Terkadang tinju meninggalkan kita dengan pertanyaan yang tak pernah punya jawaban, Salah satu nya adalah Siapa petinju cruiserweight terbaik sepanjang masa?
Jika bicara sejarah, dua nama yang paling sering muncul di meja debat para penggemar tinju adalah Evander Holyfield dan Oleksandr Usyk, dua petinju dengan karakter yang berbeda jauh tapi punya satu kesamaan sama sama juara sejati di divisi 200 pon dan berani naik ke kelas berat tanpa takut.
Holyfield itu contoh klasik petinju yang menolak menyerah, dari kecil hidup nya keras,dan waktu naik ke dunia profesional banyak yang bilang badan nya terlalu kecil untuk bersaing di kelas berat tapi justru itu yang bikin dia istimewa.
Baca juga: Prediksi duel seru christian mbilli vs lester martinez, kedua petarung tak terkalahkan
Di era 80 an dia mendominasi kelas penjelajah ngebabat satu per satu lawan sampai akhir nya jadi juara tak terbantahkan…
Setelah itu bukan nya puas dia naik ke kelas berat dan ngulangin cerita yang sama. Lawan lawan nya waktu itu bukan main, Buster Douglas, Riddick Bowe, sampai Mike Tyson. Tapi Holyfield selalu punya cara buat bertahan dan balik menyerang.
Pada akhir nya dia juga jadi undisputed heavyweight champion sesuatu yang hampir mustahil di masa itu.
Baca juga:
Sejak awal, Holyfield selalu di kenal sebagai pejuang sejati, dia bukan yang paling besar bukan yang paling panjang jangkauan nya, tapi dia punya hati dan mental tempur yang jarang di miliki siapa pun.
Gaya bertarung nya selalu menekan lawan, Dia suka masuk ke jarak dekat, adu pukul dan memaksa pertarungan berubah jadi perang karakter.
Kalau kita lihat Oleksandr Usyk, rasa nya kayak ngaca ke masa lalu Holyfield, Gaya nya beda tapi jalan cerita nya mirip. Usyk juga mulai di kelas penjelajah dan nyapu bersih semua sabuk yang ada WBA, WBC, IBF dan WBO.
Baca juga:
Setelah itu dia memutuskan naik ke kelas berat dan banyak yang skeptis juga, sama kayak dulu orang meragukan Holyfield, tapi ya itu tadi petinju besar bukan cuma soal otot tapi soal hati dan otak.
Usyk buktiin waktu ngalahin Anthony Joshua dua kali, cara dia mengontrol jalan nya duel. main sabar dan bikin lawan tak berkutik karena kecerdikan nya, semua itu ngingetin saya sama Holyfield yang juga selalu punya rencana di kepala.
Dan sekarang dua dua nya sama sama tercatat dalam sejarah sebagai petinju langka yang bisa jadi undisputed di dua divisi berbeda cuma segelintir orang yang bisa sampai ke titik itu.
Baca juga:
Kalau saja waktu bisa di satukan dan Holyfield versi 1988 bisa melawan Usyk versi 2018. rasa nya dunia akan berhenti sejenak hanya untuk menyaksikan nya.
dua otak brilian di ring dua hati petarung sejati yang tak pernah mundur.
Usyk datang dari generasi yang berbeda lebih tenang, lebih sistematis. Petinju Ukraina ini ibarat catur berjalan setiap langkah nya di perhitungkan, setiap pukulan punya tujuan Saat dia menjuarai turnamen World Boxing Super Series dan menaklukkan semua juara dunia di kandang mereka.
Baca juga:
saya mulai berpikir ini orang luar biasa, dia bukan hanya teknis tapi juga sabar dalam cara yang membuat lawan nya kebingungan.
Bayangkan saja di ring yang sama, dua filosofi bertemu satu meroket dengan tenaga dan keberanian satu lagi membunuh perlahan dengan kecerdikan dan disiplin.
Kalau duel ini benar benar terjadi mungkin ronde pertama akan terasa seperti dua petinju yang sedang mempelajari buku lawan.
Holyfield pasti mencoba langsung menekan sejak awal, dia akan bergerak maju dengan langkah kecil tapi menguji pertahanan Usyk mencoba memaksa petinju kidal itu untuk berdiri di depan dan bertukar pukulan.
Usyk tentu saja tak akan menggigit umpan begitu saja, dia akan memutar ke kiri memainkan sudut memancing Holyfield untuk masuk ke perangkap.
Saya bisa bayangkan ekspresi nya yang dingin, sedikit senyum sinis saat Holyfield meleset tipis dan kena balasan jab cepat dari tangan kiri Usyk.
Duel akan terasa seperti permainan tempo siapa yang bisa memaksakan irama kecepatan Usyk atau intensitas Holyfield.
Ronde ronde pertengahan mungkin akan menjadi momen paling berbahaya.
Holyfield di puncak karir nya punya daya tahan luar biasa. gaya agresif nya selalu membuat lawan kehilangan arah tapi di sinilah kelihaian Usyk bekerja.
Dia bukan tipe yang panik meski di tekan Justru saat di serang dia tahu bagaimana memotong sudut dan keluar dengan dua atau tiga pukulan balasan.
mungkin di ronde ke enam atau ke tujuh Holyfield berhasil mendorong Usyk ke tali ring mendaratkan kombinasi hook ke tubuh dan uppercut kanan ke dagu.
Penonton bangkit, dan sesaat terlihat seolah Holyfield akan mengulang kisah . menenggelamkan lawan dengan tekanan konstan.
Tapi Usyk dengan wajah sedikit memerah akan segera berputar keluar dan kembali mengendalikan.
Menjelang akhir laga pengalaman panjang Holyfield di perang jarak dekat mungkin sedikit keunggulan bagi nya tapi jangan lupa Usyk punya stamina tak terhitung dan kemampuan membaca situasi yang cepat.
Kalau ini berlangsung 12 ronde penuh saya kira penilaian nya akan ketat mungkin 115-113 untuk salah satu pihak.
Sulit menebak siapa yang unggul karena dua dua nya punya kelebihan yang saling meniadakan. Holyfield unggul di sisi keberanian dan tekanan fisik tapi Usyk lebih jernih dalam berpikir dan efisien dalam serangan.
Kalau mau jujur saya pribadi sedikit mengandalkan ke Usyk Bukan karena dia lebih kuat tapi karena gaya teknis nya cenderung lebih efektif di era modern.
Di bawah aturan dan tempo tinju saat ini ketepatan, gerak kaki dan efisiensi sering kali mengalahkan keberanian, tapi itu bukan berarti Holyfield kalah harga diri sama sekali, Justru kalau mereka bertarung 10 kali saya yakin hasil nya bisa imbang lima sama.
Namun di luar semua spekulasi angka dan analisis gaya yang menarik dari perbandingan ini adalah semangat mereka.
Holyfield dan Usyk sama sama petinju dengan hati besar Mereka naik kelas bukan demi uang tapi demi pembuktian, Holyfield ingin menunjukkan bahwa seorang cruiser bisa jadi juara sejati kelas berat. Usyk pun begitu dia bahkan menaklukkan Anthony Joshua di kandang lawan sesuatu yang tidak di lakukan banyak orang.
Kalau mereka hidup di masa yang sama saya yakin rasa saling hormat akan sangat tinggi, Holyfield akan menatap Usyk dan berkata. Kau petarung sejati.
Dan Usyk akan menunduk sedikit sambil tersenyum dengan gaya khas nya…“Respect, Champ.”
Dua era dua jiwa tapi satu semangat keberanian untuk menghadapi siapa pun kapan pun di mana pun.
Menurut saya, itulah yang bikin perbandingan Holyfield dan Usyk selalu menarik tentang cara mereka menafsirkan makna menjadi petinju sejati. Holyfield bertarung dengan hati Usyk bertarung dengan otak. di olahraga ini kedua nya sama penting nya.
Kalau kamu tanya siapa yang akan remuk di antara kedua nya?? saya mungkin akan tersenyum dan bilang..
“Mungkin ring nya duluan yang rusak.” Karena dua petarung sejati seperti ini bukan saling menjatuhkan, mereka saling melengkapi layak nya dua halaman berbeda dari satu buku yang sama yaitu kisah petinju yang tak takut menantang batas.
#HolyfieldVsUsyk #UndisputedChampion #TinjuDunia









