Hasil Tinju Dunia Di United Kingdom 4 Oktober 2025

Lorente dan collins harus puas berakhir draw

Publik Skotlandia datang bukan cuma untuk nonton laga tapi untuk menikmati satu malam yang penuh harapan dan adrenalin.

Atmosfer seperti itu yang bikin malam tinju jadi hidup, kadang dukungan publik bisa menjadi tenaga tambahan juga jadi tekanan yang bikin tangan bergetar.

Itulah indah nya malam fight card seperti ini kita tak pernah tahu kejutan mana yang akan muncul duluan.

Baca juga: Prediksi duel Arslanbek makhmudov vs david allen, siapa yang akan tumbang??

Partai pembuka jadi bukti pertama bahwa sorakan penonton bukan jaminan kemenangan.

Steve Collins Jr. yang jelas lebih di kenal di area itu hadir cukup meyakinkan di awal, Jab kiri nya aktif tapi Javier Santana dari Spanyol punya ketenangan yang tak mudah di tembus pertahanan nya.

Saya pribadi suka tipe petinju seperti Santana tidak banyak gaya tapi teliti membaca gerak lawan.

Begitu masuk ronde ke 3 hook kiri dan straight kanan milik nya mulai mendarat Collins Jr masih terus maju tapi efisiensi nya kalah jauh.

Enam ronde di lewati dan akhir nya pesta lokal pertama resmi di rusak.

Santana menang PTS dan hasil itu memang pantas.

Lanjut ke partai ke 2 duel antara Yandiel Lozano dan Mario Victorino Vera.

Dari detik pertama Lozano sudah menunjukkan kenapa banyak orang menjuluki nya prospek menarik dari Puerto Rico.

Cara dia menghajar lawan tidak ngawur dan knockdown di ronde pertama sebenar nya sudah cukup menjelaskan isi duel ini.

Tapi Vera adalah petarung Meksiko yang mudah menyerah, dia bertahan dan terus melangkah maju.

Meski begitu Lozano tetap mengendalikan lag sampai akhir, setelah 6 ronde juri memberi Lozano kemenangan PTS.

Pandangan saya ini salah satu performa terbaik Lozano untuk ukuran laga awal karir, Dominan tapi tetap disiplin tidak bernafsu mencari KO dan terlalu emosional.

Masuk ke partai ke 3 barulah arena mulai panas.

Drew Limond tampil di depan publik sendiri, petinju muda yang ingin mencuri perhatian semua orang, gerak kaki nya lincah dan tekanan ke Arellano Leon semakin berat tiap ronde.

Di ronde 4 Limond memotong ring mendaratkan kombinasi yang bikin Leon hanya bisa bertahan tanpa balasan, wasit akhir nya menghentikan.

Limond menang TKO dan performa nya menunjukkan bahwa dia bukan hanya prospek lokal ada sesuatu yang lebih besar di dalam diri nya.

Partai ke 4 Reese Lynch menghadapi Jakub Laskowski.

ini salah satu duel yang paling rapi sepanjang malam, Lynch terlihat dewasa tidak terjebak permainan kasar Laskowski yang sudah 40 kali naik ring.

Enam ronde selesai Lynch menang PTS dengan dominasi penuh, ini kemenangan penting untuk pondasi karir nya.

Beranjak ke partai ke 5 muncul nama yang cukup membawa ekspektasi besar Alex Arthur Jr. sebagai putra mantan juara dunia sorotan jelas lebih keras ke arah nya.

Di dalam ring dia tidak tergesa gesa dan tidak memaksakan KO.

Alex bermain dengan jarak dan jab panjang juga kombinasi sederhana yang efektif.

Di ronde terakhir dia menjaga keunggulan tanpa ambisi berlebih, Arthur Jr menang PTS dan tetap tak terkalahkan, untuk duel 4 ronde ini penampilan yang cukup untuk mengasah kemampuan nya ke depan.

Kemudian datang salah satu momen paling seru malam itu antara Marcus Sutherland vs Kerim Agius.

Duel 8 ronde antara dua petinju tak terkalahkan akan berjalan panjang tapi Sutherland punya niat lain.

Dari bel pertama agresi nya luar biasa, Agius di paksa mundur di serang dengan kombinasi brutal dan hanya bisa menutup guard tanpa balasan.

Tekanan itu akhirn ya memaksa wasit menghentikan duel di 1:58 ronde pertama.

Sutherland menang TKO dalam gaya yang mengirim pesan bahwa dia siap naik level, malam itu dia tampil sebagai petinju paling MENONJOL selain partai utama.

Dan akhirnya….. puncak pertarungan Cristobal Lorente vs Nathaniel Collins.

Inilah duel yang sejak awal spesial, dua petinju tak terkalahkan, usia sama dan rekor ajiib juga sabuk EBU European Featherweight di tengah mereka.

Collins agresif sejak awal mungkin karena ingin menunjukkan dominasi nya di depan publik sendiri.

Tapi Lorente sebagaimana juara sejati tidak terpancing dia membalas dengan counter jernih yang membuat Collins tidak bisa se enak nya maju.

Pertukaran pukulan di ronde 6 itu salah satu momen terbaik dalam tinju Eropa tahun ini, dua petinju saling melempar kombinasi seperti tidak ada hari esok sama sama menolak mundur.

Memasuki ronde 7 sampai 9 Lorente mulai menemukan ketenangan, Jab keras dan straight kiri yang presisi membuat Collins sesekali kehilangan langkah.

Namun Collins bukan peitnju yang akan mundur begitu saja, dia membalas dengan hook dan uppercut jarak dekat yang memaksa duel tetap panas.

Ronde ronde akhir sangat menegangkan, Kedua nya tanpak kelelahan tapi tetap memaksakan jual beli pukulan tinggi.

Collins ingin memastikan sabuk jatuh ke tangan Skotlandia sementara Lorente tahu betul bahwa rematch akan lebih berat jika dia kehilangan sabuk di tanah lawan.

Setelah 12 ronde brutal keputusan akhir nya split draw, dua juri berbeda pandangan satu juri menilai imbang.

Menurut saya hasil ini adil meskipun pahit bagi para pendukung Collins, Lorente mempertahankan sabuk nya Collins tetap tak terkalahkan, dan yang jelas rematch bukan cuma kemungkinan itu keharusan.

Malam itu menutup dengan tepuk tangan panjang bukan karena hasil nya menyenangkan tapi karena dua petinju meninggalkan semua nya di atas ring.

#Tinju2025 #CristobalLorente #NathanielCollins

Scroll to Top