Keith Thurman berdiri sebagai lambang ketahanan sedangkan Robert Guerrero kembali hadir sebagai bagian dari sejarah yang tak terpisahkan.
Kedua nya di pertemukan kembali oleh Premier Boxing Champions [PBC] dalam sebuah perayaan yang sarat makna, penghormatan atas lebih dari satu dekade perjalanan PBC.
Di balik sabuk penghargaan yang di berikan ada cerita yang jauh lebih dalam tentang keputusan besar, pertarungan legendaris dan seorang petinju yang menolak untuk selesai.
Baca juga:
Supaya semua paham penting nya momen ini kita harus kembali ke 7 Maret 2015.
Malam itu penggemar menyaksikan langkah berani yang akan mengubah olahraga ini, PBC menggelar acara pertama nya dan pilihan laga utama jatuh pada Thurman melawan Guerrero.
Keputusan itu tidak di ambil secara ngawur, para petinggi PBC termasuk sosok berpengaruh seperti Al Haymon melalui proses panjang dalam menentukan pertarungan pembuka.
Banyak nama di pertimbangkan dan skenario di bahas, pada akhir nya satu keputusan di buat sejarah pun tercipta.
Acara tersebut menjadi salah satu siaran tinju paling banyak di tonton dalam 14 tahun di televisi nasional Amerika Serikat, angka yang membuktikan bahwa PBC datang dengan kekuatan besar.
Di atas ring Thurman dan Guerrero memberikan apa yang di harapkan bahkan lebih.
Pertarungan berlangsung keras penuh tekanan dan emosi, Guerrero sempat jatuh di ronde ke-9 seolah menandai akhir namun yang terjadi dia bangkit.
Guerrero tidak hanya hanya bertahan tapi melawan balik dengan semangat yang mengundang rasa hormat.
Tiga ronde terakhir menjadi bukti ketangguhan seorang petinju yang menolak menyerah, bagi banyak fans itulah esensi tinju yang sesungguh nya, bagi PBC itu adalah awal yang sempurna.
Dalam perayaan ini Thurman dan Guerrero menerima sabuk penghargaan khusus sebagai bentuk pengakuan.
Pengakuan atas kontribusi mereka dalam membangun fondasi PBC, pengakuan atas keberanian mereka membuka jalan di saat banyak pihak masih ragu.
Di tengah perdebatan tentang berbagai jenis sabuk mulai dari gelar resmi hingga sabuk promosi momen ini bukan tentang siapa juara saat ini tapi siapa yang pernah membawa perubahan, dua nama itu tanpa di ragukan lagi adalah Thurman dan Guerrero.
Suasana acara tidak hanya di penuhi dengan penghargaan tetapi juga kenangan.
Candaan tentang hematoma yang terjadi dalam pertarungan mereka dulu menjadi bukti bahwa momen tersebut masih hidup dalam ingatan.
Bahkan bagi keluarga Guerrero istilah itu menjadi bagian dari kehidupan sehari hari, setiap pukulan dan luka semua nya meninggalkan cerita dan itu tidak pernah hilang.
Keith thurman di usia 37 tahun banyak petinju mulai berbicara tentang akhir Thurman justru berbicara tentang kelanjutan.
Dia mengakui bahwa waktu tidak bisa di bohongi, angka usia terus bertambah tubuh tidak lagi sama seperti dulu tapi semangat nya tetap utuh.
Dia tidak melihat diri nya sebagai bagian dari masa lalu tapi masih melihat masa depan.
Dalam pernyataan nya Thurman menegaskan bahwa dia tidak hanya mengikuti dunia tinju dia hidup di dalam nya.
“Saya tidak hanya menonton tinju tapi hidup dalam tinju, ini perjalanan hidup, saya sering bilang ke diri sendiri saya akan tetap muda selama nya tapi angka tidak bisa berbohong”
Selama identitas itu masih ada keinginan untuk bertarung tidak akan hilang.
Malam penghargaan ini bukan hanya tentang mengenang masa lalu ada pertarungan besar yang menanti.
Thurman akan menghadapi Sebastian Fundora juara dunia dengan keunggulan fisik yang mencolok, pertarungan ini tidak hanya ujian teknis tetapi juga ujian waktu.
Bisakah seorang petinju berusia 37 tahun mengalahkan juara yang lebih muda dan berada di puncak karir nya, thurman tanpak nya tidak ragu.
Baca juga:
Dengan penuh yakin dia mengirim pesan.
“Jangan berkedip lawan saya akan jatuh.”
Menurut penulis perayaan ini menghadirkan dua sisi, ada romantisme kenangan indah tentang masa lalu dan pertarungan yang akan membentuk sejarah.
Sabuk Penghargaan Awal atau Penutup??
Sabuk penghargaan sering kali menjadi tanda penghormatan terakhir bagi seorang legenda tapi dalam kasus ini bagi Thurman ini bukan penutup.
Namun untuk membuktikan nya dia harus menghadapi kenyataan paling keras tidak ada tempat untuk nostalgia di dalam ring.
#Keiththurman #Robertguerrero #Tinjudunia









