Kita mungkin hanya melihat sosok Deontay Wilder sebagai seorang mantan juara dunia kelas berat yang pernah berdiri di puncak sebagai juara WBC, mempertahankan gelar nya berkali kali dan meraih kesuksesan finansial yang luar biasa.
Tetapi di balik semua pencapaian itu Wilder mengungkapkan sebuah sisi yang jarang di ketahui publik, tentang alasan terdalam kenapa dia masih terus naik ring bahkan setelah semua mimpi nya tercapai.
Dalam sebuah wawancara terbaru petinju berjuluk The Bronze Bomber itu membuka kisah hidup nya dengan jujur dan penuh yang mendalam.
Baca juga:
Awal nya tinju bukanlah pilihan karir tapi jalan hidup yang terpaksa dia ambil.
Wilder mengungkapkan bahwa alasan utama diri nya masuk ke dunia tinju adalah karena kondisi anak nya yang lahir dengan penyakit serius.
Demi menyelamatkan masa depan sang anak dia harus mengambil keputusan besar meninggalkan bangku kuliah dan mencari sumber penghasilan secepat mungkin.
“Saya mempertaruhkan hidup saya untuk menyelamatkan hidup orang lain tidak lain anak saya,” ungkap Wilder.
Kondisi tersebut memaksa nya untuk berfikir, biaya medis yang tinggi membuat nya tidak punya banyak pilihan.
Dia harus segera menghasilkan uang dan tinju menjadi satu satu nya jalan yang dia lihat saat itu.
Padahal sebelum nya memiliki mimpi menjadi atlet profesional melalui jalur pendidikan namun semua itu berubah ketika tanggung jawab sebagai seorang ayah datang lebih cepat dari yang dia bayangkan.
Baca juga:
Wilder mengakui bahwa saat pertama kali terjun dia tidak memahami industri tersebut.
Seperti kebanyakan orang di luar sana dia mengira semua petinju menghasilkan banyak uang kenyataan nya hanya segelintir yang sukses secara finansial.
Sejak usia 12 tahun Wilder sudah terbiasa memikul tanggung jawab untuk orang lain dia hidup bukan hanya untuk diri nya sendiri tetapi juga untuk keluarga, inilah yang membentuk karakter keras dan tanpa kompromi di dalam ring.
Baca juga:
Perjalanan panjang nya akhirnya membuahkan hasil ketika dia menjadi juara dunia kelas berat versi WBC pada tahun 2015.
Saat itu Wilder berada dalam kondisi haus akan pembuktian ingin menunjukkan bahwa diri nya layak berada di puncak.
Bahkan dalam salah satu pertarungan penting nya dia mengaku bertarung dalam kondisi tidak fit karena mengalami cidera pada mata sehari sebelum pertandingan hanya bisa melihat sebagian.
Namun dia tetap memutuskan untuk bertarung dan tidak membiarkan lawan nya mengetahui kelemahan nya.
“Saya bertarung dengan satu mata dan dia bahkan tidak pernah tahu sampai sekarang,” ungkap nya.
Itulah gambaran betapa besar pengorbanan yang di lakukan di masa awal karir nya.
Namun seiring berjalan nya waktu tekanan hidup tidak hanya datang dari dalam ring tetapi juga dari luar.
Wilder mengakui bahwa dalam beberapa pertarungan terakhir nya dia mengalami gangguan mental yang cukup serius dan membawa masalah pribadi ke dalam ring.
Baca juga:
Dia bahkan mengaku sempat menangis selama masa persiapan pertandingan.
Ketika bel berbunyi pikiran nya tidak fokus pada lawan tapi pada masalah yang dia hadapi di luar.
“Saya seperti berada dalam kondisi hipnosis, kembali ke masalah saya bukan ke pertarungan,” kata nya.
Momen ini menjadi menjadi yang terpuruk dalam karir nya.
Berbeda dengan banyak atlet yang memilih menyembunyikan masalah mental mereka Wilder mengambil langkah berani, dia memutuskan untuk mencari bantuan profesional.
Mulai dari terapi hingga berkonsultasi dengan psikolog olahraga berusaha membangun kembali diri nya tidak hanya sebagai petinju tetapi sebagai manusia biasa yang tak lepas dari kelemahan.
Baca juga:
Keputusan ini tidak mudah terutama mengingat stigma yang masih melekat terhadap kesehatan mental khusus nya di kalangan pria dan komunitas tertentu.
Namun Wilder menyadari bahwa cara lama yang dia gunakan selama bertahun tahun sudah tidak lagi efektif.
Dia menggambarkan situasi tersebut seperti obat yang dulu ampuh namun kini tidak lagi bekerja dari situlah proses pemulihan di mulai.
Kini setelah melewati berbagai masa sulit Wilder melihat karir nya dari sudut pandang yang dia sebut sebagai bonus time.
Baca juga:
Tidak lagi bertarung karena terpaksa atau demi bertahan hidup Wilder kini naik ring karena keinginan pribadi, keluarga nya telah aman secara finansial, anak nya hidup dalam kondisi yang jauh lebih baik dari masa kecil nya dahulu.
“Dulu saya hidup untuk orang lain sekarang ini tentang saya..ujar nya.
Dalam menentukan lawan Wilder kini tidak hanya mencari kemenangan tetapi juga tantangan yang bisa menguji diri nya secara mental dan fisik.
Dia menginginkan lawan tanpa rasa takut dan terus menekan sepanjang pertandingan itulah kenapa dia memilih derek chisora yang tak lama lagi akan di jalani.
“Tekanan bisa menghancurkan tapi juga bisa menciptakan berlian,” kata nya.
kemenangan saat ini bukan hanya tentang mengalahkan lawan tetapi juga tentang perjalanan pribadi yang telah dia lalui.
Baca juga:
Menurut saya kisah Deontay Wilder ini memperlihatkan sisi paling manusiawi dari seorang petinju kelas dunia.
Banyak orang hanya melihat knockout, sabuk juara tapi jarang yang memahami beban hidup yang di bawa ke dalam ring, Wilder tidak hanya bertarun tapi juga melawan tekanan hidup, tanggung jawab sebagai ayah, dan trauma yang dia pendam.
Nilai seorang petarung sejati terlihat bukan hanya dari pukulan tapi dari alasan dia terus bangkit.
Yang dia sebut Bonus time sekarang, ketika seorang petinju sudah tidak lagi bertarung karena kebutuhan tapi karena keinginan pribadi biasa nya kita akan melihat versi paling lepas.
Tidak ada lagi beban pembuktian atau tekanan finansial yang ada hanya hasrat, kebebasan dan identitas diri.
Jika Wilder sudah menemukan kembali mental nya maka bukan tidak mungkin kita akan melihat versi diri nya yang lebih berbahaya dari sebelum nya bukan karena terdesak tapi karena dia bertarung untuk diri nya sendiri.
#Deontaywilder #kelasberat









