Laga pembuka tinju di san juan purtoriko langsung menyuguhkan drama yang tak biasa, dari pembuka hingga partai utama semua nya di penuhi drama, kontroversi hingga penyelesaian brutal yang mengubah arah karir para petinju.
Penonton yang memadati arena di suguhi berbagai emosi, mulai dari kebingungan, sorakan sampai keheningan saat satu per satu petinju tumbang.
1. Rice vs johniel.
Duel ini menghadirkan momen yang memancing perdebatan, petinju muda asal Amerika Serikat Garrett Rice menghadapi Johniel Ramos Cotto dalam pertarungan 6 ronde.
Sejak awal kedua nya saling menguji kecepatan dan ketahanan.
Namun sorotan utama terjadi di ronde ke 4, dalam sebuah situasi yang berlangsung cepat Cotto melancarkan kombinasi pukulan yang di ikuti jatuh nya Rice ke kanvas.
Baca juga:
Penonton sempat terdiam mencoba memahami apa yang sebenar nya terjadi, tayangan ulang pun tidak memberikan jawaban yang jelas apakah pukulan itu murni mengenai sasaran atau hanya efek keseimbangan.
Tetapi wasit tidak ragu mengambil keputusan dia menyatakan itu sebagai knockdown.
Keputusan tersebut langsung mengubah pertandingan Rice yang sempat tertekan menunjukkan mental kuat dengan bangkit dan melanjutkan pertarungan tanpa kehilangan fokus.
Memasuki ronde akhir Rice tampil lebih disiplin, dia mulai menghindari pertukaran terbuka yang beresiko.
Strategi itu terbukti efektif setelah 6 ronde berakhir ketiga juri sepakat memberikan kemenangan angka mutlak dengan skor 58-55 untuk Rice.
Kemenangan ini menjadi langkah penting bagi Rice yang kini mencatat rekor sempurna 3-0, sementara itu Cotto harus menerima kenyataan setelah gagal memanfaatkan situasi membuat rekor nya menjadi 4-4.
2.Tapia vs Vasquez.
Suasana kemudian berubah ketika laga wanita mengambil alih panggung, petinju tuan rumah Kiria Tapia masuk ke ring dengan dukungan penuh dari publik San Juan.
Sorakan penonton terdengar bahkan sebelum bel pertama berbunyi menandakan ekspektasi besar yang di bebankan di pundak nya.
Di seberang ring Ayanna Vasquez datang dengan cerita pilu, dia kembali bertarung setelah vakum selama 6 tahun jeda panjang yang tentu mempengaruhi kesiapan bertanding.
Baca juga:
Sejak ronde pertama Tapia konsisten menekan dengan kombinasi, keunggulan pengalaman dan aktivitas terlihat sedagkan Vasquez berusaha menemukan kembali timing yang sempat hilang.
Memasuki pertengahan pertarungan dominasi Tapia semakin terlihat.
Dia mampu menghindari serangan balik dan tetap menjaga akurasi pukulan, udkungan penonton terus mengalir, memberikan energi tambahan setiap kali dia melancarkan serangan.
Hingga ronde ke 8 berakhir tidak ada keraguan mengenai siapa yang unggul.
Ketiga juri memberikan skor identik 80-72 kemenangan mutlak superioritas Tapia di atas ring malam itu.
Dengan hasil ini Tapia mempertahankan rekor menjadi 9-0, Vasquez yang mencoba bangkit dari masa vakum panjang harus menerima kekalahan dan kini mencatat rekor 7-2-1.
Baca juga:
3. Cotto vs Hernandez.
Pertarungan kelas ringan junior mempertemukan Abisael Cotto yang belum terkalahkan melawan Derlyn Hernandez yang sedang berada di bawah tekanan akibat dua kekalahan beruntun.
Cotto lebih di unggulkan karena hadir di depan publik sendiri, sementara Hernandez datang dengan beban besar dua ronde awal pun berjalan sesuai prediksi, Cotto lebih aktif dan mengontrol jalan nya laga.
Namun berubah di ronde ke 3, hernandez menemukan peluang sebuah hook kiri yang tajam di ikuti pukulan kanan keras menghantam Cotto dan menjatuhkan nya ke kanvas.
Cotto mencoba bangkit namun tekanan dari Hernandez terus meluncur deras.
Baca juga:
Memasuki ronde ke 6 dengan tensi tinggi, di momen inilah kontroversi kecil terjadi Cotto mendaratkan pukulan rendah yang memaksa Hernandez berhenti sejenak untuk pemulihan.
Setelah insiden itu Hernandez semakin berbahaya.
Sebuah hook kiri keras kembali mendarat kali ini membuat Cotto kehilangan respons meski masih berdiri.
Situasi itu sangat berbahaya tanpa menunggu Hernandez melepaskan pukulan kanan penutup yang akhir nya menjatuhkan Cotto untuk kedua kali nya.
Kali ini tidak ada jalan kembali wasit mulai menghitung dan Cotto tidak mampu bangkit.
Kemenangan KO menjadi milik Hernandez sekaligus menghentikan rekor tak terkalahkan lawan nya.
Hasil ini menjadi kebangkitan penting bagi Hernandez yang kini memperbaiki rekor nya menjadi 14-5-1 sebalik nya Cotto harus menerima kekalahan pertama dalam karir nya 10-1.
Baca juga:
4. Parrilla vs Velasquez.
Puncak malam itu akhir nya tiba semua mata tertuju pada duel utama yang mempertemukan Felix Parrilla dengan Jose Velasquez seorang petarung tangguh yang selama ini sulit di hentikan.
Parrilla masuk ke ring dengan strategi yang menyerang tubuh sejak awal.
Dia tidak memberi waktu bagi Velasquez untuk mengembangkan arah serangan, setiap pukulan di arahkan dengan tujuan melemahkan perlahan.
Di akhir ronde pertama tanda bahaya mulai terlihat,.
Velasquez gemetar dan lutut nya sempat menyentuh kanvas tepat saat bel berbunyi, itu mungkin terlihat biasa tetapi menjadi tandda bahwa tekanan Parrilla mulai membuahkan hasil.
Ronde kedua menjadi penentuan Parrilla kembali melancarkan hook kiri ke tubuh pukulan yang sama efektif nya seperti sebelum nya.
Velasquez kembali jatuh kali ini dampak nya jauh lebih besar, dia bangkit namun terlihat bahwa kondisi nya mengkhawatirkan.
Parrilla tidak menyia nyiakan kesempatan, dia terus menekan tanpa memberi ruang, kombinasi demi kombinasi di lepaskan memaksa Velasquez bertahan dalam kondisi tertekan.
Akhir nya keputusan datang bukan dari wasit, melainkan dari sudut ring Velasquez sendiri.
Mereka memilih menghentikan pertarungan dengan melempar handuk menyadari bahwa melanjutkan laga hanya akan memperburuk keadaan.
Kemenangan ini memiliki arti besar, parrilla mencatat sejarah sebagai petinju pertama yang mampu menghentikan Velasquez sebelum batas waktu.
Rekor nya kini meningkat menjadi 13-0 dengan 11 kemenangan KO sebuah angka yang menunjukkan kekuatan yang dia miliki.
Saat ini parrila berada di ranking 30 kelas bulu, mungkin masih sangat jauh ke 10 besar tapi setidak nya dia mulai membangun sesuatu yang bisa mengantarkan nya sedikit demi sedikit jika dia konsisten meraih kemenangan di masa depan.
#Parrilla #Velasquez #Tinjudunia









