Las Vegas kembali menghadirkan Duel seru dari kelas ringan junior hingga kelas menengah super, rangkaian pertarungan ini seperti tangga ambisi setiap nama berusaha melangkah lebih tinggi menuju pertarungan gelar.
1. Mohammed Alakel vs David Calabro.
Petinju muda asal Arab Saudi ini mungkin belum menjadi nama besar di panggung dunia tetapi cara nya menuntaskan laga menunjukkan fondasi yang kuat.
Menghadapi David Calabro Alakel melangkah efektif dan tenang membangun tekanan lewat pukulan ke tubuh sebelum akhir nya merobohkan lawan dengan serangan kiri keras ke rusuk pada ronde ke 2.
Baca juga:
Kemenangan tersebut membuat rekor nya meningkat menjadi 8-0-2 KO dan yang paling mencolok adalah perkembangan kematangan nya.
Di bawah asuhan pelatih kawakan Abel Sanchez Alakel terlihat semakin dewasa membaca ritme pertarungan.
Sanchez di kenal sebagai pelatih yang menekankan disiplin dan daya tahan sudah mulai terlihat dalam gaya bertarung Alakel.
Baca juga:
Namun untuk di perhitungkan di level elite kelas ringan junior dia perlu di uji lawan dengan mobilitas tinggi dan pengalaman internasional, aktivitas bertanding akan menjadi faktor krusial.
Bila dia mampu menjaga konsistensi dan naik level secara bertahap bisa jadi dalam dua hingga tiga tahun ke depan nama nya masuk ke perebutan sabuk regional.
2. Joshua Edwards vs Brandon Colantonio
Beranjak ke kelas berat petinju Olimpiade AS 2024 ini mencatat kemenangan angka mutlak atas Brandon Colantonio, skor 60-54 di seluruh kartu juri menunjukkan dominasi tetapi ada satu catatan rentetan kemenangan KO nya terhenti.
Ini mungkin terlihat seperti kemunduran kecil, tapi di kelas berat belajar memenangkan pertarungan penuh ronde justru sangat penting.
Tidak semua lawan akan berdiri untuk di pukul jatuh beberapa akan bertahan, mengunci dan memaksa nya berfikir.
Baca juga:
Edwards tanpak mengontrol tempo dan mengumpulkan poin secara sistematis, dia memang belum sepenuh nya melepaskan kombinasi andalan nya tetapi pengalaman ini memberi nya pelajaran tak ternilai.
Dia harus tau bagaimana mengelola stamina, membaca pertahanan lawan dan tetap disiplin selama enam ronde penuh.
Menurut pandangan saya, Edwards berada di jalur yang benar, kelas berat saat ini membutuhkan figur atletis dan disiplin, jika dia mampu menambahkan variasi kombinasi pasti akan berkembang menjadi ancaman serius dalam lima tahun ke depan.
Baca juga:
3. Amari Jones vs Luis Arias
Naik ke kelas menengah Amari Jones menunjukkan ke bringasan nya saat dua kali menjatuhkan veteran Luis Arias sebelum sudut menghentikan laga di ronde ke 4, Rekor nya saat ini meningkat menjadi 16-0 (14 KO).
Yang membuat kemenangan ini signifikan adalah kualitas lawan, Arias bukan petinju kemarin sore, dia pernah berbagi ring dengan nama elite dan jarang di hentikan namun Jones membuat nya tanpak kewalahan.
Jones memadukan kecepatan tangan, kecerdikan menghindar serta pukulan kiri tajam ke rahang.
Baca juga:
Dia juga cerdas membangun serangan dari pukulan tubuh, ini menunjukkan pemahaman jarak dan timing yang bagus untuk usia nya yang masih 23 tahun.
Saat ini Jones salah satu prospek paling menarik di kelas menengah, namun ujian berikut nya haruslah lawan peringkat atas, kalau dia mampu melewati satu atau dua nama top 10 status nya sebagai penantang gelar akan sah secara legitimasi bukan hanya promosi.
4. Bektemir Melikuziev vs sena agbeko
Bektemir Melikuziev mencetak kemenangan TKO ronde atas Sena Agbeko sebuah langkah penting dalam perburuan gelar kelas menengah super.
Melikuziev memakai pukulan kiri nya menjadi senjata utama menghajar Agbeko sejak ronde awal sebelum akhir nya menjatuhkannya dua kali di ronde ke 7, walaupun dia sempat mengalami luka di alis akibat benturan kepala dan mengaku sedikit linglung pada awal laga namun mentalitas nya tidak hilang.
Saat ini Melikuziev berada di peringkat ke 2 versi WBA kelas 168 pon, di atas nya terdapat juara Jose Armando Resendiz sementara mantan juara besar Canelo Alvarez masih menjadi penghalang di divisi ini.
Baca juga:
Dengan Alvarez di jadwalkan menghadapi Christian Mbilli untuk sabuk WBC peta persaingan kelas menengah super sedang memasuki pergeseran.
Jika Alvarez mendekati akhir karir atau mengurangi aktivitas nya ruang kosong di puncak akan terbuka lebar, di sinilah peluang Melikuziev berada.
Petinju berjuluk Bully ini memiliki pukulan kiri keras dan tekanan yang konsisten, tapi untuk siap menghadapi petinju elite dia perlu memperhatikan pertahanan kepala, lawan kelas dunia tidak akan mudah terpancing dalam pertarungan jarak menengah seperti Agbeko.
Baca juga:
Pandangan saya, Melikuziev memang layak mendapat kesempatan eliminator atau bahkan pertarungan gelar sekunder.
Namun melawan nya langsung dengan nama sebesar Canelo dalam kondisi puncak bisa terlalu dini, pertarungan melawan penantang top 5 akan menjadi ujian sebenar nya, jika Melikuziev terus menang meyakinkan promotor akan sulit untuk tidak memperhatikan nya.
Kira kira siapa Lawan Melikuziev ke depan?
Ada beberapa opsi, eliminator resmi WBA melawan penantang peringkat atas kemudian duel melawan petinju tak terkalahkan lain untuk memperebutkan status mandatory challenger.
Opsi terbaik adalah menghadapi petinju dengan gaya defensif dan pengalaman 12 ronde penuh di level elite, kalau bisa memecahkan pertahanan tipe seperti itu maka klaim nya untuk perebutan sabuk akan jauh lebih kuat.
#Melikuziev #Alakel










Pingback: Eimantas Stanionis – Petarung Keras Pernah WBA Reguler 2022