Pertarungan tinju di Grand Rapids Michigan Selasa malam waktu setempat menghadirkan penuh ketegangan dan momen dramatis untuk penggemar olahraga ini.
Salita Promotions yang didirikan oleh Dmitry Salita membuka kalender tahun ini dengan pertunjukan yang tak kalah menarik dari event event sebelum nya.
Panggung utama nya menampilkan Joshua Pagan petinju lokal yang akhir nya mendapat kesempatan untuk tampil sebagai main event di kota kelahiran nya menghadapi Bryan Jimenez dari Nikaragua.
Baca juga:
Dengan rekor sempurna 15-0 (5 KO) Joshua Pagan membuktikan bahwa dirin ya memang layak mendapatkan sorotan ini.
Dia berhasil meraih kemenangan mutlak melalui keputusan bulat 10 ronde dengan skor juri masing-masing 100-90, 99-91 dan 99-91. Kemenangan ini tidak hanya menambah rekor Pagan tapi juga memberi kesan bahwa petinju muda ini mampu menahan tekanan tampil di panggung besar hometown.
“Pertarungan ini cukup menantang, tapi kami berhasil melewatinya dengan baik,” ujar Pagan setelah pertarungan kepada DAZN mengungkapkan kepuasan bisa membuktikan diri di depan pendukung nya sendiri.
Pertarungan kelas ringan ini sempat memanas di pertengahan ronde ketika Jimenez mencoba mengejutkan Pagan dengan serangan mendadak namun Pagan tetap tenang dan mampu mengendalikan ritme pertarungan.
Dominasi Pagan terlihat jelas dari awal hingga akhir, ini menandai kali ketiga Pagan menuntaskan jarak penuh 10 ronde.
sebelum nya dia sempat mengunci kemenangan KO ronde ke 9 atas Maliek Montgomery pada 23 Oktober lalu di San Juan Puerto Rico.
Pagan memakai kombinasi teknik, kekuatan, dan pengendalian dan tidak bernafsu mencari KO tapi memainkan strategi cerdas memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendorong lawan ke tali.
Strategi ini membuat Jimenez kesulitan menembus pertahanan Pagan sehingga kemenangan mutlak menjadi tak terelakan.
Lanjut ke bagian partai tambahan juga tak kalah seru.
Salah satu nya adalah pertarungan untuk gelar WBC 130 lbs yang kosong antara Caroline Veyre dan mantan juara WBC 135 lbs Delfine Persoon.
Veyre mantan Olympian Kanada 2020 berhasil meraih kemenangan melalui keputusan bulat 10 ronde dengan skor juri 94-92, 95-91, dan 98-88.
Pertarungan ini cukup keras di tandai oleh beberapa penalti untuk kedua petinju.
Persoon di kurangi poin di ronde 4 dan 7 karena pelanggaran, sementara Veyre di kurangi poin di ronde 5 dan 9 karena terlalu sering melakukan holding.
Meskipun sempat mendapat cemoohan penonton karena strategi defensif nya, Veyre tetap mampu mempertahankan dominasi dan memenangkan gelar yang kosong tersebut.
Selain itu, ada juga pertarungan ringan junior antara Garrett Rice Jr melawan Charles Scott Jr. ini menjadi pertarungan kedua bagi Rice setelah debut singkat nya selama 61 detik.
Kali ini Rice menjalani empat ronde penuh dan meraih kemenangan mutlak dengan skor 40-36 dari semua juri.
Dengan kemenangan ini Rice kini memegang rekor 2-0 (1 KO) dan menunjukkan bahwa dia adalah prospek muda yang serius berasal dari Dearborn Michigan.
Tidak kalah menarik adalah pertarungan prospek di kelas berat sardius Simmons yang membuka event DAZN malam itu. Simmons menghadapi Jonathan Lee Rice dalam pertarungan enam ronde.
sebagai seorang southpaw berpengalaman, Simmons menampilkan kombinasi pukulan yang efektif dan mengendalikan sebagian besar pertarungan.
Skor akhir juri adalah 59-55, 58-56, dan 58-56 untuk Simmon, meskipun Rice sempat memiliki momen sukses di ronde akhir Simmons berhasil menunjukkan dominasi dan mempertahankan rekor sempurna 6-0 (3 KO).
Bagi Joshua Pagan, kemenangan ini bukan hanya menambah catatan sempurna tapi juga menegaskan diri nya sebagai bintang lokal yang layak di panggung utama.
Tampil di kota kelahiran memberikan keuntungan mental, penonton yang riuh dan tekanan ekstra untuk tampil maksimal.
Dengan kemenangan ini, Pagan semakin dekat untuk mendapat kesempatan melawan lawan yang lebih besar, mungkin membuka jalan untuk sabuk regional atau dunia.
Unuk Caroline Veyre, kemenangan ini adalah langkah besar di karir profesional nya. Memenangkan gelar WBC 130 lbs membuktikan bahwa dia mampu bersaing di level tinggi meskipun harus menghadapi tekanan psikologis dari penonton yang kurang mendukung.
Gelar ini bisa menjadi batu loncatan menuju pertarungan kelas dunia di masa depan.
Sardius Simmons dan Garrett Rice Jr. menunjukkan bahwa generasi baru petinju Amerika siap mengambil alih panggung.
Simmons dengan teknik dan Rice dengan kecepatan serta agresivitas nya masingmasing menjadi bukti bahwa tinju Amerika masih memiliki talenta muda yang bisa bersaing secara internasional.
Pandangan saya tentang kemenangan Joshua Pagan di hometown nya bukan hanya rekor sempurna yang tetap terjaga tetapi juga membuktikan mentalitas seorang juara.
Tidak mudah tampil di depan penonton sendiri, tekanan, ekspektasi dan sorakan bisa jadi beban berat namun pagan berhasil menaklukkan semua itu dengan kontrol dan strategi cerdas menunjukkan bahwa dia bukan petinju muda berbakat,tapi juga pemimpin ring
Jika ia bisa mempertahankan seperti ini, masa depan karirn ya bisa sangat cerah bahkan mungkin membuka jalan ke pertarungan yang lebih besar di level dunia.
#Joshuapagan #Hasiltinjuhariini #Beritatinju










Pingback: Di Usia 39 Tahun, Brook kembali Demi MenghormatiSang Idola