Emiliano Vargas datang ke San Luis Potosi dengan satu beban kecil tapi berat untuk seorang prospek muda semua orang ingin melihatnya menang KO lagi.
Nama belakang Vargas sudah cukup untuk bikin ekspektasi tercengang apalagi bila orang melihat catatan 15-0 dengan 13 kemenangan KO milik nya.
Di usia 21 tahun publik sudah terbiasa melihat nya menyelesaikan duel singkat penuh api dan berakhir cepat.
Baca juga: Conor benn sukses membalas dendam atas chris eubank jr.
Vargas di paksa merasakan bertarung sampai ronde 10 untuk pertama kali.
Sebelum masuk ring Emiliano menikmati suasana khas Meksiko, sorak sorai keras musik yang memompa adrenalin dan atmosfer yang membuat siapa pun merasa seperti bagian dari sesuatu yang besar.
Namun begitu bel berbunyi semua keriuhan itu lenyap dari kepala nya, dia berubah menjadi petinju muda yang fokus pada target nya.
Baca juga:
Jonathan Montrel petinju tangguh asal New Orleans datang dengan modal 19 kemenangan dan pengalaman menghadapi nama nama berbobot.
Vargas langsung mengambil alih, di akhir ronde pertama montrel sudah oleng bahkan nyaris tumbang setelah di guyur kombinasi cepat.
Banyak orang mungkin sudah berfikir pertarungan akan selesai dalam waktu singkat.
Namun Montrel masih berhasil bertahan entah dengan keberuntungan atau naluri bertahan hidup yang sangat kuat.
Ronde ke 2 Montrel mungkin merasa kewalahan, beberapa kali mengangkat tangan dan meminta perhatian wasit mengeluh bahwa Vargas memukul bagian belakang kepala nya.
Entah itu strategi untuk mengurangi tekanan atau reaksi spontan dari petinju yang sedang di serang dari berbagai sudut yang pasti sulit di tebak.
Tapi Vargas tidak terbawa permainan itu dia tetap tenang dan menyusun serangan dari hook kiri, right hand hingga ayunan panjang yang keras dan akurat.
Untuk pertama kali nya dalam lebih dari setahun ada lawan yang mampu bertahan hingga ronde ke 3 melawan Emiliano Vargas.
Mulai ronde ke 5 Vargas bermain lebih lengkap.
Tidak lagi hanya ingin mengejar KO cepat dia mulai memadukan serangan ke body dan kepala, uppercut kanan membuat kepala Montrel terangkat seakan di sambar tenaga listrik.
Tapi Montrel adalah tipe petinju yang BANDEL dia menerima pukulan menggeleng dan tetap berdiri.
Bahkan di ronde ke 5 dia balas menghantam beberapa pukulan yang cukup membuat Vargas harus sedikit menyesuaikan.
Lucu nya di ronde ini wasit memberi peringatan kepada Vargas. karena pukulan belakang kepala namun tidak ada drama besar Vargas kembali ke pola permainan nya.
Mulai ronde 7 sampai 10 Vargas semakin dominan, serangan nya semakin berlapis.
Montrel bertahan hanya dengan guard ketat tanpa balasan berarti tidak ada momen yang membuat Vargas panik tak ada tekanan yang membuat nya keluar dari rencana.
Baca juga:
Dia tanpak menikmati duel ini seperti sedang menguji diri nya sendiri dalam MODE JARAK PANJANG.
Montrel hanya sibuk bertahan, dobel cover nya lumayan kuat, dagu dan mental nya terbukti tidak remuk meski di serang non stop.
Di dua ronde terakhir Vargas mencoba meningkatkan volume pukulan berharap masih bisa meraih KO seperti biasa nya.
Pertarungan pun di tutup dengan dominasi penuh Vargas skor juri, 100–89, 99–90, 99–90.
Dengan catatan 16-0 dan usia yang masih sangat muda arah Vargas bisa bergerak cepat, performa seperti ini biasa nya menjadi pijakan sebelum menghadapi kontender papan atas atau perebutan gelar interim dalam 12–18 bulan ke depan.
Dia masih punya waktu untuk berkembang tapi juga cukup baik untuk naik level kapan saja.
Fakta saat dia tampil sebagai co-feature untuk duel gelar dunia Rafael Espinoza vs Arnold Khegai menunjukkan Top Rank sudah mulai memposisikan diri nya sebagai bintang masa depan.
Jangan beranjak dulu kawan masih ada duel yang tak kalah seru di bawah ini.
1. RICHARD TORREZ JR VS TOMAS SALEK.
Publik Meksiko mendapat suguhan singkat namun brutal, Richard Torrez Jr peraih medali perak Olimpiade 2020 menutup pekerjaan hanya dalam hitungan detik.
Setelah sempat menempuh jarak penuh 10 ronde delapan bulan lalu Torrez datang dengan ambisi.
Dia ingin menunjukkan bahwa daya pukul nya masih sama bahkan mungkin lebih liar dari sebelum nya.
Tomas Salek lawan yang di bawa dari Republik Ceko untuk menguji fisik hanya sempat merasakan tekanan.
Begitu bel pertama berbunyi semua nya berubah menjadi satu arah semacam demonstrasi kekuatan, torrez memulai dengan wajah tanpa emosi tapi kombinasi yang di keluarkan nya sangat bertenaga.
Salek yang punya pengalaman 30 pertarungan kelihatan kaku sejak pukulan pertama mendarat.
Puncak nya datang dari sebuah right hook yang menyapu wajah Salek, pukulan itu membuka aliran darah dari hidung nya, wasit memanggil dokter untuk mengecek kondisi Salek.
Dari jauh saja sudah terlihat raut nya tidak baik tapi ketika dokter menekan area hidung respons Salek sudah cukup menjelaskan pertarungan di hentikan saat waktu menunjukkan 2:45 di ronde pertama.
2. JULIAN MONTALVO VS NICOLAS PATRON.
Karena pertarungan utama kelas berat berakhir cepat, kru siaran mendapatkan bonus waktu.
Kesempatan itu di pakai untuk menayangkan Julian Montalvo, remaja 17 tahun yang baru lima kali naik ring profesional tetapi sudah punya aura ANAK AJAIB.
Montalvo tidak menyia nyiakan momentum itu dia naik ring menghadapi Nicolas Patron, hanya butuh 2 menit 2 detik untuk menyelesaikan semua nya.
Pukulan kanan ke kepala di susul hook kiri mengirim Patron ke kanvas.
Patron bangkit tapi tubuh nya belum pulih ketika hook kiri ke badan mendarat, di hitungan 10 menjadi akhir dari cerita.
Montalvo kini 5-0 (4 KO) terlihat seperti paket lengkap, cepat, berani dan punya kemampuan membaca peluang.
Tiga pertarungan pendukung ini menjadi pemanasan seru sebelum duel gelar Espinoza vs Khegai berlangsung.
#EmilianoVargas #JonathanMontrel #HasilTinju









