Kenapa Selalu Hating? Emiliano Vargas Sentil Ryan Garcia Isyarat Iri Mulai Tercium

Emiliano vargas sentil Ryan garcia

Emiliano Vargas secara terbuka menyinggung sikap Ryan Garcia yang di nilai nya terlalu sering hating, istilah yang kini ramai di pakai untuk menggambarkan sikap merendahkan atau mencibir orang lain.

Bukan sindiran biasa ucapan Vargas seperti pesan langsung yang menyasar karakter bukan hanya performa di ring.

Perselisihan ini tidak berangkat dari duel atau negosiasi pertarungan, semua nya bermula dari aktivitas di media sosial.

Vargas menegaskan sebenar nya tidak ada masalah pribadi antara diri nya dan Ryan Garcia tidak ada rivalitas lama atau sejarah panas di masa lalu.

Namun semua nya berubah ketika komentar mulai muncul di Twitter, menurut Vargas di situlah awal gesekan terjadim, dia tidak memilih diam, kata nya jika seseorang mulai berbicara maka respons adalah hal yang wajar.

Bukan untuk mencari masalah tapi untuk menjaga posisi, bukan hanya balasan tapi sindiran pedas.

Pernyataan ini tidak hanya di tujukan ke Ryan Garcia tapi karena arah pembicaraan nya lebih dalam menyentuh soal mentalitas, Vargas tidak secara langsung menyerang teknik bertarung atau rekam jejak lawan nya tetapi dia mengarah pada sikap.

Dalam satu kalimat dia melempar pertanyaan yang tajam.

“Kenapa selalu hating?”

Kalimat ini menggambarkan sesuatu yang lebih besar dari konflik dua petinju namun tentang bagaimana seseorang merespons kesuksesan orang lain.

“Kalau saya tidak bersinar, mereka tidak Peduli…

Perhatian yang datang sekarang bagi vargas bukan sesuatu yang baru.

Dia melihat ada yang selalu berulang, ketika seorang petinju mulai naik, di kenal dan mulai berisik di publik maka akan ada reaksi dari luar dan tidak semua reaksi itu positif.

Menurut nya jika dia bukan siapa siapa tidak akan ada yang membicarakan diri nya.

Justru karena dia mulai di perhitungkan nama nya mulai di sebut baik dengan cara yang baik maupun sebalik nya ini yang dia lihat sebagai bentuk lain dari tekanan atau mungkin kecemburuan.

Meski mengeluarkan sindiran Vargas tidak sepenuh nya menutup pintu respek.

Dia tetap mengakui bahwa Ryan Garcia adalah petinju yang memiliki kualitas namun juga menegaskan respek tidak bisa datang dari satu arah.

Bagi Vargas hubungan antar petinju itu simpel, apa yang kamu berikan itu yang akan kamu terima, jika dihormati dia akan menghormati, tapi bila di serang dia juga siap membalas.

Di luar konflik ini Vargas juga memperlihatkan sisi lain, dia mengakui bahwa diri nya berubah total saat berada di dalam ring.

Di luar ring dia bisa santai, berbicara ringan, bahkan tersenyum tapi begitu sarung tinju terpasang semua nya berubah, ada sisi agresif yang muncul dan tekanan yang hanya bisa di pahami oleh petinju itu sendiri.

Perubahan itu bukan sesuatu yang aneh itu bagian dari identitas nya.

Saat di tanya soal arah karir Vargas tidak menunjukkan sikap terlalu memilih, dia tidak terpaku pada jalur sabuk tertentu tidak juga menyebut nama lawan secara spesifik.

Pendekatan nya berada di posisi yang tepat lalu mengambil peluang saat datang.

Divisi 140 lbs yang dia tempati saat ini bejibun dengan prospek, banyak nama besar dan potensi duel, namun Vargas tidak terlihat tergesa gesa.

Dia seperti sedang membangun sesuatu secara perlahan, sebagai petinju dengan darah Meksiko yang tumbuh di Amerika dia tidak memilih salah satu tapi membawa kedua nya.

Di satu sisi dia mewakili Amerika sebagai tempat dia berkembang di sisi lain darah Meksiko tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan, identitas seperti ini sering kali menjadi kekuatan tersendiri.

Tidak bisa di pungkiri nama Fernando Vargas sebagai ayah nya selalu menjadi bagian dari cerita namun Emiliano tidak ingin berhenti di situ.

Dia tidak ingin hanya di kenal sebagai anak dari legenda, da ingin membangun jalan nya sendiri dengan gaya, cara dan cerita yang berbeda, warisan tetap dia bawa tapi arah tetap dia tentukan sendiri.

Apa yang awal nya terlihat seperti komentar ringan kini mulai berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar.

Nama Ryan Garcia bukan nama kecil, setiap komentar yang menyangkut diri nya hampir pasti akan mendapat perhatian, ketika di sandingkan dengan petinju muda yang sedang naik seperti Emiliano Vargas situasi nya jadi menarik.

Menurut saya apa yang di lakukan Emiliano Vargas ini cukup menarik karena dia tidak menyerang dari sisi teknis tapi justru dari sisi mentalitas.

Perang kata kata memang hal biasa tapi ketika seseorang mulai menyinggung soal hating dan iri itu berarti ada lapisan lain di balik konflik tersebut.

Vargas terlihat ingin menempatkan diri nya dengan arah karir nya itu yang sering memicu reaksi dari nama besar seperti Ryan Garcia.

Ryan Garcia selama ini di kenal punya pengaruh besar di luar ring terutama di media sosial, tapi ketika mulai ada suara baru yang berani melawan secara terbuka itu bisa jadi tanda perubahan generasi.

Jika konflik ini terus berkembang ini akan berubah dari sindiran menjadi rivalitas nyata, biasa nya cerita besar dalam tinju di mulai.

#Emilianovargas #Ryangarcia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top