dan fokus, lawan nya Marius Mihai Dumitru asal Rumania memang kalah jauh secara rekor tapi dari cara dia melangkah jelas dia datang bukan untuk jadi pelengkap.
Baca juga: Profil Alan picasso, calon bintang muda dari mexico
Begitu bel di tabuh suasana langsung berubah jadi permainan taktik.
Dua ronde pertama seperti ajang tes mental kedua nya saling membaca, dua petarung cerdas yang tak mau buru buru buang energi.
Masuk ronde ketiga tensi mulai terasa beda penonton juga mulai bangkit dari kursi, Taz mulai menunjukkan tempo khas nya tidak lagi mengukur tapi mulai menyusun serangan dari bawah.
Pukulan nya ke arah tubuh bikin Dumitru mulai kehilangan tenaga, dari situ keliatan siapa yang lebih mengontrol di ring.
Tapi salut buat Dumitru dia masih berani membalas, sekali dua kali dia lempar hook kiri walau banyak yang mental di blok.
Ronde ke 4 momen yang bikin semua berdiri, Taz memojokkan Dumitru lalu melepaskan kombinasi cepat uppercut kanan di ikuti hook kiri yang telak, dumitru sempat oleng terus jatuh setengah berlutut di pojok.
Baca juga:
Wasit mulai menghitung, dumitru bangkit di hitungan 8 wajah nya keliatan lelah tapi dia tetap mau lanjut.
Sayang nya di ronde ke 5 tubuh nya sudah tak sanggup lagi menahan hujan pukulan, sebuah hantaman keras dari Taz ke ulu hati bikin Dumitru jatuh lagi, kali ini walau masih bisa berdiri wasit langsung ambil keputusan bijak menghentikan laga demi keselamatan Kemenangan TKO buat Taz Nadeem.
Penonton bersorak rekor nya kini 7-0 dan malam itu dia resmi jadi sorotan utama.
Tak lama setelah itu giliran Harris Akbar naik ring di kelas super welter.
Bagi yang belum kenal Harris ini punya latar amatir kuat dan dikenal punya teknik yang rapi, lawan nya Jack Swallow juga Masih muda dan punya gaya main cepat.
Duel di mulai langsung kelihatan beda nya, Akbar main taktis sementara Swallow lebih suka adu cepat di jarak dekat.
Baca juga:
Harris menjaga tubuh dengan jab panjang bikin lawan nya kesulitan, swallow berusaha maju tapi footwork Harris terlalu halus untuk di ikuti.
Di ronde dua dan tiga alur pertarungan makin enak di lihat, swallow sempat berhasil masuk dan mendaratkan beberapa pukulan ke tubuh tapi Akbar selalu punya jawaban kadang lewat kombinasi juga hook kanan.
Di ronde terakhir swallow sempat nekat menyerang total namun Harris tetap tenang mematahkan serangan dan menutup laga dengan gaya elegan.
Baca juga:
Setelah empat ronde juri sepakat kemenangan angka buat Harris Akbar Rekor nya kini 2-0, meski belum ada KO performa nya nunjukin kualitas.
Selesai Harris yang naik berikut nya adalah saudara nya sendiri Amaar Akbar.
Beda nya Amaar sudah lebih berpengalaman Rekornya 8-0 dan malam itu dia menghadapi Eduardo Vera Sanchez dari Meksiko petinju tangguh yang meski rekor nya jeblok terkenal jarang kalah cepat.
Baca juga:
Dari awal Amaar main cerdas dia tak terprovokasi, fokus nya mengumpulkan poin dan kuasai tempo.
Sampai ronde ke 6 pola tetap sama, amaar tampil stabil main di luar jarak dan jarang kecolongan, Vera Sanchez tetap mencoba tapi selalu kalah cepat, kadang terlihat bingung karena serangan nya nyaris tidak menembus pertahanan Amaar.
Setelah enam ronde hasil nya Amaar menang angka mutlak, dari luar mungkin terlihat membosankan karena tanpa KO, tapi buat justru inilah yang nunjukin kedewasaan seorang petarung dia tahu cukup bermain aman tidak terburu nafsu sehingga kemenangan pun di tangan nya
Malam belum habis dari Kanada di Theatre St-Denis perhatian pecinta tinju bergeser ke duel kelas berat antara Nelvie Tiafack asal Jerman dan Ramiro Edwin Robles dari Amerika.
Ini duel menarik karena kedua nya sama sama muda dan belum pernah kalah.
Tak butuh waktu lama mereka langsung saling hajar dengan cepat, dua ronde pertama Robles mencoba mengambil alih, dia banyak bergerak maju melempar pukulan bertubi tubi tapi Tiafack tidak gampang di goyang.
Dengan jab keras dan kontrol yang bagus dia mulai membalikkan keadaan.
Begitu masuk ronde ke 4Tiafack sudah sepenuh nya memegang kendali, dia mengurung lawan di tali melepaskan kombinasi yang keras dan Robles terlihat mulai limbung.
Pelatih Robles akhir nya naik ke apron dan minta wasit menghentikan pertarungan, Tiafack menang lewat RTD alias lawan mengundurkan diri.
Kemenangan berharga untuk petinju muda Jerman itu yang kini punya rekor 2-0.
Masih dari Kanada suasana makin panas waktu Mazlum Akdeniz naik ring, petinju lokal ini sudah punya basis penggemar besar dan malam itu dia menghadapi lawan tangguh asal Amerika Anthony Soto.
Kedua nya sama sama tak terkalahkan jadi atmosfer nya seperti laga final mini.
Mazlum tampil efektif Jangkauan tangan nya bikin Soto susah masuk, dia sempat coba membalas tapi justru kena jebakan.
Di ronde ke 4 Mazlum melihat peluang dan menghukum lawan dengan kombinasi cepat yang telak ke rahang, soto kelimpungan wasit tak mau ambil resiko pertandingan dihentikan. Mazlum menang TKO ronde empat.
Dari cara dia tampil malam itu Mazlum Akdeniz adalah salah satu calon paling menarik di kelas welter Kanada.
Belum reda euforia penonton di suguhi duel wanita antara Tammara Thibeault melawan Cristina Mazzotta, ini salah satu pertarungan paling cepat malam itu.
Sejak bel pertama Thibeault langsung nerobos Keunggulan tinggi badan nya di manfaatkan maksimal, dalam waktu singkat Mazzotta sudah terpojok dan kombinasi lurus ke wajah bikin dia jatuh di sudut ring.
Wasit langsung hentikan laga di ronde pertama, kemenangan KO cepat buat Thibeault yang kini punya rekor 4-0.
Gaya main nya bikin orang kagum, tak heran kalau banyak yang mulai menyebut nya calon bintang besar divisi menengah wanita.
Akhir nya malam itu di tutup dengan duel paling di tunggu antra kim Clavel vs Sol Cudos, yang satu petinju lokal Kanada yang berpengalaman satu nya lagi juara bertahan muda asal Argentina dengan rekor sempurna Taruhan nya sabuk dunia IBF minimum wanita.
Dari awal Clavel tampil seperti petarung yang tahu betul apa yang harus di lakukan, kaki nya lincah, tangan nya cepat dan tiap kali Cudos maju dia punya jawaban.
Cudos mencoba mengambil alih tengah ring tapi Clavel selalu berhasil mengelabuhi.
Di tengah ronde berikut nya Cudos mulai berusaha menyerang lebih keras tapi Clavel tetap disiplin,
Sepuluh ronde berlalu tanpa jeda dramatis tapi dengan kualitas teknis tinggi, di akhir laga para juri kompak memberi kemenangan mutlak buat Kim Clavel, di usia 35 tahun Clavel berhasil merebut sabuk dunia IBF dan menaklukkan juara muda yang belum pernah kalah.
Ini bukan cuma kemenangan biasa tapi ketekunan dan pengalaman yang akhir nya berbuah manis.
Dari Inggris ke Kanada semua nya bersatu dalam satu malam penuh adrenalin dan emosi.
#Tinjuhariini #Tinjudunia #tinjuduniaterbaru









