Jake Paul Sesumbar KO Ngannou: Berani atau Cari Mati?

jake paul tantang francis ngannou

Sesumbar datang dari jake paul bahkan setelah kalah KO brutal dan rahang nya patah, dia tetap berdiri di depan kamera dan berkata lantang bahwa dia siap menjatuhkan siapa pun yang ada di depan nya.

Kali ini target nya bukan Francis Ngannou, kata nya akan membuat nya tak sadarkan diri.

Mulut besar nya sebetul nya tidak menguntungkan bagi nya, terakhir kali naik ring Paul berhadapan dengan Anthony Joshua hasil nya sangat memalukan.

Selama beberapa ronde Paul memang bertahan dia bergerak dan menghindar tapi ketika Joshua menaikkan tekanan semua nya remuk.

Pukulan demi pukulan mulai menembus pertahanan hingga akhir nya satu serangan keras menghancurkan pertarungan dan juga rahang nya.

Francis Ngannou sendiri juga tidak datang dengan momentum yang bagus.

Setelah debut yang mengejutkan melawan Tyson Fury di mana dia sempat menjatuhkan sang juara banyak yang mulai percaya bahwa bisa menjadi ancaman serius namun ilusi itu berantakan dengan cepat.

Saat menghadapi Joshua Ngannou di hancurkan, dua ronde selesai tanpa perlawanan berarti.

Sekarang, dua petarung yang sama sama di hancurkan oleh joshua mulai saling menantang.

Paul melihat kelemahan, dia menilai bahwa Ngannou bukan petinju teknis, dia melihat bagaimana Joshua dengan mudah membaca, menghindari lalu mencuri setiap kesalahan.

Dan dari situ dia percaya bisa melakukan hal yang sama.

“Saya akan menjatuhkan nya seperti Joshua,” kata nya.

Mari kita bandingkan, jake Paul bukan petinju kelas berat alami, dia naik ke level tersebut bukan karena dominasi tetapi karena ambisi.

Saat melawan Joshua perbedaan itu terlihat tidak hanya soal kekuatan tapi juga pengalaman ketenangan dan insting bertarung.

Sementara Francis Ngannou meskipun kurang dalam teknik tinju satu pukulan dari nya bisa memporak porandakan.

Itu fakta yang sudah terbukti dalam karir nya di MMA, namun tinju bukan MMA di sinilah Ngannou bermasalah.

Melawan Fury hasil nya mengejutkan hanya kalah angka tipis, tapi melawan Joshua dia kembali ke insting lama nya mengandalkan kekuatan tanpa fondasi teknik yang cukup kita sudah tau ending nya.

Sekarang kembali ke Paul, dia mengklaim bahwa mampu bertahan lebih lama dari Ngannou dari pada melawan Joshua.

Paul juga menyebut Ngannou sebagai petinju buruk, kata kata ini berani, karena jika kita membedah secara objektif kedua nya memiliki kekurangan.

Paul memiliki teknik yang lebih oke, terbiasa dengan ring tinju kombinasi nya juga lebih terstruktur.

Tapi dia belum pernah menghadapi petinju dengan kekuatan seperti Ngannou.

Sebalik nya Ngannou memang kurang secara teknik, footwork nya kaku, defense nya terbuka, tapi power yang di milik cukup untuk menutup semua kekurangan itu dalam satu 1 menit.

Jadi siapa yang sebenar nya lebih kuat??

Jika pertarungan berjalan dengan kontrol yang di atur dengan baik maka keunggulan ada di tangan Jake Paul, dia bisa bergerak memanfaatkan jab dan menghindari pertukaran liar.

Namun jika pertarungan berubah menjadi kacau, jarak dekat, pertukaran terbuka maka Francis Ngannou hanya butuh satu pukulan.

Paul bukan petinju yang sepenuh nya defensif, dia suka menyerang ingin membuktikan sesuatu dan melawan petarung seperti Ngannou itu bisa menjadi mala petaka.

Setelah mengalami KO brutal bagaimana kondisi mental Paul, apakah dia siap menerima pukulan keras lagi? siap merasakan power Ngannou yang gila?

Jika Paul tidak terpancing dia punya peluang menang angka.

Tapi jika Ngannou berhasil melepaskan satu serangan telak tidak ada juri yang di butuhkan.

Jadi ketika Jake Paul berkata dia akan membuat Francis Ngannou tak sadarkan diri itu bukan mustahil tapi juga tak bisa di anggap enteng.

Karena di pertarungan ini satu kesalahan kecil bisa menjadi akhir dan omongan panas sering kali berakhir dengan kenyataan yang jauh lebih dingin. 

#jakepaul #Francisngannou #Kelasberat

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top