Eddie Hearn Ungkap Masalah Besar, Charlo Terbongkar, AJ vs Wilder Di Sebut Cuma Pemanasan

eddie hearn ungkap masalah besar, joshua vs wilder hanya pemanasan

Eddie Hearn angkat suara blak blakan soal situasi yang sedang terjadi saat ini, mulai dari Jermell Charlo yang kesulitan comeback sampai rencana besar untuk Anthony Joshua, Deontay Wilder dan Tyson Fury.

Obrolan nya santai tapi isi pesan nya sesuai kenyataan banyak petinju sekarang terjebak antara ego, uang dan realita pasar.

Pertanyaan pertama seberapa sering petinju harus bertarung?

Menurut Eddie semua nya tergantung posisi petinju itu sendiri, kalau sudah level elite, juara dunia, nama besa dua kali setahun itu sudah cukup kadang bisa tiga tapi jarang.

Masalah nya semakin besar nama seorang petinju semakin ribet juga pertarungan nya, bukan cuma soal latihan tapi juga negosiasi, sponsor, venue, sampai urusan siaran, itu sebab nya petinju seperti AJ sering cuma tampil dua kali setahun.

Tapi kalau masih dalam tahap naik belum jadi superstar harus sering tampil, empat kali setahun bukan hal aneh tujuan nya biar nama tetap hidup di mata publik.

Di sinilah banyak yang gagal mereka ingin bayaran besar tapi tidak cukup aktif untuk menjaga nilai jual nya.

Rencana Besar Joshua vs Wilder, Lalu Fury.

Bagian ini yang langsung bikin panas., Eddie secara terang terangan bilang kalau dia ingin Anthony Joshua menghadapi Deontay Wilder terlebih dulu tapi bukan sebagai puncak karir tapi sebagai pemanasan.

“itu yang saya mau, kita butuh satu pertarungan pemanasan sebelum lawan Tyson Fury karena AJ baru pulih dari cidera dan sedang rehabilitasi, kami akan ambil Deontay Wilder sebagai pemanasan, lalu lawan Tyson Fury di Desember”.

Banyak yang mungkin kaget dengar ini apalagi mengingat reputasi Wilder sebagai pemukul paling berbahaya di kelas berat tapi Eddie punya pandangan berbeda dia bilang dengan yakin kalau AJ bisa melewati Wilder dalam tiga ronde.

Pernyataan yang jelas berani bahkan cenderung provokatif, tapi kalau di lihat dari sudut pandang manajer ini masuk tidak berlebihan.

Mereka ingin satu pertarungan sebelum masuk ke duel terbesar dan memastikan AJ sangat siap, Wilder di anggap sebagai ujian bukan tujuan akhir.

Masalah Jermell Charlo Uang dan Realita.

Ini bagian menusuk sekaligus paling sensitif, saat membahas Jermell Charlo Eddie tidak menutup nutupi apa yang sebenar nya terjadi.

Masalah nya bukan karena Charlo tidak mau bertarung tapi karena ada jarak besar antara apa yang dia inginkan dan apa yang pasar bisa berikan, Charlo masih merasa diri nya layak di bayar besar seperti saat melawan Canelo alvarez, fakta nya dia sudah lama tidak aktif nama masih ada tapi daya tarik nya menurun.

Ini hukum yang kejam di olahraga ini kalau tidak tampil orang akan lupa, ketika orang mulai menghiraukan pasti nilai nya akan ikut turun.

Belum lagi fakta bahwa sekarang dia bukan juara dunia, promotor harus membayar mahal hanya untuk nama bukan untuk gelar, Eddie juga menyebut sebelum bicara soal bayaran Charlo ingin pemanasan dulu.

Dia sendiri sadar belum siap langsung masuk ke pertarungan besar, situasi nya jadi ribet lawan besar ingin langsung duel penting tapi Charlo butuh waktu untuk kembali ke kondisi paling fit hasil nya mandek.

Di tengah semua itu, Eddie memberikan pilihan yang menurut nya jauh lebih logis.

Dari pada memaksakan Jermell Charlo dia lebih memilih duel antara Jaron Ennis dan Xander Zayas, alasan nya dua dua nya aktif, sedang naik dan pertarungan ini punya arti besar tidak hanya nama tapi juga masa depan divisi.

Ini beda dengan Charlo yang sekarang posisi nya menggantung, tidak aktif, pegang gelar juga tidak tapi masih ingin bayaran level elite.

Ben Whittaker vs David Morrell?.

Topik lain yang tak luput di bahas adalah soal Ben Whittaker yang di tantang David Morrell, di sini Eddie cukup tegas belum waktu nya.

Bukan karena Whittaker tidak bagus tapi karena level Morrell sudah terlalu tinggi, Whittaker memang punya bakat besar tapi dia belum pernah menjalani pertarungan 12 ronde masih dalam proses belajar langsung lompat ke level elite seperti Morrell itu bukan langkah cerdas.

“Kami sudah punya rencana satu pertarungan sekarang lalu tampil lagi 27 Juni lalu pertarungan domestik besar baru kemudian ke level dunia, Morrell itu level nya sudah setara dengan petinju seperti Callum Smith atau Dmitry Bivol.”

Eddie bahkan sudah punya roadmap jelas, semua bertahap inti nya tidak terburu buru.

Ford vs Foster: Duel 50-50 yang Layak Di tunggu.

Satu lagi yang di sorot adalah potensi duel antara Ray Ford dan O’Shaquie Foster, Eddie menyebut ini sebagai pertarungan 50-50, Foster di kenal sebagai petinju teknis yang solid sementara Ford punya energi dan perkembangan yang pesat.

Menurut nya ini bisa jadi salah satu pertarungan terbaik tahun ini, tapi ada satu catatan penting pertarungan ini belum resmi.

Banyak rumor beredar tapi kenyataan nya masih dalam tahap pembicaraan, sama seperti duel lain seperti Joe Cordina vs Shakur Mason yang juga belum final.

Yang penulis tangkap dengan semua yang di bahas Eddie mengarah ke dunia tinju sekarang berubah, dulu nama besar sudah cukup untuk menjual pertarungan sekarang tidak lagi.

Penonton ingin aksi, mereka mau melihat petinju aktif, berkembang dan berani mengambil resiko, petinju yang terlalu lama absen meski punya nama besar akan kesulitan kembali ke posisi semula itulah yang sedang dialami Charlo.

itulah kenapa promotor seperti Eddie lebih memilih duel yang hidup seperti Ennis vs Zayas di banding memaksakan nama lama yang belum siap.

#Eddiehearn #Deontaywilder #Anthonyjoshua

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top