Keith Thurman Emosi dan Kecewa pada Wasit: Saya Belum KO Kenapa Di hentikan?

Thurman emosi pada wasit karena di hentikan

Di tengah gemuruh penonton Keith Thurman tidak hanya kehilangan pertarungan dia merasa kehilangan kesempatan.

Kekalahan TKO dari Sebastian Fundora memicu kontroversi dan perdebatan panas, semua itu yang jadi sasaran kemarahan adalah wasit.

Pertama tama, ini pertarungan yang hebat, terima kasih Tuhan, ini tinju yang indah, panggung besar, rasa nya luar biasa bisa kembali ke panggung seperti ini.

Sebastian Fundora adalah juara yang luar biasa tapi siapa pun wasit itu jangan pernah kasih dia lagi main event. Serius….kata thurman emosi.

Kata itu keluar tanpa filter, Thurman langsung menyasar keputusan wasit yang menghentikan pertarungan saat dia masih berdiri.

Menurut nya keputusan tersebut terlalu cepat, yang paling menyakitkan menghentikan momentum pertarungan yang baru saja memanas.

“Kalian ingat Erik Morales vs Marcos Maidana? Kalian tahu berapa banyak petinju yang tetap bertarung dengan tulang orbital retak, ini bahkan tidak patah”

Dalam nada ber api api Thurman menegaskan bahwa diri nya tidak pernah jatuh, dia masih bergerak mengikuti instruksi namun semua nya di hentikan begitu saja.

Yang membuat situasi ini semakin panas adalah waktu, menurut Thurma duel tersebut baru saja memasuki situasi paling epik, Fundora mulai menekan dengan volume pukulan tinggi, tepat di momen itulah pertarungan di hentikan.

Bagi Thurman ini adalah pemotongan cerita yang belum selesai juga strategi yang belum sempat Terwujud

Di balik kemarahan nya Thurman sebenar nya sedang menjalankan rencana, dia tidak datang untuk menang cepat tapi untuk menguras.

Dengan pengalaman panjang Thurman tahu bahwa petinju muda seperti Fundora cenderung membuka pertahanan di ronde tengah hingga akhir.

“Saya sudah mempelajari rekaman pertarungan Fundora, saya lihat dia mulai sedikit ceroboh di ronde 7 atau 8, saya lihat bagaimana dia bisa kena pukulan di akhir ronde dari petinju lain”.

“Jadi rencana saya kerja pelan, serang ke tubuh dan tunggu momen, ini pertarungan di mana harus siap menerima pukulan juga, seperti gaya Muhammad Ali memaksa petinju muda bekerja keras memaksa mereka masuk ke situasi di mana mereka melakukan kesalahan, saya merasa sudah hampir sampai ke titik itu di mana kami akan saling tukar pukulan habis habisan”.

Namun sebelum rencana itu terbuka wasit mengambil alih.

“Saya Tidak Jatuh dan Masih Berdiri”

Salah satu poin utama yang terus di tekankan Thurman dia tidak pernah knockdown.

Dalam standar seorang petinju yang masih berdiri, merespons dan masih bisa bergerak biasa nya di beri kesempatan untuk melanjutkan.

Thurman merasa diri nya belum berada dalam bahaya serius, banyak pukulan yang dia terima menurut nya tertahan oleh guard.

“Banyak pukulan yang saya terima sebenar nya tertahan di sarung tangan, beberapa memar bahkan datang dari pukulan saya sendiri saat bertahan, orang tidak sadar bisa memar bukan hanya karena kena pukulan lawan tapi juga dari benturan saat menahan pukulan, jadi ini semua tidak adil.

Tetapi persepsi wasit berkata lain, di tengah kritik keras nya Thurman tetap memberi hormat kepada Sebastian Fundora.

Dia mengakui bahwa Fundora tampil sesuai rencana, agresif, konsisten dan menekan tanpa henti.

Sebagai petinju muda Fundora membawa energi yang sulit di tandingi, volume pukulan nya memaksa Thurman terdesak di setiap detik.

Namun bagi Thurman kemenangan Fundora tetap menyisakan tanda tanya bukan karena kualitas lawan nya di ragukan tetapi karena pertarungan di hentikan sebelum mencapai titik penentu.

“Kalau Mau Mengalahkan Saya Hancurkan sampai tidak bisa berdiri lagi!”

Kalimat ini menjadi inti dari seluruh kekecewaan Thurman, dia tidak menolak kekalahan namun dia ingin satu kesempatan untuk kalah tanpa kekecewaan.

Dalam pandangan nya jika seseorang ingin mengalahkan nya maka lakukan itu dengan jelas, di jatuhkan, hancur dan buat dia tidak mampu melanjutkan.

Thurman percaya bahwa dia hanya butuh sedikit waktu lagi untuk membalikkan keadaan, dia merasa sudah membaca pola Fundora tersisa dalam 6 menit.

Namun momen itu tidak ada dan itulah yang paling menyakitkan, bukan kalah tapi tidak pernah diberi kesempatan untuk mencoba menang.

Keputusan wasit dalam pertarungan ini hampir pasti akan terus menjadi bahan diskusi.

Keselamatan petinju selalu menjadi prioritas, wasit memiliki tanggung jawab besar untuk menghentikan laga jika melihat bahaya, namun di sisi lain juga memberi kesempatan kepada petarung untuk bertahan, bangkit dan membuktikan diri.

Meski emosi nya memuncak Keith Thurman menyatakan akan kembali.

“Saya bersyukur masih sehat, saya akan kembali, masih ingin melakukan hal besar di dunia tinju dan saya akan kembali lebih kuat”.

#Thurman #Fundora #Tinjuhariini

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top