Balas Dendam KO Terbaik dalam Tinju Dunia

Pembalasan dendam terbaik dalam tinju

Pukulan yang menjatuhkan tubuh sering kali ikut menghancurkan mental, buat seorang petinju rasa nya seperti dunia tiba tiba berhenti, penonton bersorak tapi bukan buat dia.

Olahraga ini kejam tapi juga adil dengan cara nya sendiri,karena di balik kekalahan selalu ada satu yang bikin semua nya menarik yaitu kesempatan kedua.

Ketika balas dendam itu datang bukan dengan kemenangan angka tipis tapi lewat pukulan telak yang membuat lawan terkapar tanpa bisa bangun.

Baca juga: Profil anak pulau yang mengguncang dunia

Setiap pukulan seperti teriakan batin seolah berkata INILAH PEMBALASAN KU.

Itulah kenapa momen balas dendam di tinju selalu punya tempat tersendiri di hati para penggemar.

Karena di sana kita tidak cuma lihat adu fisik tapi perjuangan dan harga diri yang di pertaruhkan, mari kita lihat deretan balas dendam KO paling epik dalam sejarah.

Kisah yang bikin kita percaya kekalahan bukan akhir tapi awal dari kemenangan yang jauh lebih besar.

1. Joe Louis vs Max Schmeling.

Mereka ini bukan hanya dua petinju hebat yang saling mengalahkan tapi juga tentang dua bangsa yang saling menatap di tengah perang.

Pada 19 Juni 1936 di Yankee Stadium New York joe Louis datang dengan reputasi mengerikan, muda cepat dan tak terkalahkan.

Publik Amerika waktu itu sudah yakin kalau Louis bakal menghajar habis Schmeling, tapi seperti biasa di dalam ring suka memberi kejutan yang bikin dunia terdiam.

Schmeling petinju asal Jerman yang lebih berpengalaman ternyata datang dengan rencana SUPER.

Dia mempelajari setiap gerakan Louis lewat rekaman dan menemukan satu kebiasaan fatal, louis sering menurunkan tangan kiri nya setelah jab, kelemahan kecil itu di manfaatkan Schmeling dengan brilian.

Setiap kali Louis melepaskan jab counter kanan Schmeling langsung mendarat telak.

Pertarungan berlangsung keras dan panjang, Louis berusaha bangkit tapi Schmeling terlalu cerdas dan terlalu tenang malam itu.

Di ronde ke-12 pukulan kanan Schmeling mendarat sempurna menjatuhkan Louis untuk pertama kali dalam karir nya, dunia gempar amerika yang sebelum nya begitu yakin langsung bungkam.

Kekalahan itu amat sangat menyakitkan bagi Joe Louis, tapi seperti yang sering kita lihat di film film hebat setiap tragedi selalu punya babak kedua.

Dua tahun kemudian 22 Juni 1938 rematch di gelar di tempat yang sama Yankee Stadium.

Suasana nya kali ini beda, dunia sedang tegang, eropa di ambang perang dan Schmeling tanpa sadar membawa beban besar karena di jadikan kejayaan Jerman Nazi.

Sementara itu Louis datang bukan cuma sebagai petinju tapi sebagai harapan satu bangsa, dia tahu kali ini yang di pertaruhkan bukan hanya harga diri tapi juga perlawanan amerika terhadap ideologi yang menindas.

Begitu bel ronde pertama berbunyi Louis langsung beringas menghujani Schmeling dengan kombinasi cepat, tajam dan brutal.

Schmeling nyaris tak sempat membalas seperti duel pertama, serangan ke arah rusuk bikin dia menjerit kesakitan bahkan penonton bisa dengar teriakan nya dari kursi belakang stadion.

Hanya butuh dua menit Louis menuntaskan semua nya, schmeling tersungkur wasit menghentikan pertarungan dan Amerika pun BERBAHAGIA.

Menurut saya pribadi kemenangan itu lebih dari balas dendam, amerika seolah berdiri tegak lewat tinju seorang pria kulit hitam yang dulu di remehkan tapi kini jadi pahlawan nasional.

Balas dendam Joe Louis bukan cuma buat diri nya sendiri tapi buat seluruh bangsa nya.

Pertarungan Louis vs Schmeling ini akhir nya menjadi salah satu duel paling bersejarah, ada politik, nasionalisme dan ada keadilan yang sempurna di atas ring.

2. Jersey Joe Walcott vs Ezzard Charles.

Pertarungan mereka mengajarkan tentang kegigihan, seorang pria yang menolak menyerah meski dua kali gagal mencapai mimpi nya.

Mari mundur ke 22 Juni 1949 di Chicago Stadium.

Malam itu Walcott menantang Ezzard Charles untuk sabuk juara dunia kelas berat datang dengan pengalaman segudang, petinju tua yang di kenal licin dan penuh trik di atas ring.

Tapi sayang nya malam itu milik Charles, petinju muda ini lebih cepat dan tajam, kombinasinya mengalir mulus, jab, straight, hook, semua nya masuk dengan efektif.

Walcott mencoba segala cara tapi setelah 15 ronde panjang juri sepakat memberi kemenangan unanimous decision buat Charles.

Bagi Walcott itu jelas pukulan telak, di usia sudah di atas 30 tahun kesempatan emas sudah di depan mata tapi hasil nya masih nihil, tapi bukan nya mundur dia justru semakin ber ambisi.

Dua tahun berselang 7 Maret 1951 kedua nya bertemu lagi di Detroit.

Banyak yang berfikir mungkin kali ini Walcott bisa membalikkan keadaan, tapi fakta nya hasil nya sama, Charles tetap terlalu tangguh, dia main bersih dan tak pernah memberi ruang untuk Walcott mengatur tempo.

Lagi lagi 15 ronde habis hasil nya unanimous decision untuk Charles.

Di titik ini banyak petinju mungkin sudah menyerah tapi tidak dengan Walcott, justru di sinilah mental sejati seorang juara terlihat bukan saat dia menang tapi saat dia kalah dua kali dan masih mau bangkit untuk mencoba lagi.

Waktu akhir nya berpihak 18 Juli 1951 di Forbes Field.

Mereka bertemu untuk ketiga kali, awal nya tidak terlalu percaya Walcott bisa menang karena usia nya sudah semakin tua.

Tapi malam itu ada sesuatu yang berbeda di mata nya seperti petarung yang sudah menyiapkan semu nya untuk satu momen hidup dan mati.

Pertarungan berlangsung ketat, Charles tetap buas tapi Walcott kelihatan lebih sabar menunggu kelemahan lawan.

Dan di ronde ke-7 Walcott melepaskan left hook paling indah dalam karir nya mendarat telak di rahang Charles sang juara pun roboh, penonton tertegun Charles berusaha bangkit tapi tubuh nya tak mau lagi bekerja sama.

Itu bukan hanya kemenangan tapi pelunasan setelah dua kali kalah angka akhir nya Walcott membalas dengan KO yang indah.

Bahkan komentator waktu itu bilang.. “That was the punch of a lifetime.” pukulan itu bukan cuma hook kiri biasa tapi seluruh perjalanan panjang Walcott.

Yang menarik kisah ini belum selesai, setahun kemudian 5 Juni 1952 mereka kembali bertemu untuk ke 4 kali nya di Philadelphia.

Tapi kali ini situasi nya berbalik Walcott kini sang juara bertahan dan Charles yang jadi penantang.

Pertarungan berjalan ketat selama 15 ronde tapi Walcott tampil lebih tenang dia tak hanya mempertahankan sabuk nya tapi juga bermain dengan kepala dingin, dia menang lewat unanimous decision.

Kalau dilihat dari keseluruhan cerita, rivalitas Walcott vs Charles ini menggambarkan arti sebenar nya dari ketekunan dan pembalasan yang elegan.

Dua kali kalah tapi masih punya tekad buat terus berjuang sampai akhir nya berhasil mengakhiri semua dengan KO spektakuler.

Dan malam itu. semua usaha dan luka lama akhirnya terbayar lunas dengan satu hook kiri yang akan dikenang selama nya.

3. Floyd Patterson vs Ingemar Johansson.

Pada 26 Juni 1959 para penggemar menyaksikan lahir nya kejutan besar.

Floyd Patterson datang sebagai juara dunia kelas berat yang di segani, lawan nya petinju asal Swedia bernama Ingemar Johansson di anggap underdog, tapi malam itu realitas berbalik tajam.

Johansson memanfaatkan pertahanan Patterson yang terlalu terbuka dengan kekuatan pukulan kanan nya yang di juluki INGOS BINGO.

Di ronde ke 3 rentetan pukulan keras nya membuat Patterson terjatuh berkali kali hingga wasit menghentikan pertarungan, dunia terdiam Patterson yang selama ini di elu elukan menjadi bahan ejekan karena tanpak begitu rentan.

Namun petinju sejati tidak di nilai dari kekalahan nya tapi bagaimana dia bangkit.

Setahun kemudian tepat pada 20 Juni 1960 di Polo Grounds rematch di gelar, patterson datang bukan cuma untuk merebut sabuk nya kembali namun untuk menebus harga diri nya.

Di dalam ring dia lebih lebih fokus, setiap kali Johansson mencoba melepaskan overhand kanan patterson mengelak dengan gerakan kepala cepat lalu membalas dengan kombinasi yang tajam.

Di ronde ke 5 satu hook kiri menghantam tepat di rahang Johansson sang juara Swedia jatuh tak bergerak.

Floyd Patterson menang KO dan menjadi petinju pertama dalam sejarah yang berhasil merebut kembali gelar dunia kelas berat setelah kehilangan sabuk nya.

Kemudian pada 13 Maret 1961 mereka melakukan trilogi di Convention Hall Miami Beach.

Kali ini pertarungan terasa lebih personal, patterson sudah mengenal gaya Johansson luar dalam, dia bertarung dengan sepenuh hati menjatuhkan lawan nya dua kali sebelum akhir nya menutup laga dengan KO di ronde ke 6.

Balas dendam Floyd Patterson adalah pembuktian bahwa tekad dan mampu mengalahkan rasa malu.

Dari bahan olok-olok patterson kembali berdiri sebagai legenda, balas dendam terbaik adalah kemenangan yang di raih dengan hati yang tak gentar.

4. Sugar Ray Leonard vs Roberto Durán.

Leonard datang sebagai juara dunia kelas welter WBC yang tak tersentuh, malam itu dia memilih bertarung dengan ego bukan strategi.

Bukan nya menari di atas ring seperti biasa, leonard terprovokasi oleh gaya keras Duran dan memutuskan untuk meladeni adu pukul jarak dekat.

Sebuah keputusan fatal, duran dengan gaya petarung jalanan yang brutal memanfaatkan kesempatan itu dengan cerdik, dia terus menyerang tanpa henti dan menggiring Leonard ke dalam perang yang tak bisa dia menangkan.

Setelah 15 ronde keras yang menguras tenaga juri memberikan kemenangan angka mutlak kepada Duran.

Leonard kalah bukan hanya secara fisik tapi juga secara psikologis, dia di paksa bermain dengan cara yang bukan dirinya. dan kalah telak di dalam nya.

Namun Sugar Ray Leonard bukan orang yang tenggelam dalam kekalahan.

Hanya lima bulan kemudian pada 25 November 1980 rematch di gelar di Superdome New Orleans, leonard datang tak ingin terjebak dalam permainan Duran.

Sejak ronde pertama ray menari di atas ring seperti orkestra yang penuh irama memanfaatkan footwork lincah dan kombinasi.

Leonard memancing emosi Duran dengan gaya olok olok bahkan sesekali melempar BOLO PUNCH yang membuat penonton bersorak.

Duran mulai kehabisan akal setiap kali maju. Leonard sudah menghilang dari jangkauan.

Hingga pada ronde ke delapan penonton menyaksikan momen yang akan di ingat sampai KIAMAT, roberto Duran tiba tiba berhenti mengangkat tangan nya dan berkata NO MAS alias tidak lagi.

Dia menyerah begitu saja di tengah pertarungan leonard pun di nyatakan menang TKO.

Adegan itu menjadi ajang balas dendam yang sempurna bukan dengan kekerasan tapi dengan kecerdasan dan gengsi yang di kembalikan.

Hampir satu dekade kemudian kedua nya bertemu lagi pada 7 Desember 1989 di Mirage Las Vegas.

Sudah lewat masa kejayaan tapi gengsi tetap tinggi, leonard bermain aman penuh perhitungan dan akhir nya menang angka mutlak setelah 12 ronde.

Tidak ada drama seperti dulu tapi leonard menutup trilogi itu dengan supremasi penuh.

5. Roy Jones Jr vs Montell Griffin

Tahun 1997 Jones Jr berada di puncakjuara dunia kelas berat ringan WBC di anggap petinju paling berbakat di planet ini.

Gerakan nya secepat kilat, refleks nya kilat dan gaya nya di ring seperti seni pertunjukan yang hidup, namun malam 21 Maret 1997 di Convention Center Atlantic City menjadi mimpi buruk pertama dalam karir nya.

Roy Jones Jr menghadapi Montell Griffin. Griffin bukan hanya PELENGKAP STATISTIK untuk memperpanjang rekor kemenangan Jones.

Sepanjang pertarungan Griffin berhasil memaksa Jones bermain hati hati.

Lalu pada ronde ke 9 Griffin terjatuh karena kehilangan kendali, sesaat jones tetap menghantam nya ketika dia sudah di kanvas, wasit tak berpikir dua kali sang mega bintang DI DISQUALIFIKASI.

Jones Jr keok untuk pertama kali nya Kekalahan yang datang karena kesalahan sendiri.

Banyak yang tak percaya bagaimana bisa petinju sekelas Roy Jones kalah dengan cara seperti itu???

Lima bulan kemudian 7 Agustus 1997 rematch digelar di Foxwoods Resort Mashantucket, dari ekspresi wajah nya saja sudah terlihat Jones Jr akan merebut kembali rasa malu nya.

Tak ada lagi tarian indah atau gaya main main yang biasa dia tunjukkan.

Begitu bel berbunyi dia langsung menerjang Griffin seperti 0RANG KESURUPAN JIN, hanya dalam waktu dua menit Griffin di jatuhkan tiga kali, wasit menghentikan pertarungan Roy Jones Jr menang KO brutal.

Yang sebelum nya jadi bahan BULY kini membungkam semua mulut dengan balas dendam paling cepat dan membahana.

Pertarungan ini kemudian dikenal sebagai salah satu COMEBACK paling mengesankan dalam sejarah.

6. Lennox Lewis vs Hasim Rahman.

seorang juara dunia kelas berat yang tak tersentuh tiba tiba di pukul jatuh oleh underdog yang nyaris tak ada yang menjagokan.

Ini adalah tamparan keras untuk harga diri seorang juara sekelas Lennox Lewis.

Semua bermula pada 22 April 2001 di Brakpan Afrika Selatan, Lennox Lewis datang membawa tiga sabuk. WBC, IBF dan IBO.

Dia sedang di puncak karir baru tampil di film Ocean’s Eleven, banyak pengamat waktu itu bilang Lewis seperti setengah di Hollywood. setengah di ring.

Hasim Rahman datang dengan motivasi membara, dia tahu ini mungkin satu satu nya kesempatan seumur hidup untuk mengguncang dunia.

Pertarungan berjalan cukup seimbang sampai ronde ke 5, di situlah bencana datang Lewis mungkin sedikit meremehkan lawan menurunkan tangan nya sesaat dan Rahman langsung menghajar dengan pukulan kanan lurus yang sempurna.

PLAAAK…Lewis jatuh keras ke kanvas, sang juara tak bisa bangkit sebelum hitungan wasit selesai.

Seluruh dunia tinju terkejut, momen itu mengguncang mental Lewis dan kekalahan semacam itu bisa menghancurkan karir banyak petinju besar.

Tapi Lennox Lewis bukan petinju biasa dia bukan orang yang bersembunyi di balik alasan dia tahu hanya ada satu cara menebus nya yakni REMATCH.

Tujuh bulan kemudian tepat nya 17 November 2001 di Mandalay Bay Las Vegas, lewis datang dengan aura berbeda tidak ada lagi senyum santai atau gestur bintang film, dari tatapan mata nya saja sudah kelihatan ini misi balas dendam.

Lewis tampil fokus total dia menjaga dengan jab panjang menahan Rahman agar tak bisa mendekat sambil sesekali melepaskan kombinasi cepat.

Lalu di ronde ke 4 pembalasan yang dinanti tiba, lewis mengirim kombinasi jab dan overhand kanan keras dan mematikan.

Pukulan itu mendarat telak di rahang Rahman sang juara jatuh seolah petir menyambar, rahman tidak bangkit KO yang spektukuler.

Lennox Lewis merebut kembali sabuk nya juga menutup mulut semua yang sempat meragukan nya.

Yang bikin ISTIMEWA cara Lewis membalas kekalahan nya justru lebih cepat dari cara dia di kalahkan, kalau Rahman menghentikan nya di ronde 5 Lewis membalas di ronde 4.

7. Manny Pacquiao vs Juan Manuel Márquez.

Di mulai pada 8 Mei 2004 di MGM Grand Las Vegas.

Pacquiao waktu itu masih petarung muda yang sedang naik daun dari Filipina penuh energi dan keberanian.

Di ronde pertama dia langsung menggempur Marquez dan menjatuhkan nya tiga kali, banyak yang mengira pertarungan bakal berakhir cepat, tapi di situlah kehebatan Marquez terlihat dia tidak menyerah.

Dia bangkit dan mulai membaca serangan Pacquiao, hingga 12 ronde berakhir kedua nya tetap berdiri dan hasil nya imbang.

Sebagian penonton bersorak kecewa karena merasa Pacquiao pantas menang berkat tiga knockdown tapi banyak juga yang kagum pada mental Marquez, dari situlah api rivalitas mereka menyala.

Empat tahun berselang 15 Maret 2008 mereka kembali bertemu di Mandalay Bay Las Vegas, kali ini perebutan sabuk dunia kelas super bulu menjadi taruhan nya.

Dari awal ronde jelas kedua nya sudah saling mengenal gaya masing masing, Pacquiao tampil cepat sementara Marquez menunggu untuk melakukan counter.

Di ronde ke 3 Pacquiao menjatuhkan Marquez sekali.

Setelah 12 ronde yang super ketat Pacquiao menang split decision tapi seperti biasa hasil nya menimbulkan perdebatan, banyak pengamat bilang Marquez sebenar nya pantas menang.

Pertarungan ke 3 berlangsung pada 12 November 2011 jadi babak baru dalam saga ini, Pacquiao kini sudah jadi SUPER STAR dunia bahkan anggota kongres di Filipina.

Marquez datang bukan untuk mencari ketenaran namun untuk menuntut keadilan dia merasa dua kali DI CURI kemenangan nya.

Duel berjalan penuh strategi dan tensi emosional, Pacquiao menekan Marquez membalas dengan counter andalan nya.

Setelah 12 ronde juri memberi kemenangan majority decision kepada Pacquiao Lagi lagi berakhir dengan kontroversi, semua orang mencemooh hasil nya bahkan beberapa media di Meksiko menyebut Marquez sebagai PEMENANG MORAL.

Puncak rivalitas mereka terjadi pada 8 Desember 2012 di tempat yang sama MGM Grand.

Marquez datang dengan satu tujuan menutup buku, kali ini dia siap mati di atas ring.

Pertarungan di mulai dengan brutal, di ronde ke 3 marquez berhasil menjatuhkan Pacquiao untuk pertama kali nya, pacman bangkit dan membalas keras bahkan di ronde ke 5 hampir membuat Marquez tumbang.

Tapi siapa sangka di detik terakhir ronde ke 6 ketika Pacquiao maju dengan agresif seperti biasa nya marquez melihat lubang kecil.

Dia melepaskan satu pukulan kanan overhand yang sempurna, Pacquiao tersungkur tak bergera, marquez menatap nya tanpa ekspresi seolah berkata ini dia keadilan yang ku tunggu bertahun tahun.

Tiga pertarungan sebelum nya selalu berakhir kontroversial dan kali ini Marquez menutup semua dengan satu pukulan telak.

Rivalitas Pacquiao vs Marquez akhir nya di kenang sebagai salah satu saga terbaik, dari keajaiban bangkit, kemenangan tipis, kontroversi sampai balas dendam paling brutal.

8. Sugar Ray Robinson vs Randy Turpin.

Semua orang berfikir duel melawan Randy Turpin hanya formalitas.

Robinson sudah punya rekor tiada tanding dan di mata banyak orang tak ada manusia di bumi yang bisa menandingi keluwesan dan kecepatan tangan nya.

Tapi malam itu keajaiban kecil terjadi, Randy Turpin petinju asal Inggris yang wajah nya mungkin tak di kenali di luar Eropa berhasil memecahkan mitos itu.

Turpin tidak terlihat menakutkan tapi dia punya game plan yang rapi.

Dia memaksa Robinson menutup ruang gerak dan menempel seperti bayangan, semakin lama pertarungan berjalan jelas bahwa sesuatu yang tak terbayangkan sedang terjadi.

Setelah 15 ronde hasil nya tegas Randy Turpin menang angka mutlak.

Hasil itu seperti tamparan bagi penggemar Robinson, petinju terbaik pound for pound dunia di kalahkan oleh anak Inggris yang nyaris tak di perhitungkan.

Media Amerika shock bahkan Robinson sendiri terlihat kebingungan seolah tak percaya hal itu nyata.

Dua bulan kemudian 12 September 1951 mereka bertemu lagi di Polo Grounds New York, Robinson datang dengan amarah juga gengsi yang terluka, tidak ada lagi senyum manis khas nya di weigh-in.

Duel di mulai turpin masih tangguh setelah kemenangan sebelum nya tapi kali ini Robinson menguasai laga.

Masuk ronde ke-10 Robinson mencengkram lewat serangan kombinasi kilat, hook kanan kiri dan uppercut bertubi tubi menghantam Turpin yang mulai hilang ke seimbangan.

Turpin terpojok di tali ring dan wasit akhir nya menghentikan pertarungan.

Robinson menang TKO dan sabuk kembali pulang ke tangan pemilik sejati nya.

Dari kekalahan yang memalukan di Inggris Robinson bangkit dua bulan kemudian dengan performa penuh elegansi.

10. Evander Holyfield vs Riddick Bowe.

Dua sosok yang tangguh naik ring dengan beban reputasi besar di pundak mereka.

Di satu sisi ada Evander Holyfield petinju religius yang di kenal dengan hati singa dan daya tahan tubuh bagai besi.

Lawan nya berdiri Riddick Bowe, muda, besar dan belum terkalahkan.

Sejak ronde pertama Bowe terlihat punya keunggulan ukuran dan tenaga, Holyfield tetap bertarung seperti biasa nya mengandalkan kombinasi cepat dan footwork disiplin.

Tapi kali ini saat dia masuk ke jarak dekat Bowe membalas dengan pukulan keras yang mengguncang pertahanan nya.

Pada ronde ke 10 sebuah uppercut tajam dari Bowe hampir membuat Holyfield ambruk, namun THE REAL DEAL bertahan sampai ronde terakhir walau akhir nya juri memberikan kemenangan mutlak kepada Bowe.

Gelar juara dunia kelas berat pun berpindah tangan.

Tahun berikut nya 6 November 1993 kedua nya kembali bertemu di Caesars Palace Las Vegas, holyfield kembali bukan hanya dengan rencana baru tapi juga dendam yang ber api api.

Dia tahu untuk menang tak bisa bertukar pukulan di jarak dekat maka dia banyak bergerak dan memanfaatkan kecepatan nya.

Di tengah duel panas itu dunia malah di suguhi tontonan absurd.

seorang pria dengan parasut mendarat di atas ring pada ronde ke-7 yang kelak kita kenal dengan FAN MAN yang legendaris itu.

Pertarungan sempat berhenti beberapa menit dan suasana jadi campur antara tegang dan kocak, tapi setelah kekacauan itu Holyfield menunjukkan mental juara nya.

Setelah 12 ronde hasil nya tipis Holyfield menang majority decision.

Ada semacam aura pembalasan yang tenang dari wajah nya malam itu seperti seseorang yang baru saja menebus sesuatu yang penting bagi diri nya.

Trilogi mereka berlanjut pada 4 November 1995 yang berlangsung di Caesars Palace.

Kedua nya sudah saling mengenal terlalu baik, tidak ada kejutan hanya dua petinju yang tahu bahwa mereka sedang menulis terakhir dari kisah panjang mereka.

Holyfield sempat menjatuhkan Bowe di ronde ke-6 dengan kombinasi cepat dan akurat.

Knockdown itu sempat membuat penonton bangkit dari kursi, sementara Bowe yang tubuhnya lebih besar makin panas dan liar.

Di ronde ke 8 Bowe menghantam balik dengan kombinasi keras yang membuat Holyfield jatuh, dia bangkit tapi tekanan tak berhenti, hingga akhir nya di ronde ke-11 wasit terpaksa menghentikan pertarungan Bowe di nyatakan menang TKO.

Di antara semua nya kemenangan Holyfield di pertarungan kedua selalu di kenang paling kuat, momen di mana dia menunjukkan bahwa semangat bisa menaklukkan kekuatan.

11. Marvin Hagler vs Willie Monroe.

Pada 9 Maret 1976 di Philadelphia kota yang di kenal melahirkan petinju tangguh dan keras.

seorang Marvin Hagler muda naik ring datang membawa rekor 5 jempol, tubuh berotot sebagai calon besar berikut nya di divisi kelas menengah.

Malam itu dia menghadapi sosok yang tahu betul bagaimana cara menaklukkan petinju seperti diri nya bernama Willie The Worm Monroe.

Monroe adalah petinju licin khas Philly hasil tempaan Joe Frazier dengan jab yang tajam dan langkah kaki yang sulit di tebak.

Sepanjang pertarungan Hagler berusaha memaksakan gaya kidal nya menekan dari awal tapi Monroe selalu punya cara untuk keluar dari tekanan.

Dia bergerak, menghindar, memancing emosi Hagler yang masih muda dan penuh tenaga.

Setelah 10 ronde yang melelahkan keputusan juri jatuh kepada Monroe.

Pada 15 Februari 1977 lebih dari setahun kemudian kedua nya kembali bertemu di Boston, hagler hadir dengan amarah yang tersimpan rapi, dia sudah tidak mau bermain main dengan gaya Monroe yang licin.

Sejak ronde pertama Hagler langsung mengurung dan menghantam tanpa henti, pukulan nya punya niat dan pesan, Monroe sempat mencoba mengendalikan duel tapi Hagler terlalu fokus untuk di kecoh.

Pada ronde ke-12 serangan bertubi-tubi Hagler akhir nya membuat Monroe tumbang KO yang telat tapi tegas balas dendam pertama terbayar lunas.

Tapi Hagler tidak berhenti di situ tujuh bulan kemudian 23 Agustus 1977 mereka bertemu lagi.

Beda nya sekarang Hagler sudah berubah, dia bukan lagi petinju muda yang terlalu emosional tapi mesin tempur yang sudah menemukan irama nya.

Dari awal Hagler langsung menggempur dengan pukulan keras yang tak memberi Monroe kesempatan untuk menghindar.

Semua terlihat seperti deja vu bagi Monroe tapi kali ini tidak ada pelarian.

Di ronde ke-2 Hagler menutup cerita dengan KO cepat yang nyaris brutal.

Jika melihat karier Hagler setelah nya bagaimana dia kemudian menjadi raja kelas menengah yang tak tergoyahkan selama hampir satu dekade.

Mudah untuk melihat bahwa semua itu berawal dari luka di Philadelphia, dari satu kekalahan yang mengajarin ya bahwa bahkan petinju terkuat pun harus belajar menjadi pintar.

Dalam dua kali KO balas dendam terhadap Monroe Marvin Hagler lahir sebagai MARVELOUS yang kita kenal selama ini.

12. Fabio Wardley vs Frazer Clarke.

Fabio Wardley vs Frazer Clarke contoh dendam di ring itu tak kenal zaman.

Pertarungan pertama mereka pada 31 Maret 2024 di O2 Arena London sebenar nya sudah luar biasa, dua jagoan Inggris muda saling gebuk dan adu gengsi.

Wardley yang di kenal agresif tampil menekan tapi Clarke dengan gaya khas petinju Olimpiade bisa menahan dengan dobel cover yang rapat, Hasil nya berakhir Draw.

Lalu datanglah rematch pada 12 Oktober 2024 di Kingdom Arena Riyadh.

Wardley seolah datang dengan satu misi saja menutup mulut semua orang yang masih meremehkan nya.

Begitu bel berbunyi Clarke langsung di goyang habis habisan, Wardley seperti anjing yang yang lama terkurung.

Dalam waktu kurang dari tiga menit Clarke sudah tersandar di tali dan di hajar sampai meringkuk di pojok dengan wajah kesleo seperti orang terkena penyakit stroke.

Wasit masuk dan menghentikan pertarungan KO brutal di ronde pertama, balas dendam paling cepat dan paling memuaskan di era modern tinju Inggris.

Dendam bisa menghancurkan tapi juga bisa membangkitkan, ada yang membalas lewat KO keras juga ada yang melakukan nya lewat kemenangan angka.

Tapi inti nya sama menegakkan harga diri yang sempat di jatuhkan, setiap petinju yang jatuh di ring pasti tahu tak ada yang lebih manis dari pada berdiri lagi di tempat yang sama.

Terimakasih sudah mampir sampai jumpa kembali kawan…SALAM OLAHRAGA.

#TinjuDunia #BoxingHistory #BalasDendamTinju

Scroll to Top